FastBreak 11 Agustus 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Gelombang Perairan Selatan Jateng-DIY Mencapai Lima Meter

gelombang

 Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap memprakirakan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpeluang mencapai 5 meter.

“Gelombang tinggi tersebut terjadi akibat pengaruh angin kencang yang bertiup di atas wilayah perairan dan cenderung searah. Kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga dua hari ke depan,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, di Cilacap, Minggu.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Minggu (10/8), pukul 19.00 WIB, hingga Selasa (12/8), pukul 19.00 WIB.

Tinggi gelombang mencapai 3-4 meter dengan kecepatan angin 5-20 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara berpeluang terjadi di pantai selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.

Sementara tinggi gelombang 3,5-5 meter dengan kecepatan angin 10-25 knots yang bertiup dari arah timur hingga tenggara berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Cilacap hingga Yogyakarta.

“Kami telah menginformasikan peringatan dini gelombang tinggi tersebut kepada seluruh pengguna jasa kelautan yang ada di Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta,” katanya.

Ia mengatakan, tinggi gelombang 5 meter dapat membahayakan pelayaran khususnya kapal nelayan berukuran kecil dan tongkang pengangkut batu bara.

Ia mengimbau nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil untuk berhati-hati saat melaut karena gelombang tinggi dapat datang setiap saat.

Selain itu, kata dia, wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jateng dan DIY diimbau untuk tidak berenang terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas.

Menurut dia, angin kencang juga berpotensi terjadi di daratan khususnya wilayah pesisir selatan Jateng-DIY dengan kecepatan 5-40 kilometer per jam yang bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.

“Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Jateng bagian selatan berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang yang kadang disertai petir pada pagi dan malam hari,” katanya.

tribunjogja.com

================================================================================

870 Personil Polda DIY Dikerahkan, Amankan Pelantikan DPRD Baru

Jajaran Polda DIY menyiapkan 870 personil untuk mengamankan jalannya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten dan kota di wilayah Yogyakarta.

AKBP Anny Pujiastuti, Kepala Bidang Humas Polda DIY, mengatakan pengamanan dilakukan di masing-masing wilayah kabupaten dan kita di Yogyakarta. Pelaksanaan pebgamanan akan mengikuti jadwal pelantikan di tuap wilayah.

“Pengamanan yang dilakukan untuk mengamankan jalannya tahapan Pengucapan Sumpah Janji anggota DPRD kabupaten/kota. Pelaksanaannya sesuai jadwal masing-masing daerah, yakni 11 Agustus untuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul; 12 Agustus untuk wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo; 13 Agustus untuk wilayah Kabupaten Bantul,” ungkapnya, Minggu (10/8).

Menurutnya personil yang disiagakan terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Preemtif, Prefentif, Penindakan dan Penegakan Hukum, serta Bantuan Operasional. Pengamanan yang dilakukan Polda tersebut akan memperkuat pengamanan dari masing-masing Polres dan Polresta sebesar 2/3 (dua per tiga) kekuatan.

“Selain itu, pengamanan juga melibatkan intansi terkait seperti TNI dan Satpol PP,” paparnya.

Anny menambahkan, dengan upaya pengamanan yang dilakukan oleh Polda DIY tersebut, diharapkan kondisi dan situasi akan menjadi tetap kondusif. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk berperan serta menyukseskan jalannya tahapan pesta demokrasi tersebut dengan ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Bagaimanapun upaya yang dilakukan oleh Polda tidak akan terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas,” tukasnya.

tribunjogja.com

================================================================================

Pemkot Siap Gelontorkan Dana 1, 38 M Untuk Kampung Ramah Anak

Memasuki tahun keempat pengembangan kampung ramah anak di Kota Yogyakarta, Pemkot Yogyakarta menyiapkan bantuan dana untuk 69 kampung ramah anak di Kota Yogyakarta. 69 kampung ramah anak tersebut siap digelontor dana sebesar Rp 1,38 miliar.

Menurut Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta, Lucy Irawati selain untuk 69 kampung yang sudah ada, bantuan dana juga akan dikucurkan kepada kampung ramah anak yang akan dikembangkan. Namun kampung tersebut harus mengajukan terlebih dahulu permohonan untuk dikembangkan.

“Saat ini ada 69 kampung ramah anak yang sudah terbentuk di Kota Yogyakarta. Sedangkan untuk kampung yang masuk kategori pengembangan ada 11 kampung,” kata Lucy, Minggu (10/8).

Adapun bantuan yang akan digelontorkan untuk kampung yang sudah terbentuk sebesar Rp 20 Juta dan untuk yang pengembangan jika mengajukan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 Juta. Menurut Lucy saat ini tahapan dari bantuan dana tersebut masih dalam tahap pencairan.

Kampung ramah anak sendiri dibentuk dengan basis rukun warga (RW) dan apabila ada wilayah yang ingin membentuk kampung ramah anak bisa mengajukan pembentukan ke KPMP Kota Yogyakarta. Dimana akan ada indikator yang digunakan untuk pembentukan kampung ramah anak, Pemkot Yogyakarta sendiri telah mengatur hal tersebut dalam 61 aspek.

61 Aspek tersebut terbagi dalam beberapa hal seperti komitmen wilayah, hak sipil dan kebebasan untuk anak, lingkungan, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, keluarga dan pengasuhan alternatif, pendidikan, hak perlindungan khusus, budya dan sarana dan prasarana. Untuk kampung ramah anak di Kota Yogyakarta, Pemkot mengawali pada tahun 2011, saat itu ada dua kampung ramah anak yang dibentuk, yakni di Badran, Jetis dan Sudagaran, Umbulharjo.

Pembentukan kampung ramah anak tersebut kemudian terus berjalan di tahun-tahun berikutnya dimana pada 2012 ada 12 kampung dan pada 2013 ada 32 kampung. Sementara itu kampung ramah anak juga dibagi dalam berbagai tingkatan tersendiri yakni pratama, madya, nindya dan kampung yang benar-benar bisa dan layak disebut dengan kampung ramah anak.

“Sebagian besar yang ada di Kota Yogyakarta masih dalam tingkatan madya. Meskipun begitu ada pula yang sudah masuk dalam tingkatan nindya,” kata Lucy.

Terkait dengan evaluasi, tidak ada evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun Lucy mengklaim bahwa kondisi kampung ramah anak yang ada di Kota Yogyakarta dalam kondisi yang baik dan akan terus berkembang lagi. “Tidak ada evaluasi dari pusat, namun untuk kota Yogyakarta kondisinya baik dan bisa terus berkembang,” jelasnya.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + twelve =