Fast Break 9 Maret 2016 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: Fast Break

Masjid At-Tin di TMII Dipadati 5 ribu Jemaah Salat Gerhana

Ini-Dia-5-Fakta-Seputar-Masjid-At-Tin-yang-Menarik-untuk-Diketahui

Sekitar lima ribu warga terlihat memadati Masjid Agung At-Tin, Jakarta, untuk menunaikan salat kusuf dan menyaksikan fenomena gerhana matahari total (GMT) pada Rabu (9/3) pagi.

“Ada sekitar lima ribu orang. Sejak pukul 06.00 WIB sudah banyak orang yang datang,” ujar petugas keamanan Masjid At-Tin, Cut Rahmatia, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Salat gerhana matahari di masjid yang terletak di wilayah Taman Mini Indonesia Indih (TMII) itu dipimpin oleh imam Solehudin dan khotib Syarif Hidayatullah.

Walau solat kusuf bersama sudah selesai dilaksanakan, jumlah warga di Masjid At-Tin terus bertambah.

Selesai salat kusuf, ribuan masyarakat menyaksikan terjadinya gerhana matahari di halaman Masjid At-Tin.

Fenomena GMT melewati sekitar 12 provinsi di Indonesia. Sedangkan Jakarta hanya kebagian gerhana matahari parsial.

Ketertutupan matahari di Jakarta mencapai 88.74 persen, sekitar pukul 06.19 WIB tadi, bulan dan matahari sudah mulai bersinggungan dan mengakibatkan beberapa daerah menjadi gelap.

Gerhana total di Jakarta terjadi pada pukul 07.21 WIB sampai pukul 08.31 WIB nanti, fenomena GMT di Jakarta telah usai saat ini.

cnnindonesia.com

—————————————————————————————————————————————–

E-Government di Bantul Terus Ditingkatkan

Untuk meningkatkan kesadaran pemanfaatan teknologi informasi bagi pelayanan publik dan meningkatkan potensi masyarakat di Bantul, Kantor Pengolahan Data Telematika (KPDT) Bantul menggelar workshop TI bagi para pejabat di Bantul pada Selasa (8/3/2016).
Kepala KPDT Bantul, Sri Budoyo mengungkapkan pemda memiliki tanggungjawab pelayanan dalam berbagai hal, dalam bidang TI layanan yang diberikan pemda menurutnya bisa memberika masyarakat untuk berkembang dan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
“Baik untuk pengetahuan atau bisnis, pemda sudah gunakan IT untuk memfasilitasi masyarakat,” katanya.
Fasilitasi yang dilakukan pemda Bantul dalam bidang IT menurutnya seperti dalam pengembangan usaha, pemgembangan pemasaran kerajinan di Bantul, sistem informasi untuk pusat pariwisata dan kuliner di Bantul, serta lainnya.
Dalam sisi e-government, menurutnya semua desa atau 75 desa di Bantul sudah difasilitasi dalam hal sistem informasi desa (SID). Pihaknya juga terus memperkuat SDM di desa agar bisa memanfaatkan TIK untuk meningkatkan pelayanan.
“E government akan mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan masuarakat secara online di berbagai sektor,” tuturnya.
Bupati Bantul, Suharsono mengungkapkan dengan adanya E-government akan terjalin hubungan yang efektif bersoh dan transparan antar pemda Bantul, desa, masyarakat, dan pelaku bisnis.
“Dengan harapan di Bantul dapat diwujudkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

tribunjogja.com

—————————————————————————————————————————————–

7 juta Wajib Pajak Ditargetkan Lapor SPT Online Tahun Ini

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan kenaikan jumlah wajib pajak (WP) yang melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) secara online melalui e-filling menjadi 7 juta WP dari tahun lalu yang hanya mencapai 2,5 juta. Peningkatan target tersebut dengan asumsi jumlah WP tahun ini bertambah dari 27 juta menjadi 36 juta WP.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Ditjen Pajak Mekar Satria Utama mengatakan berbekal sosialisasi pelaporan SPT secara online dua tahun belakangan ini, DJP menargetkan adanya peningkatan kesadaran para WP dalam melaporkan SPT secara online.

“Target 7 juta berusaha kita penuhi,sampai dengan hari ini baru masuk 800 ribu e-filing SPT. Masih ada waktu bagi kita,” ujar Satria di kantornya, Jakarta, Selasa (8/3).

Dari sosialisasi itu, kini Ditjen Pajak optimistis tingkat penyampaian SPT PPh orang pribadi di 2016 bisa mencapai 72,5 persen dari total wajib pajak terdaftar yang wajib melaporkan SPT.

Satria mengatakan, tahun lalu target pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi dan badan hanya 70 persen dari 18,16 juta wajib pajak. Tapi realisasinya hanya ada 10,2 juta wajib pajak atau 56 persen saja yang lapor SPT. Dengan adanya layanan elektronik e-filing diharapkan dapat membantu masyarakat menyerahkan SPT.

Tahun ini, tugas para fiskus akan sedikit teringankan oleh surat Menteri PAN RB yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) pakai e-filing. Dengan imbauan tersebut diharapkan ada 4-5 juta WP yang melaporkan SPT melalui e-filing.

Kewajiban e-filing juga mulai berlaku bagi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di seluruh Indonesia mulai tahun ini.

Tak hanya itu DJP juga akan mengincar kerjasama dengan lembaga keuangan yang memiliki jumlah nasabah banyak untuk mensosialisasikan e-filling

“Senjatanya sekarang ada para aparatur negara, TNI, Polri, PNS harus pakai e-filling. Lalu masuk ke yang punya nasabah banyak seperti BPJS, Taspen dan BUMN, OJK dan BI. Ini sudah kita kontak dan kita hubungi mudah-mudahan WP baru bisa mengikuti cara-cara e-filing,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut, tingkat kepatuhan wajib pajak Indonesia masih rendah. Ini tercermin dari rasio pajak (tax ratio) yang masih di bawah 11 persen. Idealnya, tax rasio Indonesia sudah mencapai 14 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × two =