FastBreak 12 Agustus 2014 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Polda DIY Masih Dalami Munculnya Bendera ISIS di Bantul

isis

Polda DIY hingga Senin (11/8/2014) masih mendalami motif munculnya delapan bendera gerakan Islamic States of Iraq and Syiria (ISIS) di Kecamatan Pandak, Bantul, pekan lalu.

“Kami masih dalami, belum bisa dipastikan motifnya apa. Mungkin terpengaruh karena tulisannya kan bagus, bahasa yang islami,” kata Kapolda DIY Brigjen Pol Oerip Soebagyo usai menghadiri syawalan dengan Pemda DIY di Kepatihan, Senin (11/8) malam.

Warga dan kepolisian setempat lantas menurunkan bendera itu pekan lalu. Namun, kepolisian belum menyeretnya ke ranah hukum karena belum ada bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan. “Baru ada wawancara saja yang terkait tindakan itu, termasuk kepada warga sekitar yang ikut menurunkan,” jelas Kapolda.

Selain di Bantul, Polda DIY hanya menerima laporan adanya corat-coret lambang ISIS yang dilakukan oleh anak-anak di Ngampilan, Yogyakarta. “Belum ada laporan baiat dan tidak ada pengiriman orang ke luar negeri,” ungkap pengganti mantan Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana ini.

Kendati demikian, Polda DIY mewaspadai penyebaran ISIS melalui kelompok-kelompok radikal kecil di DIY. Kelompok itu dianggap potensial terpengaruh dengan paham ISIS. Terbukti, Sabtu (9/8), Densus 88 akhirnya menangkap Ketua Harian Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) Afif Abdul Majid karena diduga mendukung ISIS.

Meskipun, Polri seperti dilansir Kompas.com menegaskan bahwa penangkapan Ustaz Afif dikarenakan keterlibatannya dalam kegiatan teroris Ubaid di Aceh pada 2010, bukan karena mendukung ISIS.

“Kami waspadai kelompok radikal kecil-kecil itu. Ada nggak jaringan JAT ini yang masuk Yogya,” terang Oerip.

Kapolda DIY maupun jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DIY lainnya sepakat menolak ISIS di DIY. Mereka meminta agar masyarakat berperan aktif dengan mewaspadai berbagai bentuk propaganda ISIS yang mungkin muncul di berbagai media termasuk media sosial.

tribunjogja.com

================================================================================

Balikpapan, Kota Paling Layak Huni di Indonesia

Balikpapan, Kalimantan Timur, tampil sebagai kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia. Berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index yang dilansir Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP), kota ini memiliki nilai di atas rerata secara nasional.

Kota Balikpapan unggul dalam aspek tata kota dan pengelolaan lingkungan dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang disurvei IAP berdasarkan persepsi masyarakat. Kota terbesar kedua di Kalimantan Timur ini mengalahkan Yogyakarta yang selama dua kali berturut-turut yakni tahun 2009 dan 2011 tampil sebagai kota ternyaman.

Sementara enam kota lainnya yang masuk dalam kategori kota paling nyaman dan layak huni adalah Solo, malang, Yogyakarta, Makassar, Palembang, dan Bandung.

Ketujuh kota tersebut, menurut IAP, merupakan kota yang memiliki index persepsi di atas rerata dan memenuhi kriteria sebagai berikut, ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan fasilitas rekreasi, kualitas fasilitas rekreasi, ketersediaan energi listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas air bersih.

Kriteria lainnya adalah kualitas jaringan telekomunikasi, ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat aksesibilitas tempat kerja, tingkat kriminalitas, interaksi hubungan antarpenduduk, informasi pelayanan publik, dan ketersediaan fasilitas kaum difabel.

Ketua Umum IAP, Bernardus Djonoputro, menjelaskan, survei Indonesian Most Livable City Index merupakan persepsi masyarakat. Menurut dia, penentuan kota nyaman ini berdasarkan 27 indikator yang ditentukan sebelumnya. Sementara itu, jumlah responden dalam survey ini berjumlah 1.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Survey ini memiliki margin error sebesar 2 persen dan dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Keberadaan index tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan pemeringkatan kota yang lebih baik, namun index ini dimaksudkan mengukur kualitas kehidupan warga kota dan dimaksudkan untuk melakukan identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada masing-masing kota berdasarkan persepsi warga.

kompas.com

================================================================================

Timnas Indonesia U-21 kalah 0-4 atas Mauritania U-20

Timnas Indonesia U-21 akhirnya menyerah dari Mauritania U-20 dengan skor 0-4 pada turnamen COTIF L’Alcudia International 2014 di Valencia, Spanyol, Selasa (12/8) dini hari WIB.

Memasuki menit-menit awal babak pertama, Mauritania memberikan tekanan penuh kepada skuat muda Garuda. Beberapa kali tim asuhan Rudi William Keeltjes itu mendapat berbagai ancaman dari serangan-serangan berbahaya dari para penggawa Mauritania.

Indonesia U-21 mulai kecolongan gol pada menit ke-24. Gol itu tercipta setelah memanfaatkan kesalahan dari penggawa Indonesia Rudolof Yanto Basna yang tidak bisa menguasai bola dengan baik. Akhirnya El Kory Mohamed Vall memanfaatkan kesalahan itu dan langsung mencetak gol. Skor menjadi 1-0.

Selang tiga menit kemudian, Mauritania kembali menambah keunggulan. wasit memberikan tendangan bebas di luar kotak penalti untuk Mauritania akibat kesalahan dari penggawa Indonesia.

Pemain bernomor punggung 10, Mourad Abdellah memanfaatkan peluang itu dengan baik dengan menyarangkan gol ke arah sudut kiri gawang. Skor berubah menjadi 2-0.

Hingga turun minum, Mauritania unggul sementara 2-0.

Memasuki babak kedua, Indonesia U-21 mencoba membangun serangan namun tetap saja Mauritania mampu mengunci permainan skuat muda Garuda.

Mauritania akhirnya menambah gol pada menit ke-42. Gol itu tercipta lewat sundulan pemain bernomor punggung 9, Gueye Youssouf.

Pada menit ke-65, Indonesia kembali kebobolan lewat sepakan keras Mokhtar Sidi. Melalui tendangan keras pemain bernomor pungung empat di luar kotak penalti itu tidak bisa dihalau kiper Indonesia. Skor tetap bertahan 4-0 hingga berakhirnya babak kedua.

metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 3 =