Fast Break 4 Februari 2016 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

siang

Eros Djarot: Banyu Biru Mundur dari BIN

Banyu Biru akhirnya mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) Badan Intelijen Negara (BIN).

Langkah itu dilakukan pasca-polemik surat keputusan (SK) pengangkatan yang diunggah Banyu Biru ke media sosial. Surat pengunduran diri tersebut telah dilayangkan ke BIN.

“Terhitung sejak tadi malam sudah mengundurkan diri. Kemarin suratnya sudah dikirim, tetapi saya kira Bang Yos (Kepala BIN Sutiyoso) baru tahu hari ini,” kata ayah Banyu Biru, Eros Djarot, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/2/2016).

Menurut dia, keputusan pengunduran diri itu sebetulnya sudah ingin diambil Banyu sejak hari Minggu (31/1/2016), terutama pascakabar mengenai pengunggahan SK tersebut ramai dimuat, baik di media sosial maupun media cetak.

Namun, ada pihak yang meminta agar Banyu mengurungkan niatnya tersebut.

Meski demikian, Eros mengingatkan agar Banyu bersikap kesatria jika telah melakukan kesalahan.

“Ini pelajaran bagi semua. Kalau memang begitu (salah), ya mundur dong. Jangan menunggu sidang yang berlarut-larut baru mundur,” ujarnya.

Berbagai pihak mengkritik sikap Banyu yang memamerkan SK ke media sosial. Sebagai anggota intelijen, langkah itu dinilai tidak tepat.

Komisi I DPR bahkan ingin meminta penjelasan Sutiyoso. Kejadian ini dinilai bukti bahwa BIN tak profesional dalam merekrut anggota DISK BIN.

Sutiyoso sebelumnya mengatakan, semua personel BIN pasti akan dievaluasi, baik struktural maupun non-struktural.

Menurut Sutiyoso, tindakan Banyu mengunggah SK pengangkatannya merupakan bukti bahwa yang bersangkutan tidak cocok bertugas sebagai intelijen.

“Ini masukan yang bagus. Kita jadi cepat tahu bahwa orang ini tidak cocok dengan tugas-tugas di intelijen,” ujar Sutiyoso.

kompas.com

=======================================
80 perupa gelar “100 meter Borobudur Today”

Sebanyak 80 perupa dari Yogyakarta dan Komunitas Seni Borobudur akan menggelar pameran seni rupa bertajuk “100 Meter Borobudur Today” di Galeri SMSR Bugisan Yogyakarta, 14 Februari 2016.

“Pameran itu berkesinambungan dengan acara melukis bareng oplosan di atas kanvas sepanjang 100 meter yang diagendakan Liman Art Jawi yang berlangsung di Borobudur beberapa waktu lalu,” kata Ketua Panitia Pameran Klowor Waldiyono di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, saat itu tim dari Yogyakarta yang dimotori Hendrik menyiapkan kanvas tersebut untuk dilukis bareng-bareng. Ada 90 orang terdiri atas perupa otodidak, akademisi, sanggar, dan komunitas yang ikut kegiatan tersebut.

Setelah melukis bersama itu usai, kanvas kemudian dipotong-potong sesuai bagian lukisan dari masing-masing perupa. Kepada para perupa diminta untuk memaksimalkan karyanya di rumah masing-masing yang kemudian akan dipamerkan di Galeri SMSR.

“Ada sebanyak 80 perupa yang menyerahkan karyanya untuk diikutkan pameran. Target kami semua perupa ikut,” katanya.

Ia mengatakan pameran itu dimaksudkan untuk menghargai mereka (para perupa) yang sudah berkarya secara antusias dan sungguh-sungguh, “berdarah-darah” mendukung acara Borobudur Today.

Selain itu juga untuk memberikan kesempatan kepada para perupa untuk tampil karena selama ini banyak dari mereka yang belum mempunyai kesempatan untuk berpameran, padahal kalau dicermati di antara mereka ada bintang-bintang.

“Bintang itu di antaranya Karte Wardaya, Hendra, Wawan Borobudur, Tanto KSB, dan istri Joko Gundul. Karya-karya para peserta menarik, dan pantas diapresiasi dalam pameran seni rupa,” katanya.

Menurut dia, pameran itu juga untuk meramaikan Galeri SMSR yang dirasa kurang banyak menggelar acara. Padahal, galeri itu cukup bagus, luas, dan mudah diakses lokasinya sehingga layak dipakai untuk “event” berskala besar.

“Kami berharap pameran itu bisa menjadi pemicu penyelenggara-penyelenggara pameran memanfaatkan Galeri SMSR. Dengan demikian akan ada banyak kegiatan dan menjadikan Galeri SMSR sebagai ruang publik dan kebudayaan,” katanya.

antaranews.com

==============================================

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim dan Rawan Banjir di DIY

Curah hujan di DIY dari awal bulan Februari hingga beberapa hari ke depan diprediksi akan meningkat seiring dengan puncak musim hujan.
Pada hari-hari tersebut, di daerah DIY dan sekitarnya berpotensi hujan dengan intensitas besar, yang disertai angin kencang dan juga petir.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai peluang cuaca ekstrem, terutama bagi wilayah rawan bencana.

Mulai dari bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, banjir bandang di daerah dataran tinggi serta fenomena lainnya yang bersifat merusak.
Selain untuk masyarakat, BMKG juga meminta seluruh pengelola dan pengguna jasa transportasi baik darat, laut maupun udara agar lebih siaga dan selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui BMKG setempat.

Harap aspek keselamatan diutamakan, sehingga tidak memaksakan tetap beroperasi ketika kondisi cuaca buruk dan ada potensi gelombang tinggi yang terjadi sepanjang jalur perjalanan.

Sementara itu, berdasarkan peta prakiraan daerah potensi banjir, pada Januari akhir hingga awal Februari, kawasan Bantul dan Kota Yogya yang tidak berpotensi rawan banjir.

Wilayah lain yakni Sleman, Gunung Kidul dan Kulon Progo merupakan wilayah yang berpotensi banjir. Terlihat potensi rawan banjir terbesar di DIY berada di Kulon Progo. Walau demikian, potensi rawan banjir di DIY hanya pada level menengah, tidak sampai pada potensi rawan banjir intensitas tinggi seperti di beberapa daerah di Jawa Tengah.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + thirteen =