FAST BREAK – 28 OKTOBER 2020

FastBreak

Status Tanggap Darurat DI Yogyakarta Kembali Diperpanjang Hingga 30 November 2020

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X kembali perpanjang status tanggap darurat untuk 30 hari ke depan dimulai 1 hingga 30 November 2020. Surat tersebut berdasarkan keputusan Gubernur DIY bernomor 318/KEP 2020. Saat disinggung terkait sejumlah kepala daerah yang melarang para ASN-nya untuk keluar dan menikmati libur panjang, dalam hal ini Sultan membebaskan kebijakan tersebut. Secara prinsip Sultan menyebut itu bukan menjadi masalah. Ia pun memprediksikan bahwa saat libur panjang nanti Kota Yogyakarta akan dipenuhi wisatawan. Meski hal itu bukan sebuah persoalan, namun Sultan menegaskan supaya hotel yang ada di Yogyakarta telah terverifikasi protokol kesehatan. Juga penerapan protokol kesehatan pada masing-masing individu.

Jelang Libur Panjang, Pemkot Yogya Operasikan Pos Scan QR Code Sementara

Pemerintah Yogyakarta masih mengoperasionalkan pos scan QR code sementara, menyusul rusaknya peralatan pada 8 Okrober 2020 lalu. Saat ini dua dari lima zona di kawasan Malioboro telah dilengkapi peralatan itu guna mencegah penyebaran Covid-19. Koordinator Lapangan Jogoboro, Endro Jatmiko, mengatakan, Per hari ini, pengelola memasang pos scan QR code tersebut secara sementara sebagai persiapan menyambut masa libur panjang nanti.

Libur Panjang, Wali Kota Himbau Pedagang dan Tukang Parkir di Jogja Tak Naik Harga

Pelaku usaha dan penyedia jasa yang ada di kota Jogja diimbau untuk tidak menaikkan harga secara sembarangan menjelang libur panjang (long weekend) yang bakal terjadi pada Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020). Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan jika pelaku usaha yang kedapatan menaikkan harga barang dagangannya secara ugal-ugalan bakal dikenai sanksi. Sanksi yang diberikan adalah pemberhentian operasional secara sementara bagi pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Tidak hanya kepada pelaku usaha, orang nomor satu di kota Jogja ini juga mengimbau agar penyedia jasa lain seperti tukang parkir yang berada di sejumlah titik wisata maupun kuliner di kota Jogja untuk tidak ikut menaikkan tarif parkir diluar ketentuan. Tukang parkir yang kedapatan melanggar akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 5 =