Fast Break 9 Februari 2016 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

nasa

NASA Kurung 4 Astronaut Demi Misi Memburu Asteroid

Badan antariksa NASA berencana untuk mengurung empat manusia di dalam kapsul kecil selama 30 hari yang bertujuan untuk memahami situasi ketika mereka hidup bersama-sama di dalam ruang yang sempit.

NASA awalnya mengungkapkan bahwa empat ilmuwan tersebut akan dikurung di dalam sebuah ‘rumah’, namun berdasarkan foto yang diunggah badan antariksa AS itu, rumah yang dimaksud tentu sangat kecil. Memang lebih pantas disebut sebagai kapsul.

“Empat penghuni kapsul ini tidak akan keluar selama 30 hari. Komunikasi mereka dengan dunia luar akan sangat terbatas dan tidak akan diberi akses Internet,” tulis NASA di dalam web resminya.

Menurut NASA, eksperimen ini mensimulasikan misi penjelajahan asteroid Near-Earth yang rencananya berlangsung selama 715 hari.

Nah, empat ilmuwan ini akan menjalani aktivitas serupa agar mengetahui apa yang akan terjadi selama perjalanan, saat berada di lokasi asteroid, dan perjalanan kembali ke Bumi.

Dalam eksperimen mengurung empat ilmuwan ini akan menjalankan 19 macam investigasi, termasuk efek psikologis terhadap empat awak.

NASA kembali menjelaskan, “simulasi ini tetap mewakili proses komunikasi mereka dengan pengendali misi yang cukup lambat sebagaimana mereka sudah berada di antariksa, yakni dalam rentang waktu 1 sampai 10 menit. Keempat awak kami juga akan melakukan misi spacewalk virtual saat mereka sudah tiba, yaitu ketika mereka memeriksa asteroid dan mengumpulkan sampel.”

Keempat ilmuwan ini hanya boleh berbicara dengan satu sama lain serta pengendali misi atau mission control. Terkesan sangat menyiksa, apalagi tahu bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) saja dilengkapi oleh hiburan film dan akses ke media sosial.

cnnindonesia.com

=====================================================

Aturan Baru MotoGP Akibat Insiden Rossi-Marquez

Insiden yang melibatkan Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam seri MotoGP di sirkuit Sepang, Malaysia, pada musim lalu telah membuat perubahan.

Seperti dilansir Crash.net, akibat dari insiden itu terjadi pemisahan peran untuk Race Direction. Dorna–penyelenggara MotoGP–tak akan memiliki peran lagi dalam Race Direction.

Pada akhir musim lalu keputusan Race Direction terhadap Valentino Rossi usai GP Sepang disinyalir terpengaruh pula oleh kehadiran Dorna.

Dalam pertemuan Komisi Grand Prix yang dihadiri FIM, Dorna, MSMA, dan IRTA diputuskan panel dari Race Direction tak akan lagi melibatkan Dorna.

“Setelah insiden pada akhir tahun lalu, kami, Dorna memutuskan tidak akan lagi terlibat dalam komite yang akan menetapkan penalti bagi pebalap atas setiap pelanggaran atas kode olahraga saat balapan,” ujar CEO Dorna Carmelo Ezpeleta seperti dikutip dari situs resmi MotoGP (www.motogp.com).

Dengan demikian, panel baru dari Race Direction akan terdiri atas Race Director Mike Webb ditambah lagi dua orang dari FIM. Presiden FIM Vito Ippolito mengatakan keputusan memisahkan antara Race Direction dan juga juri, serta panel adalah untuk membiarkan pengelolaan balap lebih bertanggung jawab.

“Kami ingin membiarkan mereka untuk bebas mengelola balap tetapi tidak melibatkan mereka lagi dalam tugas memberi hukuman kepada pebalap. Itu memerlukan lebih banyak waktu dan dedikasi spesial,” kata Ippolito seperti dikutip dari Crash.

Sebelum keputusan ini didapat, Race Direction MotoGP terdiri atas Mike Webb yang mewakili IRTA, Franco Uncini dari FIM, Javir Alonso dari Dorna, dan Loris Capirossi sebagai perwakilan pebalap dan penasihat ahli.

cnnindonesia.com
==================================================

Lombok, Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia

Lombok telah mengukuhkan diri sebagai destinasi World Best Halal Tourism dan World Best Halal Honeymoon yang diterima dari ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition yang diumumkan di Uni Emirat Arab (UEA) pada 2015 lalu.

Hal tersebut dijelaskan Lalu M fauzal, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat kepada KompasTravel, Minggu (7/2/2016).

“Kami sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung wisata halal di Lombok. Contohnya adalah menyiapkan tempat tempat ibadah serta kuliner yang bersertifikat halal. Kami bekerja dengan MUI untuk memberikan label hahal untuk kuliner yang ada di Lombok. Dan ini sudah diatur dengan Pergub,” jelas Lalu M Fauzan.

Ia menjelaskan, dengan branding wisata halal, bukan berarti yang tidak halal dilarang, tetapi akan tetap berdampingan. Ia mencontohkan jika ada wisatawan yang memerlukan kebutuhan yang non halal bisa saja memesan pada restoran atau hotel. Hanya saja tidak akan tercantum pada menu makanan.

“Selain itu kamu juga memghimbau pengelola restoran dan rumah makan atau destinasi wisata lainnya untuk memberikan kebutuhan tempat ibadah sehingga tidak kesulitan jika akan beribadah. Yang konvensional masih bisa berjalan seperti biasa. Nanti akan dipisah,” ungkapnya.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + eighteen =