FAST BREAK – 26 JUNI 2020

FastBreak

Masa Tanggap Darurat di DIY Diperpanjang Hingga 31 Juli

Masa Tanggap darurat di DIY yang harusnya berakhir pada 30 Juni mendatang kembali diperpanjang hingga 31 Juli ke depan. Perpanjangan masa tanggap darurat ini adalah kali kedua yang diputuskan bersama pihak Pemda DIY. Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana mengatakan perpanjangan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi prototokol kesehatan. a pun mengatakan, di satu sisi, penanganan intensif terhadap pasien Covid-19 di DIY masih harus dilakukan serta juga dampak ekonomi yang dirasakan seluruh elemen masyarakat. Dengan status tanggap darurat, dukungan itu bisa terus dilanjutkan tapi sisi lain proses membuka aktivitas ekonomi terus disiapkan

Mulai Juli 2020, KUA di Wilayah DIY Izinkan Prosesi Akad Nikah Digelar di Gedung dan Masjid

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) DIY telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang pelayanan nikah menuju masyarakat produktif aman Covid-19. Terdapat 11 point yang wajib dipatuhi oleh masyarakat jika ingin tetap menikah di tengah pandemi Covid-19. Salah satu poinnya para pasangan pengantin diperbolehkan menggelar pernikahan di luar KUA. Misalnya di Gedung, Masjid dan tempat pertemuan. Namun, tetap saja masyarakat perlu mengetahui jika Covid-19 belum benar-benar pergi. Sehingga pesta pernikahan menurut Wiyono lebih baik dikesampingkan. Syarat lain yaitu dihadiri tidak lebih dari 30 orang.

Pemda DIY Kembangkan Aplikasi ID Digital yang Wajid Diunduh Warga dan Wisatawan

Pemda DIY tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang saat ini disebut Cared+ Jogja. Nantinya, aplikasi tersebut berfungsi sebagai ID digital bagi semua masyarakat, baik warga Yogya maupun luar DIY saat mengunjungi berbagai tempat wisata di DIY. Kepala Dinas Kominfo DIY, Roni Primantohari, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memiliki fungsi utama untuk memantau lalu lalang warga di lokasi tertentu. Nantinya, warga yang memiliki mobilitas tinggi diminta untuk mengunduh aplikasi ini. Selain itu Memudahkan tracing apabila ada kasus. Roni mengatakan bahwa pihaknya juga sedang menyiapkan big data yang bersumber dari Covid-19 Monitoring System (CMS) dan Disaster Suport System. Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan gugus tugas bidang penegakan hukum sehingga nantinya akan memudahkan melacak adanya kerumunan dan memudahkan pergerakan personil untuk membubarkan massa.

 

credit :https://jogja.tribunnews.com/diy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 3 =