FASTBREAK 20 OKTOBER 2017

FastBreak

Masyarakat Sleman Diminta Waspadai Dori Ilegal Asal Vietnam

Masyarakat diminta awas dengan peredaran dori ilegal asal Vietnam yang mengandung bahan tambahan melebihi ambang batas yang ditetapkan. Kelebihan kadar tripolyphospate ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi.

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta Suprayogi mengatakan, ikan dori ilegal itu biasanya dijual dalam kondisi beku berbentuk irisan dalam kemasan plastik. “Berdasarkan hasil uji laboratorium, kadar tripolyphospate ini jauh melebihi regulasi keamanan pangan di Indonesia,” ujar dia, Kamis (19/10/2017).

Pihaknya sebelumnya sudah melaksanakan inspeksi keberadaan ikan dori itu di sejumlah pasar modern dan ritel di Depok, Maguwoharjo. Hasilnya, tidak ditemukan dori ilegal ini di pasar modern yang dikunjungi.

Hanya didapati fillet ikan dori lokal yang legal yang ditangani dengan baik sehingga tetap bermutu dan aman dikonsumsi masyarakat. Selain inspeksi, dilakukan pula sosialisi kepada pelaku ritel agar tidak memasarkan ikan bermasalah tersebut.

Suprayogi mengatakan, inspeksi dan pengawasan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk produk perikanan. Stasiun KIPM Kelas I Yogyakarta juga akan melakukan sidak untuk mencegah peredaran ikan impor ilegal lainnya secara lebih luas.

Harapannya, cara ini dapat mendorong partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan komoditas perikanan ke masyarakat. Kelompok itu antara lain penangkap dan pembudidaya ikan, penyuplai, pengolah ikan, pedagang ikan, usaha ritel, dan masyarakat sebagai konsumen, serta bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait.

Sebelumnya, temuan dori ilegal dan berbahaya ini bermula dari hasil operasi bersama yang dilakukan BKIPM bersama Bareskrim Polri pada April silam. Saat itu, diketahui jika ada sejumlah toko ritel di Jakarta yang menjual fillet dori ini, yang tidak memiliki izin masuk dan izin edar di Indonesia.

harianjogja.com

=================================================================

Per 1 November 2017 Taksi Online Wajib Pakai Stiker Angkutan Sewa Khusus

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Kementerian Perhubungan telah merancang revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26).

Luhut menjelaskan, terdapat 9 poin (lihat tabel) dalam rancangan revisi PM 26. Dia mengklaim semua pihak terkait telah menyepakati rancangan revisi PM 26 tersebut. Pihak tersebut di antaranya, Kementerian Perhubungan, perusahaan aplikasi taksi online, taksi konvensional, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Dinas Perhubungan, dan Asosiasi Driver Online (ADO).

“Masalah taksi online berjalan panjang sejak saya jadi Menkopolhukam sampai Menko Maritim. Pokoknya 9 poin telah disepakati,” ujar Luhut di Kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (19/10).

Dalam salah satu poin, pemerintah akan mengatur penetapan tarif batas bawah untuk mengurangi persaingan tarif murah. Sehingga tarif promo tidak boleh berada di bawah tarif batas bawah. Selain itu, taksi online wajib memasang stiker angkutan sewa khusus (ASK) di kaca depan kanan atas dan belakang. Selain itu, di kanan dan kiri badan kendaraan yang memuat informasi wilayah operasi, jangka waktu berlaku izin, nama badan hukum, dan latar belakang logo Perhubungan. Menhub Budi Karya menyebutkan, Revisi PM 26 Tahun 2017 tersebut akan diberlakukan efektif mulai tanggal 1 November 2017.

kompas.com

=======================================================================

FBI Selamatkan 84 Anak yang Akan Dijuak ke Paedofil

Biro Penyelidik Federal ( FBI) sukses menyelamatkan 84 orang anak-anak, salah satunya baru berusia 3 bulan, yang nyaris menjadi korban perdagangan manusia. FBI, Kamis (19/10/2017), menambahkan, para agennya juga menangkap 120 orang yang diduga terlibat dalam perdagangan manusia ini.

Sebagian besar tersangka yang ditangkap berperan mengiklankan dan menjual anak-anak itu kepada para paedofil secara online. Demikian dijelaskan FBI dan Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi (NCMEC) dalam pernyataan resminya.

Operasi penggerebekan besar-besaran selama tujuh hari yang berakhir pada Minggu lalu adalah operasi ke-11 yang dilakukan FBI tahun ini untuk memerangi penjualan anak-anak. Dengan nama sandi Operasi Cross Country XI, FBI mendatangi berbagai hotel, kasino, dan pemberhentian truk termasuk menjelajahi sudut-sudut kota dan dunia maya.

“Kenyataan menyedihkannya adalah semua tetap berlangsung seperti biasa, bahwa operasi-operasi semacam ini masih terus dibutuhkan,” kata Staca Shehan, direktur eksekutif divisi analisa kasus NCMEC.

“Hal yang berubah selama ini hanyalah lokasi dan cara mereka menjual anak-anak itu,” tambah Shehan kepada Thomson Reuters Foundation.

Anak-anak yang diselamatkan FBI ini rata-rata berusia adalah 15 tahun. Namun di antara mereka terdapat seorang bayi berusia tiga bulan dan anak perempuan berusia lima tahun. Kedua anak ini bisa diselamatkan setelah ditawarkan penjualnya kepada seorang agen FBI yang menyamar di Denver dengan harga 600 dolar AS. Ironisnya, orang yang menawarkan kedua anak itu adalah kawan dekat keluarga anak-anak tersebut. Operasi serupa juga digelar di Kanada, Inggris, Thailand, Kamboja, dan Filipina. Demikian keterangan FBI.

kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =