FAST BREAK – 6 AGUSTUS 2020

FastBreak

Ledakan di Beirut, Lebanon, Korban Tewas Bertambah Jadi 135 Orang

Korban tewas karena ledakan yang terjadi di ibu kota Lebanon, Beirut, bertambah menjadi 135 orang dengan 5.000 lainnya terluka. Kenaikan itu disampaikan langsung Menteri Kesehatan Hamad Hassan, di tengah upaya tim penyelamat terus mencari korban yang tertimbun reruntuhan gedung. Lebih dari 300.000 orang kehilangan rumah mereka, dengan keluarga terus melakukan pencarian terhadap kerabat mereka yang kemungkinan meninggal. Pemerintah Lebanon pun mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut, dengan kontrol keamanan dilakukan oleh militer. Presiden Michel Aoun menyatakan, ledakan itu disebabkan 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang bisa dipakai sebagai pupuk dan peledak.

Petugas Layanan di Sleman Boleh Tolak Warga yang Tak Pakai Masker

Pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman diminta untuk menjadi teladan dalam menerapkan protokol kesehatan. Seluruh pegawai diminta wajib memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekda Pemkab Sleman, Harda Kiswaya mengatakan Petugas pelayanan bahkan boleh menolak masyarakat yang tidak memakai masker saat mengakses layanan. Pemasangan tulisan “Area Wajib Masker” bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan, terutama di titik terdepan lokasi pelayanan. Dengan upaya tersebut, ia berharap penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sleman bisa ditekan.

Pengelola Wisata di Jogja Diminta Hindari Jabat Tangan Saat Menyambut Wisatawan

Dinas Pariwisata DIY mengimbau agar pengelola destinasi wisata untuk menghindari salaman dengan berjabat tangan. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menghindari terjadinya penularan Covid-19. Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan jika upaya tersebut adalah seiring dengan momentum pandemi Covid-19. Sementara itu, salam akan digantikan dengan Namaste. Namaste adalah gestur salam dengan menyatukan kedua telapak tangan dan mengarahkannya di dada. Lebih lanjut, untuk greeting kepada pengunjung maupun wisatawan sendiri Dinas Pariwisata akan mengambil unsur Bahasa Jawa. Upaya tersebut diharapkan agar dilakukan oleh pelaku pariwisata seiring dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 6 =