FASTBREAK 14 MARET 2018

FastBreak

Pemerintah Lakukan Moratorium Perekrutan Sopir Taksi Online

Pemerintah melarang taksi online merekrut sopir taksi online baru. Hal itu karena telah melebihi kuota yang ada. Selain itu moratorium diberlakukan guna menjaga kemampuan pembayaran kredit pengemudi taksi online.

Keputusan ini diambil oleh Kementerian Perhubungan dan instansi terkait pada 12 Maret 2018. Moratorium berlaku di semua provinsi tanpa batas waktu yang jelas. Saat ini dalam satu perusahaan penyedia aplikasi taksi online terdapat mitra 175 ribu kendaraan di wilayah Jabodetabek. Angka ini melebihi kuota sebesar 36.510 kendaraan.

Moratorium akan ditinjau kembali dengan melihat permintaan konsumen atas layanan taksi online.

======================================================================

Siswa yang Ujian di Lapas dan RS Disediakan Soal Remote

Disdikpora DIY akan menyediakan soal yang didapatkan dengan sistem remote bagi peserta Ujian Nasional (UN) yang berada di Rumah Sakit dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Meski demikian, belum ada sekolah baik jenjang SMP maupun SMA yang menyampaikan permohonan soal remote ke Disdikpora DIY.

Kasi Perencanaan Pendidikan Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY Bahtiar Nurhidayat menjelaskan pemerintah sepenuhnya memberikan layanan terbaik kepada siswa untuk mendapatkan haknya mengikuti UN baik bagi mereka yang sakit maupun sedang berurusan hukum. Meskipun sekolah memiliki fasilitas lengkap sekalipun tidak diperbolehkan, siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit difasilitasi dengan komputer untuk mengikuti UNBK. Melainkan harus mengerjakan soal secara manual menggunakan kertas atau dikenal dengan soal remote.

“Disebut soal remote karena, proses mendapatkan sampai di-print out itu sepenuhnya dipantai pusat, di-remote dari pusat, ditentukan waktunya kapan harus diunduh untuk di-print. Jadi tidak boleh membawa server ke rumah sakit misalnya,” terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (13/3/2018).

Ia menambahkan, proses mengunduh soal dilakukan langsung oleh proktor di setiap sekolah dengan waktu sekitar 60 menit sebelum pelaksanaan UN. Setelah berhasil diunduh kemudian di-print dan dibawa ke peserta UN di Lapas dan rumah sakit untuk dikerjakan secara manual. Adanya jeda yang relatif pendek antara pemberian izin mengakses soal dengan waktu pelaksanaan UN, tujuannya untuk mencegah terjadinya kebocoran soal.

“Itu soal khusus, tidak mestinya jatah siswa lain [UNBK] terus diprint, nggak bisa. Tetapi itu soal khusus yang disiapkan untuk diprint bagi peserta yang menjalani UN di rumah sakit atau Lapas,” imbuh dia.

Setelah selesai dikerjakan, hasilnya pun tidak di-scan, namun cukup difoto dengan ponsel untuk dikirim ke petugas proktor untuk kemudian dikirim kepasa petugas yang ada di pusat. Kemudian petugas di pusat yang akan melakukan scan atau proses koreksi terhadap soal tersebut.

Ia memastikan sekolah harus membuat laporan ke pusat guna mendapatkan soal remote untuk siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit. Meski demikian, Bahtiar menyatakan, hingga pekan kedua bulan Maret 2018 belum ada permintaan soal remote. Sehingga belum diketahui jumlah siswa yang akan menjalani UN di Lapas maupun rumah sakit.

harianjogja.com

=============================================================

Sleman Kini Punya Wadah untuk Komunitas dan Pelaku Industri Kreatif

Kabupaten Sleman sekarang punya Sleman Creative Space. Tempat itu merupakan wadah yang menyediakan fasilitas bagi beragam komunitas atau pun pelaku industri kreatif yang ada di Sleman.

Sleman Creative Space yang berada di kompleks Taman Kuliner Condongcatur, Kecamatan Depok itu baru selesai dibangun. Menurut Ketua Creative Sleman Communtiy yang juga merupakan pengelola tempat tersebut, Susilo Dwi Murwanto mengatakan bahwa Sleman Creative Space terbuka bagi seluruh komunitas atau pun pelaku industri kreatif.

“Harapannya tempat ini [Sleman Creative Space] menjaadi wadah bagi berbagai komunitas dan pelaku industri kreatif di Sleman untuk berkreasi dan berjejaring,” kata dia, Selasa (13/3/2018).

Untuk saat ini ada berbagai unsur yang telah menjadi anggota di Sleman Creative Space. Tercatat ada sekitar 69 anggota yang terdiri dari studio animasi, universitas, SMK, lembaga pelatihan, rumah produksi film, bioskop film, televisi lokal, dan studio animasi.

Ke depan lanjut Susilo, pihaknya akan lebih banyak menggandeng berbagai unsur yang bergerak di bidang industri kreatif untuk dapat bergabung dan melakukan kolaborasi. Pasalnya Sleman Creative Space sendiri memang telah menyediakan tempat untuk itu.

Sejumlah fasilitas seperti perangkat komputer, ruang pemutaran film, ruang diskusi, persewaan alat seperti kamera dan lensa juga ada. “Di sini juga ada fasilitas editing film dan colour gradien yang biasanya teman-teman harus ke Jakarta dulu kini di sini sudah ada fasilitasnya yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, Noor Hidayati mengatakan berdirinya Sleman Creative Space merupakan hasil kolaborasi dari berbagai bidang. Selain mendapatkan sumbangan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Pemerintah Kabupaten juga turut berkolaborasi untuk mewujudkan adanya ruang bagi komunitas dan pelaku industri kreatif.

Untuk itu pihaknya pun berupaya mensosialisikan Sleman Creative Space pada sejumlah komunitas kreatif. Pihaknya mengundang komunitas radio untuk mengetahui lebih lanjut terkait Sleman Creative Space. “Jadi tidak hanya komunitas animasi, film, dan video saja tapi juga komunitas yang lain seperti radio dan televisi juga berkembang,” kata dia.

Salah seorang penggiat radio komunitas dari Radio Balai Budaya Minomartani, Sri Kuncoro menyambut baik adanya Sleman Creative Space. Dia berharap komunitas radio akan mendapatkan lebih banyak ruang untuk berjejaring.

“Kami [komunitas radio] kan punya segmentasi tertentu. Seperti saya fokusnya di kebudayaan, dengan adanya ruang harapannya kami dapat berjejaring sehingga dapat juga melakukan regenerasi,” ujarnya.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five − four =