Fast Break 31 Agustus 2015 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

KAI Yogyakarta tawarkan 70.000 tiket kereta seharga Rp 70.000

kai

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta menawarkan 70.000 tiket promosi dengan harga Rp70.000 per tiket dalam program “KAI Serba 70” untuk memperingati ulang tahun ke-70 perusahaan.

“PT KAI akan menyediakan 70.000 tempat duduk dengan tiket seharga Rp70.000. Promo ini berlaku untuk kereta ekonomi, bisnis dan eksekutif keberangkatan 7-28 September,” kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko di Yogyakarta, Minggu.

Program promosi itu mencakup 12 kereta komersil.

Kereta dari Daerah Operasi VI Yogyakarta yang masuk program promosi itu yakni kereta Argo Lawu rute Solo-Gambir, Taksaka rute Yogyakarta-Jakarta Gambir, Fajar Utama relasi Yogyakarta-Pasar Senen, Gajah Wong relasi Lempuyangan-Pasar Senen, serta Malioboro Ekspres relasi Yogyakarta-Malang.

Program promo tersebut juga berlaku untuk tujuh kereta lain yang singgah di Daerah Operasi VI Yogyakarta.

“Masyarakat bisa memanfaatkan promo ini dengan melakukan reservasi di semua tempat penjualan tiket resmi kereta api mulai sekarang termasuk pemesanan online selama tempat duduk masih tersedia,” katanya.

Jumlah tiket promo untuk setiap kereta berbeda, namun total jumlah tiket yang dijual mencapai 70.000.

Program promo itu hanya berlaku untuk penjualan tiket reguler dan tidak berlaku untuk pembelian tiket reduksi atau potongan harga lainnya.

“Harga yang ditawarkan sangat menarik karena ada potongan harga yang cukup besar bila dibanding harga tiket normal yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Program ini merupakan apresiasi PT KAI kepada masyarakat yang selalu setia menggunakan kereta api,” katanya.

Gatut menambahkan, perusahaannya terus berusaha meningkatkan kualitas layanan agar penumpang  semakin nyaman menggunakan moda transportasi darat tersebut, termasuk menjaga ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta.

antaranews.com

================================================================================

Tahun Depan, Cari Parkir di Jogja Bisa dengan Smartphone

Mulai tahun anggaran 2016, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) DIY, akan fokus pada pengendalian permasalahan kemacetan di Kota Yogyakarta.

Berbagai program sudah dirancang, satu di antaranya sistem integrasi parkir berbasis internet.

Kepala Dishubkominfo DIY, Sigit Haryanta mengatakan, sistem integrasi parkir yang dirancang nantinya bisa diakses semua warga melalui Android.

Sistem integrasi parkir ini merupakan salah satu upaya menyelesaikan kemacetan yang kerap terjadi terutama saat liburan.

Dari pengamatan Dishubkominfo DIY, satu penyebab kemacetan arus lalu lintas adalah pengemudi kendaraan kesulitan mencari lokasi parkir. Sehingga, hal itu memicu arus hingga tersendat.

“Kami ingin supaya kendaraan tidak berputar-putar mencari parkir. Cukup lewat Android (smartphone), bisa mengetahui kondisi parkir, penuh atau masih kosong,” katanya, Minggu (30/8/2015).

tribunjogja.com

================================================================================

Alasan Menaker Hapus Syarat TKA Bisa Berbahasa Indonesia

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menegaskan, penghapusan syarat bisa berbahasa bagi tenaga kerja asing (TKA) supaya investasi tidak terhambat. Selama ini, banyak perusahaan yang mengeluh mengenai syarat tersebut, sehingga urung berinvestasi di Indonesia.

Apalagi, menurut Hanif dalam kondisi pelemahan ekonomi saat ini sangat sulit menarik investor masuk ke Indonesia. “Kita harus menciptakan iklim bisnis yang sejuk,” kata Hanif, Minggu (30/8/2015).

Oleh karenanya, penghapusan syarat kemampuan berbahasa bagi tenaga kerja asing menjadi salah satu deregulasi aturan yang dikeluarkan.

Hanif yakin kebijakan ini tidak akan mengancam eksistensi tenaga kerja dalam negeri. Sebab, tenaga kerja asing yang bebas berbahasa hanyalah yang berkemampuan khusus, tidak dimiliki tenaga kerja lokal. Atau, tenaga kerja untuk menempati posisi top level manajemen seperti komisaris.

Hanif juga mengatakan,  jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia trennya meningkat, tetapi kecil. Tahun 2015 ini diperkirakan jumlahnya sekitar 70.000 orang, sementara tahun 2014 lalu jumlahnya 68.857 orang tahun 2013 72.000.

Dari jumlah tenaga kerja asing yang ada, memang didominasi oleh warga negara China yaitu mencapai 13.034 orang di tahun 2015. Disusul Jepang 10.128 orang, Korea Selatan 5.384 orang dan India sebanyak 3.462 orang. Selebihnya dari Malaysia, Amerika, Thailand, Filipina, Australia, Inggris serta lainnya.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 16 =