FAST BREAK – 20 OKTOBER 2020

FastBreak

Pemda DI Yogyakarta Izinkan Kampus Laksanakan Kuliah Tatap Muka Terbatas

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan pemerintah DIY saat ini sedang membuat regulasi yang di dalamnya sudah mengizinkan PT menyelenggarakan perkuliahan tatap muka. Ia melanjutkan, kegiatan perkuliahan tatap muka diperbolehkan namun dengan kondisi terbatas, sesuai kondisi masing-masing kampus. Mahasiswa baru dan mahasiswa menjelang lulus diprioritaskan untuk lebih dulu kuliah secara tatap muka. Selain itu, jarak di dalam kelas juga harus diperhatikan. Ia menjelaskan, bagi PT yang bermaksud menyelenggarakan perkuliahan tatap muka, terlebih dahulu harus melakukan evaluasi kesiapan diri. Berikutnya baru mengajukan izin kepada pemerintah DIY. Setelah itu, pemerintah DIY akan menurunkan Satgas yang akan memeriksa dan memberi masukan terkait kesiapan kampus.

Lantai Jalur Pedestrian Malioboro akan Dipoles

Pemolesan lantai teraso pedestrian Malioboro mulai dikerjakan. Pengerjaan proyek ini dilakukan untuk mempercantik lantai teraso yang telah kotor. Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menerangkan pemolesan ini merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan yang dilakukan Pemkot Jogja. Lantai teraso yang dipoles dimulai dari titik pojok Hotel Ina Garuda pada zona satu sampai depan Malioboro Mall. Dijelaskan Ekwanto jika pemolesan dilakukan secara bertahap atau per penggal. Pemolesan hanya dikerjakan pada pedestrian sisi timur saja. Selain itu penggrapan pembersihan lantai teraso tahun ini dilakukan di zona satu sisi timur karena lokasi tersebut didominasi dagangan kuliner. Selama proyek pemolesan lantai teraso pedagang diliburkan. Pemolesan dibagi dalam empat penggal sehingga libur pedagang juga bertahap.

BMKG DIY Berharap Masyarakat Selalu Waspada Potensi Peningkatan Curah Hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DI Yogyakarta menyampaikan potensi curah hujan di wilayah DIY yang bersamaan dengan fenomena La Nina dapat meningkatkan intensitas curah hujan. Sehingga diharapkan masyarakat dan pemerintah waspada terhadap potensi bencana hydrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, bahkan disertai angin kencang pada saat musim hujan yang bersamaan dengan adanya fenomena tersebut. Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas, mengatakan, pertengahan November sudah memasuki musim penghujan hingga puncaknya pada Desember 2020 sampai dengan Februari 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =