Fast Break 27 Oktober 2015 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

fb siang

Sidney, Kota Terbaik di Dunia 2015

Kota-kota mana saja yang merupakan kota dengan reputasi terbaik di dunia? Sebuah studi yang dilakukan oleh badan riset global City RepTrak 2015 melakukan jajak pendapat kepada lebih dari 19 ribu penduduk di negara-negara G8, yaitu Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia.

Para responden diminta menilai 101 kota terbaik di dunia berdasarkan tingkat kepercayaan, penghargaan, kekaguman, dan rasa hormat. “Kami melihat adanya hubungan dengan penelitian lain ketika membandingkan peringkat reputasi ini dengan data pariswisata dan investasi,” kata Fernando Prado, dari lembaga penyelenggara Reputation Institute.

“Korelasi hubungannya sangat kuat,” katanya. “Untuk sebuah kota, reputasi yang kuat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti hasrat individu untuk berkunjung, tinggal, bekerja, atau berinvestasi di sana,” tambahnya seperti dilaporkan oleh CNN.

“Ini harusnya menjadi masalah yang harus digarisbawahi oleh para pembuat kebijakan lokal,” kata Prado. “Kota-kota dengan reputasi baik menyambut lebih banyak turis, menjadi tuan rumah penyelenggaran sebuah acara, dan menarik lebih banyak investasi dan talenta.”

Berdasarkan studi terakhir dari Reputation Institute, dua kota di Australia, Sydney dan Melbourne, merupakan dua kota paling terkemuka di dunia. Kota-kota di Eropa mendominasi daftar kota-kota dengan reputasi terbaik di dunia. Lima belas dari 20 kota berada di wilayah Eropa.

Setelah keluar dari daftar sepuluh kota terkemuka pada 2014, Stockholm masuk kembali ke posisi ketiga pada tahun ini. Jawara tahun lalu, Vienna, kini menempati posisi keempat sebagai kota paling terkemuka pada 2015.

Ibukota Iran, Teheran, dan ibukota Irak, Baghdad, dengan skor masing-masing 35,4 dan 31,4 berada di posisi terakhir. Kedua kota tersebut menerima peringkat ‘reputasi buruk’ yang artinya nilai mereka lebih rendah dari 40. Moskow mendapatkan nilai ‘reputasi lemah’ masuk ke daftar kota dengan reputasi kurang baik di dunia.

Dibanding Australia dan Eropa, kota-kota besar di Asia jauh tertinggal. Tokyo, Jepang, merupakan kota paling dihormati dalam daftar negara-negara paling terkemuka di Asia. Kota Jepang lainnya, Osaka berada pada posisi berikutnya.

Tujuan turis yang populer misalnya, kota Bangkok dan Beijing jauh tertinggal, masing-masing berada pada posisi 69 dan 85. Kendati secara umum, kota-kota di Asia memiliki kinerja lebih lemah, studi ini melaporkan bahwa kota-kota di Asia menunjukkan perbaikan yang cukup besar tahun ini.

Salah satu yang paling berkembang adalah Seoul, Korea Selatan, yang berada di posisi ke-59. Kota lain yang menunjukkan peningkatan cukup besar adalalah Karachi, Pakistan.

Sementara, Baghdad, Tehran, Tel Aviv, Moskow dan Nairobi dianggap sebagai kota dengan reputasi paling buruk di dunia. Begitu juga dengan Bogota, Meksiko dan Caracas.

Daftar kota-kota dengan reputasi paling baik di dunia:

1. Sydney, Australia

2. Melbourne, Australia

3. Stockholm, Swedia

4. Wina, Austria

5. Vancouver, Kanada

6. Barcelona, Spanyol

7. Edinburgh, Inggris

8. Jenewa, Swiss

9. Copenhagen, Denmark

10. Venice, Italia

cnnindonesia.com

===================================

Protes Bandara Kulonprogo, Warga Mogok Makan

Warga penolak rencana pembangunan Bandara Kulonprogo yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan protes dengan mogok makan. Aksi dilakukan di depan Gedung DPRD DIY dengan mendirikan tenda.

Koordinator aksi, Santos Muhammad, mengatakan aksi mogok makan akan berlangsung dari 26 Oktober hingga 9 November. Sejumlah aktivis dan elemen mahasiswa akan mendampingi aksi mogok makan itu. “Banyak temen-teman yang ikut solidaritas untuk aksi ini. Kami tak bisa memastikan jumlahnya,” kata Santos, di depan Gedung DPRD DIY, Senin (26/10/2015).

Pantauan Metrotvnews.com, tenda didirikan di halaman gedung DPRD DIY di dekat patung Jenderal Soedirman. Santos mengungkapkan aksi mogok makan akan dilakukan secara bergantian per lima orang. “Jika ada yang tumbang, akan langsung digantikan orang lain yang berada di tenda. Kami akan berjaga bergantian di tenda ini,” kata dia.

Menurutnya, aksi mogok makan ini telah memperoleh izin dari DPRD DIY. Surat izin ke DPRD DIY, Santos melanjutkan, telah diajukan pada 23 Oktober lalu, sementara izin kepada kepolisian diajukan 21 Oktober.

“(Izin kepada) DPRD DIY sudah didisposisikan, tidak ada masalah. Kepolisian menunggu keputusan resmi dewan. Resmi belum ada, tapi sudah memberikan disposisi kepada pihak keamanan,” kata dia.

Sebelumnya ratusan warga penolak rencana pembangunan Bandara Kulonprogo melakukan aksi di Jalan Malioboro dan halaman Gedung DPRD DIY. Masa aksi yang sebagian besar petani itu membawa hasil pertanian dari lokasi yang akan dibangun bandara.

Dalam aksi itu, mereka tak ditemui Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meskipun sedang berada di Gedung DPRD DIY. Warga tersebut hanya meminta fasilitasi kepada DPRD DIY untuk audiensi dengan pemerintah agar pembangunan bandara dibatalkan.

metrotvnews.com

=============================
Valentino Rossi Banjir Dukungan Petisi Online

Meski sanksi telah dijatuhkan atas Insiden senggolan pebalap Valentino Rossi dan Marc Marquez, tak sedikit penikmat MotoGP yang merasa keputusan tersebut tidak tepat. Petisi online pun digelar, dan ternyata sukses menuai lebih dari seratus ribu dukungan meski belum sampai 24 jam.

Isi petisinya adalah meminta Race Director MotoGP yang dikepalai oleh Mike Webb untuk menghapus sanksi yang dijatuhkan ke Rossi. Akibat sanksi ini Rossi dipaksa start balapan dari grid terbelakang, padahal di sisi lain pembalap yang identik dengan nomor 46 ini tengah berkompetisi ketat dengan pembalap satu timnya Jorge Lorenzo untuk mengincar gelar juara dunia MotoGp 2015.

Pembuat petisinya sendiri adalah Nicholas Davis yang berasal dari Inggris. Menurut Davis, kesalahan bukan sepenuhnya ada di Rossi sebagai tertuduh. Marquez yang jadi korban, kata Davis, punya agenda untuk sengaja mengusik Rossi dari perebutan juara dunia dengan Lorenzo. Apalagi di balapan yang sama Marquez juga disebut sengaja memberi jalan ke Lorenzo ke posisi kedua.

Petisi ini dibuka tak lama setelah Rossi mendapat sanksi dan jumlah dukungan yang ditargetkan Davis adalah sebanyak 150 ribu pendukung. Dari pantauan detikINET sampai pukul 18.00 hari ini (26/10/2015), ternyata dukungannya sudah memenuhi target alias mencapai 150 ribu dukungan, bahkan terlampaui. Padahal terbilang baru satu hari petisi ini digelar.

Tentu yang namanya petisi belum pasti apa yang dituntutkan bakal terkabul. Tapi setidaknya ini membuktikan kalau banyak pecinta MotoGP di luar sana yang menginginkan investigasi lanjutan terkait insiden Rossi dan Marquez. Semuanya bergantung pada penyelenggara MotoGP apakah akan mengabulkan petisi ini atau tidak.

detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =