Fast Break 8 November 2016 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

30 Warga Gunungkidul Diserang Penyakit Campak

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit campak. Tanda-tanda seperti panas disertai warna merah pada kulit perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium. Sehingga bisa ditentukan apakah pasien tersebut menderita penyakit campak atau yang lain.

“Pasien yang diduga menderita campak perlu diambil sampel darahnya. Jika memang positip, tentunya segera dilakukan penanganan. Penyakit campak memang cukup dengan rubella, karenanya perlu dilakukan uji sampel darah. Khusus penyakit rubela berbahaya ketika menimpa ibu hamil,” kata Sekretaris Dinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty, Senin (07/11/2016).

Diungkapkan, sebenarnya imunisasi campak sudah diberikan ketika bayi berusia 9 bulan. Namun bisa kembali menyerang ketika berusia dewasa. Hal tersebut mengingat pemberian imunisasi campak tidak memberikan kekebalan seumur hidup. Munculnya campak memang perlu segera dilakukan penanganan. Jika tidak secepatnya ditangani, maka bisa menimbulkan penyakit komplikasi lainnya. “Seluruh puskesmas di Gunungkidul sudah mampu untuk melakukan uji laboratorium dan menangani penyakit campak,” ujarnya.

Dewi menuturkan, pada 2016 sampai awal November sudah terdapat 30 kasus campak. Penanganan dilakukan secara maksimal, sehingga tidak sampai menimbulkan penyakit lain atau komplikasi. Puskesmas serta kader kesehatan juga terus mensosialisasikan pencegahan penyakit termasuk campak di dalamnya. Melalui kegiatan tersebut, dimaksudkan untuk menekan dan mengatasi munculnya penyakit campak di masyarakat. “ Targetnya Gunungkidul tidak lagi ditemukan penyakit campak,” jelasnya.

Agar tubuh tidak mudah terserang penyakit, lanjut Dewi perlu menjaga kesehatan. Karena masuknya penyakit melalui virus tersebut lebih karena ketahanan tubuh yang lemah. Jika kondisi tubuh lebih sehat dan kuat, tentunya penyakit pembawa virus tersebut tidak mudah menyerang. Perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan dalam rangka mendukung kualitas kesehatan masyarakat di Gunungkidul.

krjogja.com

====================================================

Terminal Pulo Gebang Bakal Diresmikan Jokowi di Akhir Tahun

Terminal Terpadu Pulo Gebang akan diresmikan pada akhir tahun. Terminal terbesar di Indonesia itu rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo.

“Peresmian 20 Desember ini oleh Presiden. Selama ini Terminal Pulo Gebang belum beroperasi normal karena banyak fasilitas yang belum dilengkapi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Peresmian Terminal Pulo Gebang kerap tertunda karena banyak kendala. Seperti kerusakan sistem teknologi informasi (TI) dan rendahnya pengawasan terhadap terminal bayangan.

Sebenarnya, sejak 7 Juli lalu penumpang tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak bisa berangkat lewat Terminal Pulogadung atau Terminal Rawamangun. Seluruh bus tujuan tersebut harus melalui Terminal Pulo Gebang.

Namun, hanya ada 35 PO yang beroperasi di terminal yang diklaim terbesar se Asia Tenggara itu. Jauh dari target, yakni 250 PO.

“Lalu kios-kios enggak ada pembeli, jumlah pedagang berkurang, bahkan tutup. Jumlah kios bergantung pada pembeli, jumlah pembeli bergantung pada bus yang masuk, bus yang masuk sedikit,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Soni ini sudah menyiapkan kebijakan agar toko dan loket terisi penuh. Rencananya, Pemprov DKI akan memberikan insentif bagi pedagang. Soni juga meminta terminal bayangan ditertibkan agar seluruh PO dapat beroperasi di Terminal Pulo Gebang.

Salain itu, fasilitas rambu lalu lintas di Terminal Pulo Gebang masih minim. Soni yang menjabat Dirjen Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri memperkirakan, dibutuhkan anggaran Rp880 juta lagi untuk merevitalisasi semua fasilitas yang rusak.

“Butuh sekitar Rp880 juta lagi untuk memperbaiki itu semuanya, supaya ready,” kata Soni.

Peresmian terminal yang berdiri di atas lahan 15 hektare itu kerap mengalami penundaan. Penundaan Terminal Pulo Gebang pernah terjadi pada 23 Juni 2012, 27 Mei 2014, 6 Mei 2015, 3 Juni 2015, dan 18 Juli 2016.

metrotvnews.com

=========================================================

Pusat Riset Apple Diminta Dibangun di Luar Jawa

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan telah meminta perusahaan teknologi Apple untuk membangun pusat riset dan pengembangan software di luar Pulau Jawa.

Apple sendiri sudah dipastikan akan membangun pusat riset dan pengembangan software sebagai bentuk pemenuhan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Komitmen pembangunan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Selain itu, menurut Rudiantara, perwakilan Apple pusat juga telah menemuinya untuk bicara mengenai pusat riset dan pengembangan software itu. Dalam kesempatan inilah Apple mengatakan niatnya membangun di tiga lokasi di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu petinggi Apple dari luar update saya soal persiapan lokasi. Saya minta pada mereka untuk membangunnya tidak Jawa-sentris, tapi lebih Indonesia-sentris. Terserah mereka mau di mana,” terang Rudiantara saat ditemui KompasTekno usai peluncuran ponsel Luna, di Jakarta, Senin (7/11/2016).

“Mereka minta satu di Jakarta, ya tidak apa-apa. Pertama di Jakarta harus riil dulu, nanti berikutnya harus Indonesia-sentris,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Rudiantara, Apple masih mengurus komitmen investasi pusat riset dan pengembangan itu dengan Kemenperin. Targetnya ketika aturan TKDN 30 persen berlaku pada 2017, sudah ada komitmen yang jelas mengenai wujud investasi tersebut.

Sebelumnya, Kemenperin mengatakan bahwa Apple mendirikan tiga pusat riset dan pengembangan software di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat itu bahkan telah menyiapkan dana sebesar 48 juta dollar AS atau sekitar Rp 626 miliar untuk mewujudkannya.

Saat investasi tersebut diwujudkan, Apple akan dianggap telah memenuhi TKDN melalui komitmen investasi dan diperbolehkan menjual gadgetnya dalam spesifikasi 4G. Besaran TKDN untuk nilai investasi total di atas Rp 550 miliar adalah 30 persen.

Aturan TKDN sendiri akan mulai efektif berlaku pada 1 Januari 2017 mendatang. Isinya meminta produsen ponsel mencapai nilai TKDN 30 persen sebagai syarat diperbolehkan berjulaan gadget 4G di Indonesia.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =