FastBreak 20 November 2013 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Calon penerima kartu menuju sejahtera (KMS) yang telah dianggap mampu akan dicoret dari data. Sebab itu, proses uji publik ke dua data penerima KMS akan digelar akhir bulan ini. “Kami cermati warga yang sudah tak masuk kriteria calon penerima. Usulan baru (penerima) baru tahun depan ditindaklanjuti,” kata Kepala Dinsosnakertrans Kota, Hadi Muhtar, Selasa (19/11/2013).

Pemaparan data tersebut dilakukan di tiap wilayah kelurahan. Terutama mengundang tokoh masyarakat, Ketua RW dan Ketua RT setempat. Sehingga memudahkan validitas data calon penerima KMS. Verifikasi dilanjutkan dengan pencoretan warga tak masuk kriteria calon penerima. Rencananya setelah proses tersebut dijalankan pada bulan depan, diikuti dengan pencetakan kartu pada akhir Desember mendatang.

Total calon penerima KMS 2014 adalah 27.519 kepala keluarga (KK). Dengan rincian 21.299 KK pemegang KMS 2013 ditambah dengan 6.220 KK usulan baru. Namun hanya 25.980 warga yang diuji publik. “1.239 KK tidak dapat ditindaklanjuti karena ada yang meninggal dunia atau pindah domisili,” pungkas Hadi.
___________________________________________________

Pemkot kaji keberadaan 52 minimarket jejaring yang telah diberi izin operasional. Sesuai dengan Perwal 79/2010 tentang pembatasan minimarket jejaring, disebutkan bahwa beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Semisal jarak minimal 400 meter dengan pasar tradisional.

Namun dari catatan Dinas Perizinan Pemkot, terdapat dua minimarket jejaring yang berjarak kurang dari 100 meter dari pasar tradisional. Pertama berada di Jalan Bhayangkara yang berseberangan dengan Pasar Pathuk. Kedua berada di Jalan Parangtritis berseberangan dengan Pasar Prawirotaman. “Keduanya sudah beroperasi dan diberi izin sebelum Perwal diterbitkan. Makanya, kami berikan sekali lagi perpanjangan izin usaha. Setelah itu harus menutup usahanya,” terang Kepala Dinas Perizinan, Heri Karyawan, Selasa (19/11/2013).

Dijamin Heri, pihaknya tidak akan bermain-main dengan ketegasan ini. Sebab itu, kuota 52 minimarket jejaring di wilayah kota kemungkinan akan berkurang dan tidak akan ditambah. Sementara dua minimarket yang diketahui berdekatan dengan pasar tradisional itu akan habis masa izin akhir tahun 2013. “Satu kali perpanjangan izin gangguan adalah lima tahun. Jadi setelah itu pastinya kuota minimarket jejaring akan berkurang dari yang ada sekarang,” tandas Heri.

Dinas Perizinan, lanjutnya, juga melakukan pengawasan terhadap minimarket jejaring yang melebarkan ruang usahanya. Dicontohkan minimarket yang berada di Kricak Tegalrejo. Jika sebelumnya hanya sebatas ruangan toko, kini menyediakan kursi di bagian teras sebagai tempat nongkrong pengunjung. “Jangan sampai fasilitas itu disalahgunakan pengunjung untuk hal negatif. Kami sudah petakan dan mendapat pengawasan khusus,” tukas Heri.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi A Bambang Anjar Jalumurti menekankan, Dinas Perizinan harus melakukan pengawasan lebih ketat terhadap operasional usaha di wilayah kota. Tak hanya minimarket jejaring, bangunan tak berizin terutama pembangunan hotel harus sesuai dengan ketentuan. “Paling penting adalah prosedur perizinan harus dilalui investor. Kalau memang sudah berizin kemudian melanggar, tindakan tegas harus diterapkan,” kata politisi PKS ini.
___________________________________________________

Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2014. Hujan hampir merata di seluruh daerah di Tanah Air. Sapuan angin kencang diperkirakan mereda awal Desember 2013.

“Musim penghujan akan dibarengi masa pancaroba,” kata Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klomatologi dan Geofisika (BMKG) Eko Suryanto usai acara IPCC Outreach and Launching Assessment Report di Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut Eko, pada masa pancaroba hujan biasanya terjadi sore hari. Sebentar, tapi deras.

Eko menjelaskan, November ini Jakarta sudah mulai masuk musim hujan. Dimulai dari Jakarta Selatan, lalu bergeser kr Jakarta Utara. “Tapi puncaknya di Jakarta pada Januari-Februari 2014,” ujar Eko.

Menurut Eko, hujan yang mengguyur Ibu Kota rata-rata tergolong normal. Tergantung wilayahnya. Contohnya, Jakarta dan Bogor. Curah hujan normalnya berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 10 =