FAST BREAK – 23 JUNI 2020

FastBreak

Sistem Barcode di Malioboro akan Ditambah Menjadi Lima Zona

Jika sebelumnya sistem barcode di Malioboro yang bertujuan untuk mendata setiap pejalan kaki di kawasan ini hanya berlaku di dua titik, yakni ujung utara dan selatan, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana menambah titik pencatatan barcode menjadi lima titik. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung rencana Pemkot membatasi pengunjung Malioboro-Ahmad Yani menjadi maksimal 2.500 orang setiap waktunya. Komandan Regu Jogoboro atau petugas keamanan Malioboro, Ahmad Hartanto mengatakan kelima zona tersebut yaitu zona pertama dari Hotel Grand Inna Malioboro sampai Mal Malioboro, zona kedua dari Mal Malioboro sampai Kepatihan, zona ketiga dari Kepatihan sampai Hotel Mutiara, zona keempat dari Hotel Mutiara sampai Pasar Beringharjo, dan zona kelima dari Pasar Beringharjo sampai Titik Nol Kilometer. Di setiap perbatasan zona, kata dia, akan dipasang pagar besi bercelah, barcode atau QR Code, dan petugas Jogoboro yang berjaga.

Arab Saudi Buka Ibadah Haji Untuk Jemaah di Dalam Negeri

Arab Saudi mengumumkan untuk menggelar ibadah haji semasa pandemi Covid-19 pada tahun ini dengan jumlah terbatas. Haji hanya diperbolehkan bagi jemaah dari kewarganegaraan mana pun yang saat ini sudah berada di Arab Saudi. kementerian haji Arab Saudi mengatakan keputusan itu diambil untuk memastikan haji dilakukan dengan cara yang aman dalam perspektif kesehatan publik dan sesuai ajaran Islam dalam melestarikan kehidupan.

Dampak Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor dan Impor DIY Alami Penurunan Pada April 2020

Dampak dari adanya pandemi Covid-19 menjadikan nilai ekspor maupun impor di DIY pada April 2020 mengalami penurunan. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik DIY, pada April 2020, nilai ekspor di DIY mencapai US$ 23,4 Juta mengalami penurunan 31,18 persen jika dibandingkan Maret 2020. Kendati demikian Kepala Bidang Statistik Distribusi DIY, Amirudin mengatakan, walaupun terjadi penurunan ekspor dan impor, untuk neraca perdagangan luar negeri masih surplus US$ 18,2 juta. Amirudin menjelaskan pakaian jadi bukan rajutan (62), Perabot Penerangan Rumah (94) dan barang-barang dari kulit (42) merupakan share tiga golongan barang ekspor terbesar pada April 2020.

credit :

https://jogja.tribunnews.com/diy – https://www.cnnindonesia.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 8 =