FASTBREAK 16 MARET 2017

FastBreak

Mendikbud Tekankan Pentingnya Sarapan untuk Pelajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya sarapan bagi anak sekolah.

Siswa, kata dia, sangat disarankan untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.

“Sebelum berangkat ke sekolah, orang tua perlu menyediakan sarapan terlebih dahulu, agar anak mempunyai konsentrasi menerima pelajaran di sekolah,” ujar Mendikbud di Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (15/3/2017).

Pernyataan Mendikbud tersebut terkait dengan rencana dikeluarkannya Inpres Pembangunan Berwawasan Kesehatan yang akan melibatkan 13 kementerian dan lembaga.

Pada Inpres tersebut, Kemendikbud fokus pada upaya penggalakkan kembali sarapan sebelum menerima pelajaran di sekolah.

Mendikbud mengatakan jika Inpres tersebut telah terbit, pihaknya akan meminta komite sekolah untuk bersama-sama membahas mengenai sarapan di sekolah.

Menurut dia, hal itu memungkinkan jika para orang tua sepakat untuk menyediakan sarapan di sekolah.

“Bisa saja nanti, anak yang tidak mampu ditanggung oleh siswa yang mampu.”

Ketua Umum Pergizi Pangan, Hardinsyah, mengatakan tujuh dari 10 anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Padahal sarapan bukan hanya mencegah rasa lapar, tetapi juga memberikan energi dan gizi yang dibutuhkan anak untuk belajar, bermain serta berolahraga.

“Dengan sarapan pagi bisa membantu anak lebih fokus dalam belajar sehingga meningkatkan prestasi dan mempengaruhi daya tangkap mereka ketika sekolah serta beraktivitas fisik,” kata Hardinsyah.

kompas.com

=======================================================

Korban Pedofilia Grup Facebook “Official Candy’s Groups” Capai Ribuan

Usai membekuk empat administrator grup Facebook “Official Candy’s Groups”, polisi kini berusaha mengidentifikasi anak-anak yang ada dalam konten-konten pornografi di grup tersebut. Diduga, ada ribuan anak yang menjadi korban.

“Kalau kami berhitung itu, otomatis begitu (ribuan). Tapi kan kami berdasarkan fakta. Nanti kita lihat gambar, kan sudah terangkat, sedang diidentifikasi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat, Rabu (15/3/2017).

Dalam grup privat tersebut, ada peraturan bahwa member yang tergabung tidak boleh pasif. Member diwajibkan untuk mengirimkan foto atau video tindak pencabulannya terhadap anak.

Konten yang dikirim harus selalu baru, tidak boleh dari anak yang sama. Pekan lalu, grup itu beranggotakan 7.479 orang.

“Kalau (member) ada pidana, kami proses. Ini semua butuh waktu karena terkait dengan alat dan sistem,” kata Wahyu.

Polisi akan memburu anggota-anggota yang pernah mem-posting foto atau video bermuatan pornografi anak. Anak-anak itu diduga adalah orang dekat pelaku.

Anak yang menjadi korban akan direhabilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

kompas.com

====================================================

DIY rehabilitasi dan tingkatkan jalan provinsi

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan rehabilitasi dan peningkatan sejumlah ruas jalan provinsi yang biasa dilalui arus mudik lebaran.

Kepala Seksi Pembangunan Jembatan dan Jalan Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Sugaib di Yogyakarta, Rabu, mengatakan untuk program rehabilitasi jalan dianggarkan Rp40 miliar dan peningkatan jalan mencapai Rp80 miliar dari APBD 2017.

“Selain memang untuk menyempurnakan akses jalan provinsi, rehabilitasi dan peningkatan jalan itu sekaligus untuk persiapan menghadapi arus mudik lebaran,” kata dia.

Ia mengatakan program rehabilitasi jalan mencakup perbaikan jalan rusak atau berlubang serta melakukan pelapisan aspal kembali. Sedangkan peningkatan jalan yakni menambah lebar jalan dari 5 meter menjadi 7 meter.

“Kami hanya sebatas menangani jalan provinsi sedangkan untuk jalan nasional menjadi kewenangan Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional,” kata dia.

Saat ini, kata dia, telah berlangsung pengerjaan peningkatan atau pelebaran jalan yakni di Jalan Imogiri Timur dari arah Giwangan, Bantul sepanjang 6 kilometer (km) dan rehabilitasi jalan dari Palbapang ke timur menuju Imogiri. “Dua jalan itu sebagai permulaan program rehabilitasi dan peningkatan jalan provinsi tahun ini,” kata dia.

Menurut Bambang, program rehabilitasi dan peningkatan jalan itu akan berlangsung hingga akhir 2017 di wilayah Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul.

Ia menyebutkan untuk Kabupaten Bantul setidaknya ada lima titik peningkatan dan rehabilitasi jalan yakni Jalan Yogyakarta-Parangtritis sepanjang 2 km (rehabilitasi), Poncosari-Kretek sepanjang 2 km (rehabilitasi), Sampangan-Singosaren sepanjang 3 km (peningkatan jalan), Jalan Imogiri Timur dari arah Giwangan, Bantul sepanjang 6 km (peningkatan jalan) dan rehabilitasi jalan dari Palbapang ke timur menuju Imogiri 6 km.

Selanjutnya di Kabupaten Sleman hanya ada dua titik yakni di Jalan dari Prambanan ke arah Piyungan sepanjang 2 km (rehabilitasi) dan Yogyakarta-Kaliurang sepanjang 2 km (rehabilitasi).

Di Kabupaten Kulon Progo akan berlangsung di empat titik yakni di jalan dari Tegalsari ke arah Klepu sepanjang 3 km (peningkatan jalan), Pengasih-Waduk Sermo sepanjang 1,5 kmeter (peningkatan jalan), Sentolo-Brosot dan Brosot-Toyan sepanjang 1,5 km (rehabilitasi).

Sedangkan di Kabupaten Gunung Kidul akan dilaksanakan di empat titik yakni di jalan dari arah Nglipar-Semin sepanjang 2 km (rehabilitasi), Playen-Palian-Saptosari sepanjang 4 km (rehabilitasi), Jerukwudel-Sadeng sepanjang 2 km (rehabilitasi), dan Mulo-Tepus sepanjang 2 km (rehabilitasi).

antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 6 =