Fast Break 24 Agustus 2015 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

bom

Identitas Pelaku Utama Bom Bangkok Terungkap

Pelaku utama peledakan bom yang sebelumnya sempat terekam kamera CCTV yang berada di dekat Kuil Erawan, kini identitasnya sudah terungkap. Kabar tersebut disampaikan Kepolisian Thailand.

Identitas pelaku yang sebelumnya terlihat kamera CCTV memakai baju kuning, berkulit putih, rambut hitam, berjenggot tipis, dan berkacamata hitam, berhasil didapatkan Kepolisian Thailand setelah melacak ke berbagai hotel di Bangkok.

Seperti dilansir IB Times, Senin (24/8/2015), polisi Thailand akhirnya mendapatkan identitas pelaku bom Bangkok setelah menanyai staf di Niagara Hotel. Mereka juga melacak melalui buku catatan tamu hotel.

Berdasarkan keterangan salah satu staf di Niagara Hotel, ciri-ciri yang diberikan polisi ternyata sesuai dengan perawakan salah satu tamu hotel yang tercatat bernama Mohamad Museyin.

“Ketika itu petugas polisi mengatakan alasannya sering mengunjungi hotel. Mereka mengatakan, pelaku ledakan bom dicurigai pernah menginap di sini,” ujar salah seorang staf Niagara Hotel.

“Pada saat diberikan sketsa dan ciri-ciri pelaku, memang sangat sesuai dengan salah satu tamu kami yang tercatat bernama Mohamad Museyin. Namun sayangnya, tamu kami itu menginap di sini sebelum ledakan bom Bangkok terjadi. Jadi, para polisi harus terus melacak keberadaan pelaku itu,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, pada Senin 17 Agustus 2015, warga Bangkok digemparkan ledakan bom yang di dekat Kuil Erawan yang berlokasi di deretan hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan pusat pariwisata wisatawan mancanegara.

Akibat peristiwa itu, 22 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka. Setengah dari jumlah tersebut merupakan turis asing yang sedang berlibur di Bangkok.

okezone.com

=======================================

Pertalite Mulai Dijual di Jogja

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tidak menutup kemungkinan akan disesuaikan dengan mekanisme pasar. Sejak diperkenalkan kepada masyarakat pada 24 Juli lalu, Pertamina mengklaim penjualan bahan bakar beroktan RON 90 itu diterima luas di masyarakat.

Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Muchamad Iskandar menyatakan, selama masa promo Pertamina akan mempertahankan harga Pertalite di kisaran Rp8.400 per liter.

Pertamina, lanjutnya, setidaknya akan mempertahankan harga tersebut hingga tiga bulan mendatang. ?Artinya, tidak tertutup kemungkinan harga Pertalite berubah sesuai fluktuasi harga minyak internasional.

Pertamina, sambung Iskandar, akan mengaplikasikan pola formulasi harga yang tidak jauh berbeda dengan Pertamax. Yakni, melakukan evaluasi harga secara berkala tiap beberapa waktu. Alasannya, harga minyak dunia saat ini cenderung labil.

“Kami akan mengikuti pola harga Pertamax, dua minggu kan bisa naik atau turun. [Pertalite] ini masa promo, kami jaga di angka itu dulu sampai beberapa bulan ke depan,” kata Iskandar di sela aktivasi uji pasar Pertalite di SPBU Lempuyangan, Jogja, Minggu (23/8/2015).

Iskandar memastikan, meskipun harganya bisa berubah, harga pertalite tidak akan melampaui harga pertamax. Bahan bakar dengan kode warna nozzle putih itu diposisikan berada di antara pertamax dan premium. Sehingga harganya tetap lebih murah dari pertamax dan lebih tinggi dari premium. “Ini tidk lepas dari fungsi pertalite sebagai alternatif pilihan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dari premium,” ujarnya.

General Manager Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jateng-DIY, Kusnendar mengatakan, sejak rollout di wilayahnya pada 14 Agustus lalu, konsumsi pertalite terus menanjak.

Market share produk baru itu mencapai 10% di masing-masing SPBU yang menyediakan pertalite. Angka tersebut berasal dari peralihan konsumen premium.

“Rata-rata omzet pertalite di SPBU yang menyediakan mencapai 2.146 liter per hari. Beberapa SPBU bahkan bisa menghabiskan atas 3.000 liter per hari,” kata Kusnendar, di sela aktivasi uji pasar Pertalite di SPBU Lempuyangan, Jogja, Minggu (23/8/2015).

Untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah, terdapat sebanyak 36 SPBU yang menjual pertalite. Pasokan sementara ini didatangkan dari Depo Pertamina di Boyolali. Tahap selanjutnya, pasokan pertalite akan didistribusikan dari Depo di Pengapon (Semarang), Maos (Banyumas) dan Rewulu (Jogja).

“Kami harapkan September nanti Pengapon sudah siap. Maos harus siap pada Oktober karena ke depan jaringan SPBU yang menjual pertalite akan diperbanyak,” jelasnya.

solopos.com

===================================

Jalur Kelok 18 Dibangun di Perbatasan Bantul-Gunungkidul

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana membangun jalan kelok 18, di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Jalan kelok tersebut berlokasi dari Parangtritis Kabupaten Bantul hingga Girijati Panggang Kabupaten Gunung Kidul, atau berada di area perbatasan dua wilayah ini.

Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Bambang Sughaib, Minggu (23/8/2015) mengatakan, saat ini sedang dilakukan penentuan terase atau jalur.

Feasibility Study (FS) juga sudah dilakukan pada jalan sepanjang 4,7 kilometer itu. Sebelumnya direncanakan akan membuat terowongan ataupun jembatan layang.

Setelah penentuan terase dan desain diselesaikan, lanjutnya, proses berikutnya akan dimintakan izin Gubernur berupa surat izin penetapan lokasi (IPL).

“Di sana medannya sangat berat, jalan existing yang sudah ada sekarang, kan juga berat. Setelah dilakukan FS, pembuatan kelok ini yang paling memungkinkan,” katanya.

Ia menjelaskan, pada jalur kelok 18 itu nantinya akan dibangun empat jembatan.

Pihaknya memastikan, meskipun rencana jalur berkelok itu mirip kelok sembilan di Sumatera Barat, namun pembangunan tidak akan sama karena disesuaikan dengan kondisi alam di sekitarnya.

Ghaib juga menyebutkan, untuk JJLS yang melewati daerah Gunungkidul sebagian sudah selesai dikerjakan, yakni dari Planjan-Baron. Sedang dari Baron-Tepus sepanjang 16 kilometer, terdapat usulan perubahan rute dari Pemkab Gunung Kidul, yang masih perlu dikaji.

Sementara untuk jalur dari Tepus-Jeruk Wudel sepanjang 18 kilometer juga sedang dalam proses penetapan rute. Kemudian dari Jeruk Wudel-Baran-Duwet, sepanjang 11,1 kilometer saat ini sudah dalam proses pengajuan IPL.

Sedangkan mengenai lahan warga yang bakal terkena proyek JJLS, ia bersama Pemkab Gunungkidul terus melakukan sosialisasi.

Upaya pendekatan dilakukan untuk menghindari perbendaan pendapat hingga menimbulkan sengketa ataupun penolakan dan gugatan.

Sesuai ketentuan, lanjut Ghaib, pembebasan lahan proyek pembangunan JJLS ini menggunakan dana keistimewaan dan menjadi tanggungjawab Pemda DIY.

Termasuk menertibkan kios-kios yang muncul di area pembebasan lahan yang akan dijadikan jalur JJLS. Sementara pengerjaan fisik menjadi wewenang pemerintah pusat.

“Kami kebagian tugas untuk membebaskan sejumlah lahannya. Ada pun pengerjaan fisik dilakukan Kementerian PU dan Perumahan,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Chang Wendryanto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan kunjungan kerja di lokasi calon JJLS.

Di sejumlah titik, terdapat kios yang mulai dibangun warga. Padahal lahan tersebut sudah dilakukan pembebasan.

“Banyak kami temui, mulai dari Bantul hingga wilayah Gunung Kidul, meski saat kita monitoring tidak buka,” katanya.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pemerintah harus segera menertibkannya. Sebab selama ini ia menilai langkah pemerintah terlalu lamban dalam mengantisipasi munculnya persoalan.

Sementara ketika masalah sudah membesar, baru membuat regulasi atau aturan.

“Harus tegas. Jangan sampai anggaran membengkak untuk merelokasi kios-kios tersebut,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Yogyakarta ini.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =