FastBreak 2 Oktober 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

1 Januari 2015, Kartu Kredit Wajib Pakai PIN dan Standar Gaji

kartu kredit (1)

Bank Indonesia (BI) mengucapkan selamat tinggal pada sistem otorisasi transaksi kartu kredit yang masih memakai tanda tangan. Semua perbankan atau penerbit kartu kredit per 1 Januari 2015 wajib menggunakan sistem kode Personal Identification Number (PIN) enam digit.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menjelaskan, peraturan ini mengikat pada seluruh transaksi kartu kredit di dalam negeri. Tujuannya adalah keamanan data nasabah.

Sistem paraf dinilai bank sentral kurang memadai karena masih membuka peluang penipuan atau tindak pidana lainnya. “Dengan penggunaan PIN menjadi lebih aman. Karena kode rahasia itu murni milik pengguna,” ujarnya di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (1/10).

Di Indonesia, Bank Mandiri atau BCA termasuk yang sudah menggunakan sistem PIN untuk otorisasi transaksi kartu kredit. Tapi tak sedikit bank masih menerapkan tanda tangan untuk validasi transaksi.

Tak cuma soal PIN, Waas menjelaskan pihaknya kini menerbitkan aturan usia minimal pengguna kartu kredit. Kalau belum berumur 21 atau telah menikah, bank atau penerbit tak boleh memberikan kartu utama pada nasabah tersebut.

“Selain itu mereka menjadi pemegang kartu tambahan, dan itu usianya di atas 17 tahun,” kata Waas.

Masalah penggajian juga jadi perhatian BI. Direktur Departemen Kebijakan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Ida Nuryanti mengatakan jika ada nasabah berniat mengajukan kartu kredit tapi total penghasilan per bulan di bawah Rp 3 juta, harus ditolak oleh bank dan penerbit.

Bila penghasilan di atas standar minimal itu, hingga Rp 10 juta per bulan masih boleh mendapat fasilitas kartu kredit, maksimal dari dua bank penerbit. Kalau sampai memiliki lebih dua kartu, salah satunya harus ditutup.

“Ketahuan dari datanya. Nanti akan disurati disuruh memilih mana yang akan ditutup. Kalau tidak menjawab ya dari penerbit langsung menutup,” kata Ida.

Waas mengaku pihaknya mengantisipasi muncul lebih banyak kasus kredit macet akibat tagihan yang tidak terlunasi. “(Pembatasan gaji) untuk mengantisipasi kelebihan plafon. Penghasilan Rp10 juta ke atas tidak dibatasi namun dengan catatan dapat mempertimbangkan manajemen risikonya,” urainya.

BI berharap bank-bank mulai proaktif mengirim PIN enam digit pada setiap pemegang kartu kredit sebelum Januari 2014. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) juga dilibatkan untuk menyukseskan kebijakan tersebut.

merdeka.com

==================================================

KPI Sarankan Jam Tayang Kartun Anak Dipindah

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Agatha Lily meminta stasiun televisi untuk mengubah jam tayang kartun yang mengandung kekerasan. Hal ini dilakukan bila stasiun televisi tersebut masih ingin menayangkan animasi itu tanpa menghilangkan atau tak banyak menyensor adegan kekerasan. (Baca : KPI: Waspadai 5 Tayangan Kartun Anak)

Menurut Lily, sebaiknya jam tayang acara kartun ini ditempatkan di jam tayang tontonan dewasa. KPI, kata Lily, masih menunggu stasiun-stasiun televisi itu memperbaiki tayangan mereka. “Lihat saja nanti. Kalau melanggar, ya KPI tak mengenal pelarangan tayangan, tapi menghentikan sementara (tayangan tersebut),” kata Lily. (Baca: KPI Rampungkan Seleksi TV Digital)

KPI menegur sejumlah stasiun televisi karena menyiarkan tayangan kartun anak-anak yang mengandung kekerasan. Serial animasi tersebut antara lain Tom and Jerry (Global TV), Little Khrisna (ANTV), dan Bima Sakti (ANTV). Tayangan ini oleh KPI dikategorikan sebagai animasi berbahaya dan hati-hati, alias lampu merah buat anak-anak. Sementara serial Crayon Sinchan (RCTI) dan Spongebob Squarepants (Global TV) masuk kategori hati-hati alias lampu kuning.

Menurut Agatha, Global TV dan RCTI sudah menjawab surat teguran KPI itu. Kedua stasiun televisi tersebut berjanji akan memperbaiki tayangan mereka. “Katanya mereka akan melakukan pembenahan internal,” kata Lily saat dihubungi, Rabu, 1 Oktober 2014.

Sebenarnya, kata Lily, semua program tayangan televisi bisa diedit oleh quality control internal stasiun televisi. Lily meminta, sesuai teguran KPI yang dilayangkan pekan lalu, adegan kekerasan di serial animasi anak-anak bisa dikurangi atau dihilangkan sama sekali. “Crayon Sinchan itu sudah dilarang di Jepang sebagai animasi anak-anak. Tom and Jerry dan Spongebob Squarepants juga. Tapi selama ini orang tua menganggap animasi-animasi itu aman,” kata Lily.

Selain RCTI dan Global TV, ANTV juga disebut berjanji akan memperbaiki. Janji itu disampaikan ANTV saat pertemuan langsung dengan KPI beberapa waktu lalu.

tempo.co

====================================================

BBM Naik Rp 3000, Pemerintah Hemat Rp 158 Triliun

Penasihat Tim Transisi, Jenderal (Purnawirawan) Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi Rp 3.000 per liter pada November 2014. Luhut mengatakan dengan kenaikan ini, mulai 2015 akan ada peningkatan anggaran infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang sangat signifikan. (Baca: Tim Transisi: November, Harga BBM Naik Rp 3.000)

Luhut memperkirakan pada 2015, akan ada realokasi dana US$ 13 miliar atau sekitar Rp 158 triliun dari subsidi BBM untuk investasi infrastruktur, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Jumlah ini akan meningkat menjadi US$ 20 miliar pada 2016 dan sekitar US$ 50-60 miliar pada 2017.

“Dengan pemotongan subsidi BBM tadi, dana infrastuktur, pendidikan dan kesehatan kita akan meningkat signifikan. Kalau itu terjadi, pertumbuhan ekonomi 7 persen bukan hal yang sulit dicapai,” kata Luhut di Jakarta, Selasa, 30 September 2014.

Selain penghematan anggaran, Luhut mengatakan pengurangan subsidi ini juga akan memperbaiki neraca berjalan. Perbaikan neraca berjalan ini menurutkan akan mendorong penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

“Saya yakin kalau subsidi turun, rupiah bisa menguat. Kalau pajak diperbaiki lagi saya pikir nilai tukar nanti bisa di bawah Rp 11.000, bertahap di bawah Rp 10.000. Dengan demikian ekspor kita menjadi kompetitif,” kata Luhut.

tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =