FastBreak 14 November 2013 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengatakan, kunjungan komisoner dan staf KPU ke 10 negara merupakan kebutuhan dasar yang harus dilakukan demi kepentingan koordinasi dengan panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

“Suatu organisasi harus ada konsolidasi. Itu (kunjungan ke 10 negara) kebutuhan dasar KPU untuk melakukan koordinasi,” kata Husni di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2013).

Dia mengatakan, perjalanan itu bukan untuk melakukan sosialisasi pemilu kepada warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Keberangkatan pihaknya, kata Husni, untuk menemui anggota PPLN. Menurutnya, banyak materi soal pemilu yang bakal dibahas dalam pertemuan tersebut.

Salah satu isu yang akan dibahas, menurut Husni, adalah upaya meningkatkan partisipasi pemilih di luar negeri. Ia mengingatkan, pada Pemilu 2009 lalu, partisipasi pemilih luar negeri hanya mencapai 22,3 persen.

“Membahas tentang proses pemungutan suara yang menggunakan dua metode, distribusi logistik luar negeri. Kemudian, membahas tentang partisipasi pemilih yang di 2009 cuma 22,3 persen,” kata mantan anggota KPU Sumatera Barat itu.

Dia mengklaim, melakukan kunjungan ke 10 negara adalah opsi terbaik dalam berkoordinasi dengan PPLN. Sebab, lanjut Husni, menurut perhitungan KPU, biaya untuk mendatangkan PPLN ke Indonesia lebih besar. Jumlah 10 negara yang akan dikunjungi juga sudah diperhitungkan oleh KPU.

Menurut Husni, Indonesia memiliki perwakilan dan warga di 130 negara dunia. KPU memilih 10 negara agar tiap-tiap negara yang dituju menjadi titik kumpul bagi PPLN yang berasal dari negara-negara terdekat.

“Jadi misalnya Nairobi di Kenya itu untuk PPLN yang ada di Afrika,” katanya.

Sebelumnya, di tengah persoalan daftar pemilih tetap (DPT), komisioner KPU melakukan sosialisasi kepada PPLN di luar negeri. Rencananya, mereka akan mengunjungi 10 kota di 10 negara di dunia hingga 21 November.

Kesepuluh kota tersebut adalah Sidney (Australia), Los Angeles (Amerika Serikat), Mexico City (Meksiko), Madrid (Spanyol), Moskwa (Rusia), Rabat (Maroko), Bangkok (Thailand), Tokyo (Jepang), dan Nairobi (Kenya).

Program itu menuai kritik. Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center Arif Nur Alam mengatakan, KPU seharusnya menyelesaikan kisruh DPT terlebih dahulu.

“Ini menunjukkan anggota KPU tidak memiliki mentalitas dan kesungguhan menyelesaikan masalah yang menjadi tanggung jawab mereka,” kata Arif di Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Menurut Arif, pihaknya mempermasalahkan kunjungan kerja tersebut layaknya para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang melakukan studi banding ke luar negeri. Ia pun meminta agar kunjungan kerja tersebut dihentikan dan bila perlu ditiadakan.
_____________________________________________________

Pemerintah Indonesia telah menyerahkan bantuan uang tunai senilai 1 juta dollar AS kepada Filipina yang terkena bencana topan Haiyan. Bantuan dalam bentuk barang senilai 1 juta dollar AS segera dikirimkan.

“Sudah diserahkan ke Kedubes Filipina di Jakarta uang tunai sebesar 1 juta dollar AS atau Rp 11,8 miliar. Terserah mereka mau digunakan untuk apa. Kita tidak perlu campur tangan,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Agung mengatakan, bantuan barang akan dikirimkan dengan pesawat Hercules milik TNI, Kamis (14/11/2013), dalam enam kloter. Barang yang akan dikirim di antaranya selimut, air bersih, penjernih air, obat-obatan, dan makanan siap saji.

“Itu nilainya 1 juta dollar AS. Asal dana dari APBN,” kata politisi Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, warga kini khawatir terserang penyakit karena setiap hari kehujanan dan tidur di tempat ala kadarnya. Hampir semua bangunan hancur. PBB menyebut sebanyak 660.000 warga mengungsi karena kehilangan rumah.

Mereka juga terancam terkena penyakit akibat mayat para korban belum semuanya dimakamkan. Bahkan, masih ada mayat yang belum bisa dikeluarkan dari reruntuhan. Petugas medis juga menyebut kekurangan obat-obatan, khususnya vaksin antitetanus.

Bantuan internasional mulai mengalir ke Filipina, tetapi baru sebagian kecil yang tiba di Tacloban, wilayah yang paling parah. Kendala utamanya adalah terputusnya akses transportasi akibat terjangan topan yang diperkirakan menewaskan lebih dari 10.000 orang itu.
_____________________________________________________

Alfin Agnuba, perupa muda yang masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, memamerkan karya-karya terbarunya di Tembi Rumah Budaya mulai malam ini (13/11/2013) hingga 30 November mendatang. Kali ini ia memajang 10 lebih karya grafis hasil dari program artist in residence di Tembi Rumah Budaya yang ke-13. Sesuai dengan tajuk pamerannya, ‘Rekayasa’, ia mencoba menerapkan ilmu kuliahnya disertai kemungkinan-kemungkinan yang mungkin sulit dilakukan pada mata kuliahnya.

Beberapa teknik dikolaborasikan, seperti teknik cukilan, sablon, dan stensil. Menurut A. Barata dari Tembi Rumah Budaya, selama program ini, Alfin menunjukkan dirinya sebagai seniman yang sadar dan serius mengembangkan dirinya.
Karya-karya yang dipamerkan ini merupakan uji cobanya atas penggabungan teknik-teknik grafis. Karyanya detail dan penuh, tak menyisakan ruang kosong, sebagian terdiri atas tujuh sampai sembilan warna. Sebuah kerja yang butuh ketelatenan dan kesabaran. Dengan gaya pop yang menarik, warna dan figur comical, karya-karya Alfin memang asyik dinikmati.

Sementara itu, dalam hal penguasaan teknis, menurut seniman Bambang ‘Toko’ Witjaksono, Alfin sudah khatam. Tinggal bagaimana Alfin menempuh proses pencariannya sambil terus belajar dan menambah pengalaman. Pameran Alfin sendiri akan dibuka malam ini oleh seniman Syahrizal Pahlevi di pendapa Tembi Rumah Budaya. Sedangkan pengantar katalog ditulis oleh Bambang ‘Toko’ Witjaksono dan Ahadi Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =