FastBreak 21 Oktober 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

MU Ikut Buru Gelandang Tangguh Madrid

mu

Persaingan untuk mendapatkan gelandang Real Madrid Sami Khedira semakin sengit saja. Manchester United siap mengalahkan dua musuh bebuyutannya Arsenal dan Chelsea untuk mendapatkan jasa Khedira.

Untuk meyakinkan Khedira memilih MU ketimbang Chelsea dan Arsenal, manajer Louis van Gaal siap menawarkan kontrak mewah kepada pemain nasional Jerman itu. MU tidak keberatan memberikan gaji Khedira jauh lebih mahal dari yang ditawarkan Chelsea dan Arsenal.

Bila pindah ke Old Trafford, gaji Khedira seminggu akan mencapai 200.000 pound. Arsenal dan Chelsea akan sangat kesulitan menyamai tawaran MU.

Van Gaal memang sangat butuh gelandang pekerja keras. Lini tengah MU sangat lemah musim ini. MU tidak memiliki pemain tengah yang tangguh dalam merebut bola. Van Gaal di awal musim ini lebih sering memainkan Daley Blind di lini tengah.

Hubungan baik MU dengan Madrid juga bisa melapangkan kepindahan Khedira. MU musim panas lalu berhasil meryu Madrid melepas Angel Di Maria.

liputan6.com

========================================

Rp. 784 Juta untuk Perbaikan Pendopo Rumah Dinas Walikota

Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Pemerintah Kota Jogja menganggarkan dana sebesar Rp784 juta tahun 2014 ini untuk renovasi pendopo rumah dinas walikota.

“Pendopo rumah dinas sudah perlu direnovasi karena mengalami kerusakan di struktur bangunan khususnya atap yang sudah melengkung,” kata Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja, Hari Setya Wacana, Minggu (19/10/2014).

Menurut dia, seluruh struktur atap bangunan yang semula menggunakan material besi dan kayu akan diganti dengan besi agar lebih awet.

Proses rehabilitasi pendopo rumah dinas sudah dimulai dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun anggaran.

Hari mengatakan tingginya biaya perbaikan yang dianggarkan karena pendopo baru nanti akan dilengkapi berbagai fasilitas sehingga memudahkan akses bagi seluruh warga Kota Jogja.

Tambahan fasilitas tersebut di antaranya adalah ram dan akses jalan khusus bagi penyandang disabilitas khususnya pengguna kursi roda.

“Kami pun akan menambah berbagai ornamen khas Jogja pada bangunan pendopo. Ciri khas Jogja akan lebih ditonjolkan,” katanya.

Hari mengatakan bangunan pendopo di rumah dinas tersebut sudah berusia cukup tua dan selama ini hanya dilakukan pemeliharaan dengan pembersihan dan pengecetan.

Pendopo tersebut biasanya dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan atau menerima tamu.

“Harapannya, setelah dilakukan rehabilitasi keamanan dan kenyamanan bisa lebih terjaga,” katanya.

Selain merenovasi pendopo rumah dinas, Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah juga sedang melakukan rehabilitasi di pendopo kompleks balai kota Jogja dengan biaya sekitar Rp1,2 miliar.

Perbaikan pendopo tersebut dilakukan karena ada kebocoran di atap sehingga menimbulkan kerusakan di dinding bangunan.

Pekerjaan rehabilitasi di pendopo kantor wali kota tersebut ditargetkan selesai pada akhir November.

“Selama ini, pendopo ini sudah seperti ikon kompleks balai kota. Kami pun akan memperbaiki ornamen-ornamen khas Jogja yang sudah ada sebelumnya,” katanya.

harianjogja.com

==============================================

Bulan Ini, Raskin di Bantul Disalurkan Dua Kali

Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Oktober ini menyalurkan beras untuk rakyat miskin bagi rumah tangga sasaran penerima manfaat selama dua kali untuk jatah bulan September dan Oktober.

“Untuk raskin jatah September baru didistribusikan bulan ini [Oktober], jadi pada bulan ini Dinsos bisa mengeluarkan raskin dua kali untuk mengejar ketertinggalan,” kata Kepala Dinsos Bantul, Mahmudi, Minggu (19/10/2014).

Menurut dia, pihaknya belum mengetahui kapan raskin jatah Oktober mulai didistribusikan ke tumah tangga penerima, namun demikian, jatah raskin untuk bulan September sesuai jadwal telah diselesaikan pada 16 Oktober lalu.

“Biasanya langsung dimulai sehabis itu [selesai distribusi raksin bulan itu], jadi kemungkinan mulai pekan besok. Kami harapkan waktunya mencukupi untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.

Ia mengatakan, mundurnya distribusi raskin di Bantul disebabkan beberapa faktor, di antaranya kesiapan beras dari Bulog, kemudian dari pihak camat maupun desa yang menginginkan atau menerapkan sistem ‘ada uang ada barang’.

“Ini dilakukan supaya tidak ada penundaan dalam menebus beras, dengan demikian setiap penerima harus menyiapkan uang Rp24.000 jika hendak menebus beras, jadi jangan sampai kejadian yang mengambil adalah ‘bakul’,” kata Mahmudi.

Adapun penerima raskin Bantul tahun ini berjumlah 88.611 RTS-PM, yang masing-masing menerima 15 kilogram per bulan dengan harga tebus Rp1.600 per kilogram, dengan demikian total raskin sebulan sebanyak 1.329.165 kilogram dengan nominal Rp2.126.664.000.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =