FastBreak 18 Juni 2014 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Timnas U 23 Batal Hadapi Senegal

tim

Tim Nasional (timnas) sepak bola Indonesia batal menghadapi Senegal, pada Kamis (19/6) mendatang di Stadion Maguwoharjo. Sebagai gantinya tim asuhan Aji Santosa tersebut akan menghadapi timnas sepak bola Tanzania U-23, pada Jumat (20/6) mendatang di tempat yang sama.

Menurut Penanggung Jawab Pertandingan timnas U-23 di Yogyakarta Dwi Irianto menyatakan, timnas U-23 sebelumnya dijadwalkan berujicoba dengan timnas Senegal pada Kamis (19/6). Uji coba tersebut dipastikan batal karena ijin keluar negerinya belum selesai, sebagai gantinya melawan timnas Tanzania U-23.

Pembatalan tersebut disampaikan secara resmi kepada Badan Tim Nasional (BTN), kepadanya dan sudah disampaikan kepada ofisial tim maupun pemain. Dengan batalnya Senegal, berarti sudah dua tim yang urung mengajak Rizki Pellu cs berujicoba di Yogyakarta maupun di Solo.

“Sebagai gantinya, timnas U-23 akan melawan Tanzania U-23 dan akan digelar di Stadion Maguwoharjo, sesuai rencana semula. Dengan pembatalan lawan Senegal, laga lawan Tanzania diundur sehari dari rencana semula dan digelar pada pukul 15.30 WIB,” kata Dwi Irianto atau akrab disapa Mbah Putih kepada wartawan, Selasa (17/6).

Sebelumnya timnas sepak bola Indonesia U-23 dijadwalkan menghadapi Senegal di Yogyakarta dan kemudian menghadapi Irak di Stadion Manahan Solo. Tapi tim Senegal dan Irak batal, sebagai gantinya tim dari Tanzania dan Oman akan menghadapi tim asuhan Aji Santosa sebagai persiapan menjelang ajang Asian Games September 2014 mendatang.

Adapun Pelatih Timnas U-23 Aji Santosa menyatakan, telah mempersiapkan anak-anak asuhnya jelang laga uji coba mulai Senin (16/6) lalu. Porsi latihan yang diberikan kepada Rizki Pellu cs menurutnya tidak akan ditambah karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi fisik pemain.

“Porsi latihan tidak kami tambah, apalagi untuk peningkatan fisik. Kami khawatir jika ditambah pemain akan kelelahan,” tutur Aji.

Ia yakin saat uji coba menghadapi Tanzania, pemain bisa tampil optimal walau persiapan sangat minim. Adaptasi antara pemain U-23 dan senior yang baru dipanggil, memang diakuinya butuh waktu tapi dia yakin pemainnya bisa menyesuaikan dalam waktu singkat.

tribunjogja.com

======================================================

Detik-detik Jelang Penutupan Lokalisasi Dolly

Detik-detik menjelang deklarasi penutupan lokalisasi Dolly di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, berlangsung tegang. Massa dari Front Pekerja Lokalisasi (FPL) memblokir akses jalan masuk ke gang Dolly.

Pantauan di lokasi, akses masuk ke Jalan Dukuh Kupang atau sekitar 500 meter dari Gedung Islamic Center diblokir massa. Begitupun dengan akses Jalan Ronggo Warsito, Kupang Giri Laya, dan semua akses ke Jarak dan Dolly diblokir.

Aksi blokir ini untuk menjaga gang Dolly agar tetap steril. Di Islamic Center, ratusan petugas telah disiagakan. Setidaknya, ada tiga unit Water Cannon dan brikade kawat berduri yang disiapkan untuk menjaga deklarasi yang akan dilangsungkan pukul 19.00 WIB nanti.

“Kami telah memblokir jalan sejak tadi malam. Semua akses masuk ke Gang Dolly diblokir. Kami menolak penutupan,” ujar pria yang disapa Mbah Win, anggota FPL di lokasi, Rabu (18/6/2014).

Hingga saat ini, anggota FPL masih berjaga-jaga di sekitar lokasi pemblokiran. Mereka disebar di sejumlah titik untuk mengamankan lokalisasi Dolly.

Sementara informasi yang dihimpun, untuk pengamanan deklarasi penutupan Dolly ini, Polrestabes Surabaya menerjunkan 986 personel. Fokus pengamanan ada di Gedung Islamic Center.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, pengamanan dilakukan karena dalam deklarasi penutupan itu ada sejumlah tamu VIP seperti Wali Kota Surabaya, Gubernur Jawa Timur, dan Mensos RI.

“Personel polisi dari Polrestabes Surabaya dibantu Polda Jawa Timur dan TNI siap mengamankan deklarasi yang rencananya dilakukan pukul 19.00 WIB, di Gedung Islamic Center,” tukasnya

sindonews.com

====================================================

Presiden Rusia dan Ukraina Diskusikan Gencatan Senjata

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Rusia Petro Poroshenko mendiskusikan kemungkinan gencatan senjata dalam konflik berdarah di wilayah timur Ukraina. Percakapan dilakukan kedua petinggi negara via sambungan telepon tadiĀ  malam.

“Percakapan meliputi kemungkinan gencatan senjata di area tempat terjadinya aksi militer di timur Ukraina,” ucap perwakilan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (18/6/2014).

Putin juga disebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kematian dua jurnalis televisi nasional Rusia. Keduanya tewas di tengah pertempuran pasukan Ukraina dan separatis pro Rusia di dekat kota Luhansk.

Poroshenko turut berduka, dan meyakinkan Putin pihaknya akan menginvestigasi kasus tersebut dan memastikan keselamatan semua jurnalis yang bertugas di medan perang.

metrotvnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 11 =