Fast Break 29 Maret 2016 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Sebelas Wakil Indonesia untuk Ajang India Terbuka 2016

Indonesia mengirim 11 wakil ke turnamen tingkat superseries India Terbuka 2016 di Stadion Siri Fort New Delhi, India, Selasa (29/3) hingga Minggu (3/4).

Sebelas wakil Indonesia yang mengikuti turnamen dengan total hadiah US$300 ribu itu adalah Sony Dwi Kuncoro pada babak kualifikasi tunggal putra dan Tommy Sugiarto sebagai pemain unggulan delapan pada babak utama tunggal putra.

Pada nomor tunggal putri, Maria Febe Kusumastuti dan Linda Wenifanetri akan maju sebagai wakil Merah-Putih.

Atlet ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi turun pada nomor ganda putra.

Dua pasangan putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sebagai unggulan pertama dan pasangan Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut mewakili Indonesia pada nomor ganda putri.

Selain dua pasangan unggulan ganda campuran yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto, pasangan Riky Widianto/Richi Puspita Dili akhirnya kembali pada nomor ganda campuran setelah turun terakhir pada China Terbuka 2015.

India Terbuka menjadi satu dari tiga turnamen tingkat superseries terakhir menjelang penutupan poin kualifikasi Olimpiade Rio 2016 untuk cabang bulu tangkis.

Dua turnamen superseries lain yang tersisa untuk pengumpulan poin Olimpiade Rio 2016 adalah Malaysia Terbuka 2016 dan Singapura Terbuka 2016.

Tiga turnamen itu merupakan peluang terakhir bagi wakil Indonesia terutama nomor tunggal putri yang belum mencapai batas aman yaitu peringkat 16 besar dalam daftar kualifikasi Olimpiade Rio.

Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti masing-masing menempati peringkat 21 dan 22 dalam daftar kualifikasi itu. Linda mengumpulkan poin total 40.770 dan Febe dengan poin 40.091.

cnnindonesia.com
============================================

Relokasi Parkir Malioboro Dilakukan 4 April Mendatang=

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menegaskan tidak akan ada penundaan akan relokasi parkir di kawasan Malioboro, namun hanya pergeseran waktu untuk koordinasi dan tahapan persiapan. Relokasi yang semula dilaksanakan pada tanggal 2 April, akhirnya digeser menjadi tanggal 4 April mendatang.

Ia menegaskan, relokasi parkir Malioboro mutlak dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, terutama kawasan pedestrian yang sudah benar-benar dibutuhkan masyarakat. Khususnya kaum difabel yang selama ini kesulitan mengakses jalan.

“Begitu tanggal 4 April dilaksanakan, kita akan langsung pagari. Kita minta kerja sama dengan teman-teman jukir. Masyarakat sudah sangat membutukan pedestrian, terutama kaum difabel. Kalau masih ngeyel, saya berani untuk uji publik,” ujar Haryadi.

Lanjut Haryadi, pos pelayanan akan dibuka pada saat relokasi, pada pukul 08.00 pagi selama tiga hari berturut-turut, Rabu sampai Jumat, untuk melayani pendataan juru parkir yang resmi terdaftar oleh Pemkot Yogyakarta.

“Yang mendaftar adalah jukir, yang diberi surat tugas adalah jukir itu sendiri. Soal jukir pembantu atau asisten itu tanggung jawab jukir sendiri,” ujar Haryadi.

Pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak dua unit shuttle bus ukuran medium yang ditempatakan di TKP ABA, dan beroperasi ke selatan menyusuri Jalan Malioboro, dan berbalik lagi ke utara melalui Jalan Mataram dan kembali ke TKP ABA.

tribunjogja.com

==========================================================

Taksi Plat Hitam di Bandara Capai Ratusan, Dishub DIY Tidak Dapat Lakukan Tindakan==

Kepala Bidang Angkutan Darat, Dishub DIY, Agus Triyono mengungkapkan, taksi plat hitam di bandara maupun stasiun, diantaranya terdapat yang legal. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 74/2014, taksi plat hitam diperbolehkan beroperasi lantaran berstatus sebagai kendaraan sewa.

“Tapi dari 400 ijin kendaraan sewa di bandara, hanya 15 kendaraan yang kami ijinkan beroperasi. Kami tidak tahu kalau jumlahnya sampai ratusan,” kata Agus.

Namun demikian, dia mengaku tak dapat menindak tegas lantaran Dishub DIY tak memiliki kewenangan. Agus berharap, kepolisian ke depannya melakukan razia terhadap taksi berplat hitam di bandara maupun stasiun. Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Organda DIY untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Sutata berharap, seluruh taksi di DIY harus memiliki izin operasi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk beroperasi. Dia pun meminta kepolisian menindak tegas jika terdapat taksi yang beroperasi tanpa izin yang jelas, dan melakukan penyimpangan.

“Dishub DIY harus menentukan taksi mana yang memenuhi persyaratan, dan mana yang tidak. Jika sudah, petugas di lapangan seperti kepolisian harus mendukung dalam menindak,” tukas Sutata.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + eight =