FastBreak 10 Maret 2015 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Lion Air Terancam Tak Dapat Izin Terbang

lion

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan meminta Manajemen Lion Air menyerahkan revisi laporan terkait keterlambatan penerbangan pada pertengahan Februari lalu untuk dianalisis kembali kelayakannya.

Direktur Angkutan Udara Kemenhub Mohammad Alwi di Jakarta, Senin, mengatakan jika minggu ini tak kunjung diserahkan, maka Lion Air tidak akan mendapatkan izin rute tambahan. “Minggu ini harus revisi, jika belum dijawab tidak akan diberikan penambahan rute, rute yang tidak valid tidak akan diperpanjang,” katanya.

Alwi mengatakan sebetulnya maskapai milik salah satu Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana itu telah menyerahkan laporan awal pekan lalu, tetapi masih terdapat aspek yang harus direvisi.

Aspek-aspek itu di antaranya sisi teknis, operasi, penjadwalan, kesiapan pesawat dan persiapan perencanaan untuk pengoperasioan penerbangan, SDM, termasuk juga prosedur yang terkait untuk penanganan keterlambatan. “Supaya tidak terulang kembali di dalam suatu pengoperasian pesawat, sehingga terjadi delay,” katanya.

antaranews.com

======================================

Pemkot Yogya Wacanakan Kenaikan Tarif Parkir Mobil 200 Persen

Menanggapi perintah dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X terkait penertiban lalu lintas di Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta pun mewacanakan untuk menaikkan tarif parkir mobil di Kota Yogyakarta hingga 200 persen.

Haryadi Suyuti mengatakan kenaikan tarif parkir mobil yang diwacanakan hingga 200 persen ini pada tahap awal tidak akan diberlakukan di semua wilayah, melainkan zona-zona padat yang akan diprioritaskan.

“Kalau tarif parkir mobil dinaikkan hingga 200 persen, maka tarifnya bisa mencapai sekitar Rp5 ribu – Rp6 ribu. Nah akan dikaji kembali apa yang bisa didapat dari tarif parkir segitu, tentu konsekuensinya harus ada peningkatan fasilitas parkir. Seperti misalnya pelayanan dan keamanan,” kata Haryadi, Senin (9/3/2015).

Selain itu, lanjut Haryadi, dengan adanya wacana kenaikan tarif parkir mobil tersebut maka penindakan keberadaan parkir-parkir liar akan lebih tegas. Denda yang diberlakukan pun akan lebih banyak, mengikuti kenaikan tarif parkir mobil.

Menurut Haryadi, adanya wacana kenaikan tarif parkir mobil ini merupakan dampak dari rendahnya jangkauan transportasi publik di Kota Yogyakarta. Sehingga masyarakat pun lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Maka kenaikan tarif parkir menjadi hal yang bisa dijadikan pertimba‎ngan, khususnya untuk roda empat. Saat ini berapa tepatnya besaran tarif baru dihitung. Nantinya kenaikan tarif harus progresif, tapi dengan tetap menggunakan logika ekonomi,” ujar Haryadi.

tribunnews.com

===========================================

Pemerintah Bangun 3.258 Kilometer Rel Kereta di Luar Jawa

Kementerian Perhubungan memasang target untuk membangun 3.258 kilometer rel kereta api di luar Jawa pada 2015-2019. Pembangunan jalur kereta itu akan dilakukan di koridor Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko mengatakan percepatan pembangunan jalur kereta api di Sumatera dilakukan dengan menghubungkan jaringan kereta yang sudah ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. “Selain itu, Kementerian akan melanjutkan pembangunan jalur kereta api di Aceh, khususnya Lhokseumawe-Bireuen,” ucapnya dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 9 Maret 2015.

Di Sulawesi, pembangunan jalur kereta api trans-Sulawesi di dilakukan dengan mengembangkan jaringan kereta api baru di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Pengembangan jalur baru juga dilakukan di jalur trans-Kalimantan yang menghubungkan empat provinsi di pulau tersebut serta trans-Papua dengan mengembangkan jalur kereta api di Papua Barat.

Dalam rencana strategis itu, jalur kereta api ditargetkan bisa mengakses 13 bandara dan 20 pelabuhan. Saat ini jumlah bandara yang bisa diakses kereta hanya dua, yaitu Kualanamu, Medan; dan Adi Sucipto, Yogyakarta. Sedangkan jumlah pelabuhan yang saat ini dapat akses kereta ada lima.

Hermanto mengatakan program strategis itu sebenarnya dibuat Kementerian Perhubungan untuk 2010-2030. “Namun, karena presiden baru, program strategis ini dibuat untuk 2015-2019,” ucapnya.

tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =