Fast Break 4 November 2015 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Tol Laut Resmi Diluncurkan

Program tol laut resmi diluncurkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11). Jonan dalam “Peluncuran Perdana penyelenggara Kewajiban Pelayanan publik untuk Angkutan Barang dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut Anggaran 2015” mengatakan, untuk pengoperasian pertama dengan tiga kapal dan tiga ruas trayek.

Tiga trayek tersebut di antaranya, Kode Trayek T-1 Tanjung Perak – Tual – Fak fak – Kaimana – Timika – Kaimana – Fak fak – Tual – Tanjung Perak (Doperasikan oleh KM Caraka Jaya Niaga III – 32. Kode Trayek T – 4 : Tg. Priok – Biak – Serui – Nabire -Wasior – Manokwari – Wasior- Nabire – Serui – Blak – Tg Pnok (Dioperasikan oleh KM Caraka Jaya Niaga Ill – 22). Serta kode Trayek T-6 : Tg. Priok – Kijang – Natuna – Kijang – Tg Priok (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 4).

“Sehubungan dengan keterbatasan waktu yang tinggal 0 bulan dan ketersediaan armada PT Pelni, maka untuk hal ini baru dioperasikan tiga unit kapal untuk 3 tiga ruas trayek dengan nilai subsidi sebesar Rp 30 miliar,” katanya.

Jonan mengatakan sebetulnya telah ditetapkan enam trayek yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.108/6/2/DJPL-15 tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut Tahun Anggaran 2015. Besaran Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dalam Rangka Pelaksanaan Tol Laut tersebut sebesar Rp 257,907,959,000 dengan enam unit kapal.

Dalam rangka pelaksanaan program tol laut tersebut, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan memberikan penugasan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

“Dengan adanya pelaksanaan tol laut tersebut diharapkan ketersediaan barang dan kebutuhan masyarakat khususnya bagian Timur Indonesia dapat terlayani dengan kesetaraan harga barang di Indonesia Bagian Barat,” kata dia.

Menurut Jonan, dengan adanya freight-liner atau angkutan barang terjadwal ke Wilayah Timur bisa memberikan kepastian dan kepercayaan diri bagi pengusaha, sehingga harga bisa ditekan. “Selama ini datangnya kapal itu tidak pasti ada yang dua minggu empat kapal, jadi harga itu ditentukan berdasarkan datangnya kapal, gelombang tinggi dan sebagainya. Jadi dengan adanya freight-liner bisa memberikan kepastian kepada pengusaha,” ujarnya.

republika.co.id

=================================

Polri Sebut Ada 180.000 Akun di Media Sosial Sebar Kebencian

Pasca-penerbitan Surat Edaran Nomor SE/06/X/2015 tentang ujaran kebencian atau hate speech, kepolisian sudah mendeteksi 180.000 akun di media sosial yang diduga menyebarkan ujaran kebencian. Saat ini, penyidik tengah menelusuri para pemilik akun tersebut.

“Ada yang melakukan penelitian, ada 180.000 akun yang kami cari, dan baru ketemu satu,” ujar Badrodin saat dihubungi, Selasa (3/11/2015).

Rata-rata, akun-akun tersebut adalah anonim.

“Sebenarnya bisa dilihat, kalau akunnya anonim, itu jadi kecurigaan ada niat jahat. Kalau tidak ada niat seperti itu, kenapa enggak real saja? Kenapa harus anonim?” ujar Badrodin.

Jika yang bersangkutan dalam prosesnya tetap melakukan hal serupa, jenderal bintang empat itu menyatakan bahwa barulah polisi melakukan tindakan hukum.

Sesuai pedoman surat edaran itu, Badrodin melanjutkan, penyidik Polri bisa menelusuri pihak di balik akun-akun media sosial yang mengandung unsur penghinaan, menyebarkan berita bohong, pencemaran nama baik, dan fitnah itu.

“Namun, tidak langsung ditindak secara hukum. Kami panggil, kami lihat siapa dia, kenapa dia bilang begitu. Lalu kami ingatkan dampak hukumnya. Ini upaya preventifnya,” ujar Badrodin.

Badrodin meminta publik tidak khawatir atas surat edaran itu. Sebab, surat itu justru untuk menjamin kebebasan berpendapat di Indonesia.

kompas.com

==============================

Teguhkan Keistimewaan, Yogyakarta Gelar Festival Lima Kampung

Komunitas masyarakat dari lima kampung yang mewakili satu kota dan empat kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar Festival Lima Kampung. Ajang tersebut sebagai upaya meneguhkan keistimewaan Yogyakarta sekaligus mengingatkan sejarah dari tiap kampung.

“Kampung di DIY memiliki sejarah dan peran yang sangat penting dalam meneguhkan identitas wilayah ini. Oleh karena itu kami berinisiatif menggelar festival untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang sejarah keberadaan tiap kampung,” kata Ketua Panitia Festival Lima Kampung Sigit Sugito di Yogyakarta, Senin.

Kelima kampung yang akan memeriahkan festival tersebut adalah Kampung Sorosutan dari Kota Yogyakarta, Kampung Duri dari Desa Tirtomartani Kalasan Sleman, Kampung Sanggrahan Banjaroyo dari Kalibawang Kulonprogo, Kampung Jelok dari Beji Gunungkidul, dan Kampung Gilang dari Pandak Bantul.

Sigit mengatakan, kelima kampung tersebut memiliki keunikan masing-masing yang bisa dikembangkan untuk penggerak roda ekonomi wilayah termasuk warga yang tinggal di kampung tersebut.

Kegiatan tersebut akan digelar selama dua hari, 5-6 November bertempat di Kampung Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta dengan berbagai kegiatan untuk menampilkan potensi tiap kampung, seperti atraksi seni dari Kampung Banjaroyo Kulonprogo, dan wayang sholawat dari Gunungkidul.

“Kami juga akan menggelar kenduri kampung karena budaya yang sempat ada di masyarakat tersebut kini sudah mulai dilupakan,” katanya.

Selain itu, kegiatan akan diisi dengan peluncuran motif batik Sidokabul sebagai motif batik dari Kampung Sorosutan, deklarasi rumah tanpa asap rokok serta ikrar pemuda pengawal kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berharap festival yang digelar tersebut mampu memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

“Kegiatan ini, rencananya digelar secara rutin satu tahun sekali. Tahun depan, Kampung Gilang Pandak Bantul akan menjadi tuan rumah festival,” katanya.

Republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 1 =