FastBreak 2 Mei 2014 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

32 Relawan Ikuti Pendidikan Dasar SAR DIY

Sebanyak 32 relawan dari berbagai daerah mengikuti Pendidikan Dasar Search And Rescue (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama empat hari, Kamis-Minggu (1-4/5), para relawan ini akan mengikuti berbagai materi tentang pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan maupun bencana alam.

“Dua hari pertama, para relawan akan mengikuti materi ruang,” ungkap Ketua Panitia Diksar SAR DIY, Debil Pratomo.

Materi ruang tersebut, tambah Pratomo, digelar di Kantor SAR DIY Jalan Zeni Tentara Pelajar No 1A, Pingit, Yogyakarta. Adapun materinya meliputi Organisasi SAR, Management Perjalanan, Ilmu Medan Peta Kompas (IMPK), Komunikasi, Jungle Survival, Pertolongan Pertama dan Gawat Darurat (PPGD), Water Rescue, Pengenalan Simpul dan Tali.

“Materi ruang ini merupakan tahap kedua dalam Diksar. Sebelumnya, para relawan ini telah mengikuti tes fisik di PPLP Jogjakarta,” imbuh Pratomo.

Berasal dari berbagai Kabupaten dan organisasi, 32 relawan ini merupakan jumlah yang berhasil disaring panitia dari 58 pendaftar. Selanjutnya, pada hari ketiga dan keempat para relawan ini akan mengikuti materi lapangan. Mereka akan mempraktikkan materi yang telah didapat dalam dua hari sebelumnya. Rencananya, materi lapangan ini akan digelar di kawasan Bukit Turgo, Tritis, Pakem, Sleman.

Ketua Harian SAR DIY Ferry Ardyanto, menyatakan Diksar ini tidak terkait dengan kebijakan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menaikkan status Merapi dari aktif normal ke waspada pada Rabu (30/5).

Meski demikian, Ferry berharap setelah mengikuti Diksar, para relawan ini akan menjadi kekuatan tambahan bagi Provinsi DIY dalam penanganan bencana. “Jadi, sebuah kebetulan kami melakukan Diksar dan Merapi naik statusnya menjadi waspada,” tandas Ferry.

suaramerdeka.com

==============================================================

60 Sekolah di Yogyakarta Berbasis Internet

Sebanyak 60 sekolah di Kota Yogyakarta mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) telah berbasis internet. Ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk mewujudkan internet di sekolah. Puluhan sekolah itu tersebar di berbagai jenjang pendidikan, yakni 40 SD, 7 SMP, 6 SMA dan 7 SMK.

“Kami juga memilih SD karena merupakan pendidikan dasar. Sehingga harapan kami, internet ini mampu memberikan manfaat dalam dunia pendidikan,” papar Haryadi Suyuti saat meluncurkan program internet sekolah tersebut di SD Negeri Kotagede 5 Yogyakarta, Jumat (02/05/2014).

Walikota optimis, jika akses internet dilakukan dengan cara benar, maka akan menunjang masa depan anak didik. Ia mengingatkan, internet harus ditempatkan di ruang laboratorium agar bisa dimanfaatkan secara luas oleh siswa, selain itu Walikota juga meminta agar guru maupun petugas sekolah tetap mengawasi siswa saat mengoperasikan internet.

Sementara itu Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Telematika Kota Yogyakarta, Sukadarisman menjelaskan, pihaknya hanya menyediakan jaringan internet. Sedangkan prasarana seperti komputer maupun layar monitor, menjadi kewenangan sekolah.

Total kapasitas atau bandwith yang disediakan mencapai 30 Mbps (Mega bite per second). Sedangkan anggaran yang dialokasikan Rp 525 juta dan dikerjakan oleh PT Jogja Media selaku pemenang lelang. “Dulu melalui APBN ada program school net. Nah kalau ini murni dari APBD. Kami pilih sekolah yang belum memiliki layanan internet,” terangnya.

Terkait keamanan akses, Sukadarisman mengacu pada Perwal 70/2010 tentang internet sehat dan aman. Oleh karena itu, terdapat sistem penyaring atau blokir berbasis DNS (Domain Name Server). Sehingga secara otomatis, tiap konten yang mengandung unsur pornografi maupun perjudian akan terblokir dan tidak bisa diakses.

krjogja.com

===========================================================

Disdik Yogyakarta Kucurkan Bantuan UN SMP

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengucurkan bantuan penyelenggaraan UN SMP/MTs ke sekolah yang besarannya mencapai Rp 90.000 per siswa dan bantuan ke sub rayon sebesar Rp 7.500 per siswa yang alokasinya diambil dari APBD 2014. Selain bantuan dari segi pembiayaan, persiapan materi juga sudah diberikan melalui Try Out UN dengan soal yang mengacu kisi-kisi UN.

“Dengan bantuan ini, diharapkan semua siswa bisa ikut UN,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana di kantornya, Jumat (02/05/2014).

Untuk Kota Yogyakarta terdapat 5 sub rayon yang dijadikan tempat penyimpanan bahan UN, masing-masing di SMPN 2, SMPN 5, SMPN 7, SMPN 8, dan SMPN 9. Sedangkan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket B, sub rayonnya di SMPN 15 dengan jumlah 294 peserta.

Kepala Bidang Analisis Data dan Pelaporan Disdik Kota Yogyakarta, Rochmat menambahkan, variasi soal pada UN jenjang SMP kali ini cukup banyak. Diperkirakan mencapai lebih dari 20 jenis soal. Dengan demikian, pihaknya memastikan tidak akan ada kebocoran soal.

Hal sama juga diungkapkan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Hasil UN SMP sebagai parameter melanjutkan ke jenjang SMA, memang tidak bisa dipandang remeh. Namun Haryadi mengimbau agar siswa maupun orang tua tidak usah mencari bocoran soal. “Itu tidak ada gunanya. Toh jika dapat, pasti bocoran itu bohong,” tandasnya. (R-9)

krjogja.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =