FAST BREAK – 4 OKTOBER 2020

FastBreak

Permudah Akses Menuju Taman Pintar II, Simpang Jalan Tegalturi Bakal Dinormalisasi

Seiring dengan realisasi Taman Pintar II di Giwangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun mulai mempersiapkan langkah normalisasi, untuk mempermudah akses masuk. Sejauh ini, simpang tiga di Jalan Tegalturi, menjadi prioritas untuk dinormalisasi. Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Windarto menilai, kawasan tersebut sangat perlu dinormalisasi untuk mengantisipasi masuknya bus berukuran besar ke Taman Pintar II. Ia menjelaskan, saat Taman Pintar II mulai beroperasi, maka banyak kendaraan besar seperti bus rombongan pelajar, atau lain sebagainya, yang datang berkunjung. Karena itu, akses masuk pun harus diatur dengan sedemikian rupa, supaya kedepannya tidak menjadi suatu kendala.

Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga Akhir Desember

Penghapusan denda untuk pajak kendaraan bermotor kembali diperpanjang sampai akhir Desember. Kebijakan ini diberlakukan sebagai bentuk keringanan akibat adanya pandemi Covid-19. Awalnya penghapusan denda untuk pajak kendaraan bermotor seharusnya berakhir pada 30 September. Meski demikian, kebijakan dari Pemerintah DIY memutuskan memperpanjang dan akan berlakuk hingga akhir Desember. Penghapusan denda dilakukan untuk memberikan kelonggaran kepada masyarakat karena dampak adanya pandemi Covid-19.

Memasuki Musim Penghujan, BPBD Bantul Siaga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul dan SAR terus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan adanya potensi bencana, menjelang memasuki musim penghujan. Tak hanya angin kencang, wilayah Bantul berpotensi terjadi tanah longsor dan banjir. Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan, Untuk titik rawan longsor di Bantul ada di Bukit Bintang, Srimulyo, Piyungan, Kedungpring, Wonolelo, dan Imogiri. Sedangkan potensi banjir, sejauh ini juga masih tinggi. Salah satunya di di Imogiri. Staf Pusdalops BPBD, Fatah Hidayat menambahkan, sebagai antisipasi adanya potensi bencana, pihaknya telah memasang Early Warning System (EWS) di beberapa titik rawan longsor dan banjir. Alat ini akan mengirimkan pesan pada nomor yang sudah ditentukan untuk memberitahukan jika memang potensi bencana mulai meningkat.

 

credit :

https://jogja.tribunnews.com/diy – https://jogjapolitan.harianjogja.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + ten =