FastBreak 18 Oktober 2013 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Seniman Didik Nini Thowok mengkolaborasikan dua tarian dari kebudayaan beda negara, yakni tarian Noh dari Jepang dan tarian Bedhaya dari Indonesia yang bernama Bedhaya Hagoromo.

“Kami mengkolaborasikan Noh dengan Bedhaya dari keraton Yogyakarta, saya beri nama Bedhaya Hagoromo. Ceritanya soal Jaka Tarub. Hagoromo itu saya ambil dari tarian Noh yang saya pelajari,” ujar Didik Nini Thowok usai menonton pertunjukan tari Noh di Jakarta, Kamis malam.

Didik mengatakan, penggabungan dua budaya tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk kostum para penari, dimana Didik memasukkan unsur Jepang dalam kostum pemeran Botak dan Buncit, serta menambahkan kipas khas Jepang pada properti si penari, selain selendang.

“Selain itu, penari yang di tengah pada saat masuk cerita, menggunakan topeng seperti penari Noh. Hal ini belum pernah dilakukan dalam pertunjukan Bedhaya,” kata Didik.

Menurut Didi, awalnya ia ragu mengkolaborasikan kedua tarian tersebut, mengingat Bedhaya merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang sakral dan baku, namun setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, akhirnya ia yakin bahwa kolaborasi tersebut tidak menyalahi aturan.

“Jadi, memang eksplorasinya cukup lama. Tapi, akhirnya tarian ini bisa diterima masyarakat, karena banyak seniman yang menikmati tarian tersebut saat dipentaskan dua kali di Yogyakarta,” ujar Didik.

Didik mengemukakan, unsur terpenting dalam menggabungkan dua kebudayaan tari berbeda adalah perlu mencari satu kesamaan dari keduanya, kemudian mendalami filosofi, gerakan hingga iringan musik dari kedua tarian tersebut.

“Saya mendalami Bedhoyo, kemudian saya belajar mendalami Noh ke Jepang selama tiga bulan. Dari sana kami bisa mencari bagian mana yang bisa dikolaborasikan,” kata Didik.

Menurut Didik, tidak hanya Indonesia yang mengadopsi kebudayaan Jepang untuk mengeksplorasi kebudayaannya, namun Jepang juga kerap menyerap kebudayaan Indonesia untuk dikolaborasikan dengan tarian tradisionalnya.

“Hubungan kebudayaan Jepang dan Indonesia sangat baik. Jepang juga pernah mengadopsi tarian Bali untuk dikolaborasikan dengan tarian mereka. Dan saya pernah mementaskannya di Jepang, dalam cerita Pinokio,” ujar Didik.
________________________________________________

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti (Perpu) Undang Undang Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi (MK).
Penandatanganan Perpu tersebut, menurut Menteri Koordinator Politik Hukum HAM dan Keamanan Djoko Suyanto, sebagai langkah cepat dan tepat untuk membantu penyelamatan institusi MK paska penangkapan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Presiden baru saja menandatangani Perpu mengenai MK,” kata Djoko saat jumpa pers di Gedung Agung Yogyakarta, Kamis (17/10/2013).
Ditandatangani Perpu oleh Presiden, sambung Djoko untuk membantu MK kembali mendapatkan kepercayaan publik paska Ketua MK Akil Mochtar tertangkap tangan KPK. Penyelenggaraan Pemilu 2014, peran MK sangat penting untuk menyelesaikan sengketa hasil pemilu.
________________________________________________

Sebanyak 29,8 juta orang di dunia hidup dalam perbudakan modern. Indeks Perbudakan Global yang dirilis Kamis (17/10/2013) itu disusun oleh Walk Free Foundation (WFF), yayasan anti-perbudakan yang didirikan pengusaha tambang Australia, Andrew Forrest.

WFF menyusun peringkat 162 negara berdasarkan perkiraan jumlah penduduk yang dipengaruhi praktik perbudakan modern, termasuk kerja paksa, perdagangan manusia, kawin paksa, dan tentara anak-anak.

Jumlah ini jauh lebih besar dari perkiraan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang memperkirakan 21 juta orang menjadi korban kerja paksa.

India disebut memiliki jumlah terbesar warga yang hidup seperti budak, yakni 14 juta atau hampir separuh dari jumlah total. Perbudakan juga menjadi masalah umum di Mauritania yang menempati peringkat teratas dalam persentase populasi yang hidup layaknya budak, yakni 4 persen.

”Banyak pemerintah tak ingin mendengar apa yang kami katakan. Jika mereka mau bekerja sama dengan kami, kami sangat terbuka untuk mencari cara agar dapat mengatasi isu perbudakan modern ini,” kata Kepala Eksekutif WFF Nick Grono.

Indeks Perbudakan Global ini mendapat dukungan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, PM Australia Tony Abbott, pendiri Microsoft Bill Gates, dan pengusaha Inggris Richard Branson. Hillary mengatakan, Indeks Perbudakan Global ini belum sempurna.

”Saya mendesak para pemimpin di seluruh dunia melihat indeks ini sebagai panggilan untuk bertindak dan fokus pada kerja guna merespons kejahatan ini,” katanya.

Mauritania memiliki proporsi perbudakan tertinggi, dan banyak yang mewarisi status budak dari leluhur mereka. Sekitar 140.000-160.000 orang diperbudak di Mauritania yang memiliki populasi hanya 3,8 juta orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + five =