Fast Break 5 September 2014 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis

djarum

Komitmen Djarum Foundation terhadap upaya peningkatan prestasi bulutangkis di Indonesia secara terus menerus dan kontinyu tidak perlu diragukan lagi. Demi mempertahankan supremasi olahraga tepok bulu di Tanah Air, Perkumpulan Bulutangkis (PB)  Djarum kembali mengelar proses seleksi pemain bertajuk “Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014” di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah,  Jumat – Minggu,  5 – 7 September 2014.

Menurut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dari tahun ke tahun animo peserta yang ingin menjadi pemain bulutangkis terus bertambah besar. Tahun ini jumlah pendaftar secara online melalui website www.pbdjarum.org yang masuk hingga tanggal 4 September tercatat lebih dari 1.800 peserta. Para peserta audisi umum ini berusia antara 10-15 tahun dari berasal dari Sabang sampai Merauke. Kelak para pemain yang lolos Audisi Umum ini akan berhak mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis.

“Seiring dengan tema Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 yaitu menyebarkan semangat bulutangkis ke seluruh pelosok Indonesia, audisi umum kali ini juga berupaya mengundang dan menjaring bibit unggul bulutangkis dari seluruh pelosok Tanah Air. Kita tahu bahwa sumber pemain berbakat itu datangnya dari berbagai pelosok di Tanah Air,” ujar Yoppy dalam jumpa pers di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (4/9) siang.

“Lihatkan Tontowi Ahmad berasal dari Sumpiuh, Banyumas (Jawa Tengah),  lalu Mohammad Ahsan dari Palembang (Sumatera Selatan), Liliyana Natsir dari Manado (Sulawesi Utara), Vita Marissa asal Jakarta, atau Praveen Jordan asal Bontang (Kaltim). Fakta ini menunjukkan bahwa bibit pebulutangkis andal bisa datang dari mana saja,” tambahnya.

Dituturkan Yoppy, ada yang sedikit berbeda dalam penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014. Kalau pada audisi-audisi umum sebelumnya para pemandu bakat hanya terfokus untuk menemukan bibit pemain tunggal berkualitas super, pada audisi umum kali ini, juga sekaligus akan mencari bibit-bibit pemain spesialis ganda berbakat.

Demi memaksimalkan agar tujuan tersebut bisa tercapai, selain para pelatih PB Djarum, sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia juga dilibatkan sebagai pemandu bakat. Nama-nama mantan pemain seperti Christian Hadinata, Lius Pongoh, Susi Susanti, Yuni Kartika serta sejumlah bekas pemain lain akan diterjunkan langsung untuk melihat dan memantau bibit-bibit pemain muda berkualitas super. Untuk audisi umum kali ini pelatih ganda PB Djarum, Antonius Budi Ariantho dan Rudy Gunawan Haditono juga akan melihat langsung potensi pemain di sektor ganda.

Bahkan, pelatih Richard Mainaky, juga bakal menyempatkan hadir untuk melihat langsung potensi atlet-atlet muda. Selain itu, pelatih ganda campuran bertangan dingin yang menukangi di Pelatanas Cipayung ini hadir dengan membawa atlet pelatnas seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, Praveen Jordan, dan Mohammad Ahsan. Para pemain nasional ini hadir semata-mata bukan hanya untuk memberikan tambahan motivasi kepada para bibit-bibit pemain, tetapi sekaligus untuk penyegaran dengan berlatih di Kudus.

“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ternyata lewat audisi umum ini juga sudah terlihat banyak potensi bibit pemain di sektor ganda. Karena kita ingin mencari bibit pemain dengan kualitas super, tidak ada salahnya para pelatih ganda PB Djarum turun untuk melihat bagaimana potensinya,” ujar Yoppy.

Menurut Team Manager PB Djarum, Fung Permadi, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 adalah upaya untuk menjaring pemain-pemain dengan bakat sempurna. “Seperti yang sudah kita lakukan pada tahun-tahun sebelumnya, kembali PB Djarum berupaya untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dengan kualitas terbaik, bukan kuantitasnya. Atlet yang tangguh, pantang menyerah, memiliki daya juang tinggi, dan bermental juara adalah kriteria pebulutangkis yang kami cari. Oleh karena itu, seperti pada Audisi Umum sebelumnya, proses seleksi kali ini dijamin juga akan berlangsung sangat ketat dan obyektif,“ ujar Fung Permadi, bekas pemain nasional ini.

Ditambahkan oleh Christian Hadinata, pelatih sekaligus Legenda Hidup PB Djarum,  lewat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014 ini, pihaknya memang terus berupaya menjaga tradisi layaknya sebuah mata air untuk terus melahirkan para Juara-Juara Dunia tanpa henti. Diutarakannya, sebenarnya pemain bulu tangkis itu sangat banyak, tetapi yang kelak bisa menjadi juara itu tidak banyak. “Untuk melahirkan juara dunia itu tidak gampang,” tegas Christian,juara  ganda putra All England 1972 dan 1973 bareng Ade Chandra, serta juara ganda campuran All England 1979 dan Juara Dunia 1980 bersama Imelda Wiguna.

Di Audisi Umum Djarum Beaisiswa Bulutangkis tahun 2014 ini. PB Djarum juga membuat booth-booth games virtual bulutangkis untuk membuat peserta lebih merasa lebih fresh dan  nyaman dengan di tengah kompetisi di Audisi Umum. Selain itu, untuk memotivasi para peserta diadakan juga talkshow motivasi dengan para legenda seperti Christian Hadinata, Lius Pongoh dan Susi Susanti. Peserta juga bisa berinteraksi dengan para bintang bulutangkis saat ini seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, M. Ahsan, Praveen Jordan dan Debby Susanto dalam meet and greet. Di acara malam apreasiasi malam para peserta Audisi Umum juga dihibur oleh para artis ibukota, seperti juara Idola Cilik, duo Bagas Difa dan band Changcuters.

Klub yang lahir di Kudus pada 1969 itu pada awalnya seperti mata air terus melahirkan pemain-pemain andal. Mereka yang dibina,  baik pada sentra pembinaan di Kudus maupun kemudian di Jakarta, telah ikut mengharumkan Indonesia. Dulu muncul nama-nama seperti Liem Swie King, Christian Hadinata, Heryanto, Kartono, Hadibowo, Hadiyanto, Hastomo Arbi. Kemudian diteruskan Rudy Gunawan, Eddy Hartono, Ardy B. Wiranata, Alan Budikusuma, hingga Hariyanto Arbi. Bahkan saat merebut Piala Thomas 1984, dari delapan pemain yang memperkuat tim Indonesia, tujuh di antaranya berasal dari klub PB Djarum.

Sederet pebulutangkis nasional pernah mengharumkan bangsa Indonesia di forum internasional, tak jarang merupakan hasil besutan PB Djarum. Di antaranya bisa disebut mulai dari era Liem Swie King, Christian Hadinata, Kartono/Heryanto, Hadiyanto, Alm. Hadibowo Sutanto, Ivana Lie, Hastomo Arbi, Eddy Hartono Arbi, Ardy B. Wiranata, Alan Budikusuma, Yuni Kartika, Yuliani Sentosa, Zelin Resiana, Budi Santoso, Antonius Budi Ariantho/Denny Kantono, Minarti Timur, Rudy Gunawan, Hariyanto Arbi sampai pada era Sigit Budiarto di tahun 2000-an. Menyusul berikutnya, Vita Marissa, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad dan Mohammad Ahsan pada era 2010-an. Selanjutnya masih ada Muhammad Rijal, Meiliana Jauhari, Shendy Puspa Irawati, Debby Susanto, Dionysius Hayom Rumbaka, Praveen Jordan, Gloria Emanuelle Widjaja, Edi Subaktiar, Melati Daeva, Ihsan Maulana Mustofa, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Muhammad Bayu Pangisthu, Rosyita Eka Putri Sari, dll.

kompas.com

======================================================================================

Menteri Agama Pastikan Rencana Pemindahan Makam Nabi Tidak Benar

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, rencana pemindahan makam Nabi Muhammad yang saat ini menjadi pertentangan adalah suatu hal yang tidak benar. Hal tersebut juga dibantah Duta Besar Arab Saudi di Indonesia Musthafa Ibrahim al-Mubarak.

“Jelas bahwa berita tentang pemindahan makam Nabi Muhammad itu tidak benar,” ujar Lukman, di Kementrian Agama, Kamis (4/9/2014).

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi, Kamis siang, Lukman menuturkan permasalahan rencana pemindahan makam Nabi Muhammad, yang mengakibatkan sejumlah tokoh dan pemuka agama Islam di Indonesia mengeluarkan pernyataan penolakan yang cukup keras.

“Untuk lebih jelas, maka klarifikasi yang paling pas adalah pemerintah Arab Saudi, melalui duta besar,” kata Lukman.

Dalam pembicaraan tersebut, menurut Lukman, Duta Besar Arab Saudi membantah sepenuhnya bahwa beredarnya isu tersebut berasal dari pemerintah Arab Saudi.

“Bisa jadi itu adalah fitnah yang tidak semestinya dipublish ke masyarakat,” ujar Lukman saat menirukan ucapan duta besar Arab Saudi.

Lukman mengatakan, Duta Besar Arab Saudi mengimbau agar masyarakat Indonesia, khususnya ormas dan pemuka agama Islam agar tidak terpancing emosi, dan mengetahui klarifikasi yang sebenarnya. Rumor pemindahan makam atas usulan seorang akademisi Arab Saudi itu muncul di media, antara lain di harian The Independent, yang kemudian dikutip sejumlah media lain.

Rumor pemindahan makam atas usulan seorang akademisi Arab Saudi tersebut, muncul di media Inggris “The Independent”, yang kemudian dikutip sejumlah media lain. Makam tersebut terletak di Masjid Nabawi, kota Madinah, Arab Saudi. Usulan itu menyebutkan bahwa jenazah Nabi Muhammad akan dipindahkan ke makam tak bertanda di pemakaman Al-Baqi di Madinah.

kompas.com

======================================================================================

Samsung Memperkenalkan Printer Android Pertama di Dunia

Samsung memperkenalkan printer Android pertama di dunia pada pameran IFA 2014 yang berlangsung di Berlin, Jerman hingga 10 September nanti. Tak tanggung-tanggung, Samsung merilis 10 printer sekaligus yang ditujukan untuk pasar Eropa.

Printer multi-fungsi yang dinamai Smart MultiXpress tersebut dirancang untuk konsumen dari kelas bisnis dan enterprise. Ia dapat dioperasikan secara independen tanpa tergantung pada PC.

Kesepuluh printer ini dilengkapi panel layar sentuh berukuran 10,1 inci yang bisa digunakan untuk melakukan pencarian dan pencetakan dokumen dari peramban web, email, peta, gambar dan konten lainnya secara langsung tanpa melalui PC atau server. Layar sentuhnya juga bisa digunakan untuk melihat pratinjau dokumen atau mengedit naskah.

Antarmuka Samsung Smart MultiXpress tak akan terasa asing bagi pengguna baru karena mirip dengan antarmuka smartphone dan tablet Samsung Galaxy. Oh ya, Anda juga dapat mencetak dokumen melalui smartphone atau tablet dengan cara menghubungkannya dengan Xmart MultiXpress melalui fitur NFC.

metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − two =