FastBreak 25 November 2013 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Peserta konvensi capres Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo membuka penanaman 10 ribu pohon di Waduk Sermo, Kulon Progo, Yogyakarta. Menurut Edhi, menanam pohon adalah bentuk nyata dalam melakukan pelestarian alam.

“Menanam pohon adalah wujud kita peduli dengan lingkungan. Disamping itu, menanam pohon juga mempersiapkan warisan untuk anak cucu kita kedepan,” kata Dewan pakar Jariangan Nusanatara (JN) Jemmy Setiawan, menirukan pidato Pramono Edhie dalam siaran persnya Minggu (25/11/2013).

Pramono Edhie kata dia juga bertemu dengan masyarakat secara langsung dan mendengarkan keluhan rakyat.

“Apa yang menjadi keluh kesah rakyat selama ini bisa disampaikan secara langsung ke kita. Jadi tidak ada tembok diantara rakyat dan kita,” ujarnya.

Menurutnya, dengan bertemu langsung pada rakyat kepekaan kita terhadap situasi masyarakat akan tumbuh. Itu membuat akan membuat kita semakin arif dalam bertindak.

“Setiap calon pemimpin harus benar-benar bisa turun kelapangan dan bertemu dengan rakyat agar dukungan secara iklas itu lahir dari hati masyarakat,” katanya.

Acara penanaman 10 ribu pohon tersebut dihadiri ribuan masyarakat di Kulon Progo. Selain menanam pohon, Pramono Edhie yang didampingi politisi Partai Demokrat Ruhut sitompul. Pramono juga melepas ikan diperairan waduk Sermo, Kulon Progo. Selain itu, Pramono juga memberikan bantuan kepada UKM batik Sekar Arum di lendah Kulon Progo.
_________________________________________________

Dalam menyadap sejumlah negara di Asia, Australia ternyata tak bertindak sendirian. Menurut dokumen yang dibocorkan mantan kontraktor intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, Singapura dan Korea Selatan turut memainkan peran kunci membantu Amerika Serikat dan Australia menyadap negara di seluruh Asia.

Rincian terbaru juga mengungkapkan tentang keterlibatan Australia dan Selandia Baru pada intersepsi komunikasi satelit global.

Dokumen Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyebut AS dan mitra intelijennya  yang disebut “Five Eyes” menyadap melalui kabel serat optik kecepatan tinggi di 20 lokasi di seluruh dunia. Operasi intersepsi melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan perusahaan telekomunikasi atau melalui “operasi rahasia”.

Operasi intersepsi kabel bawah laut memungkinkan mitra “Five Eyes”, yakni AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, untuk melacak “siapa pun, dimana pun, dan kapan pun” yang digambarkan sebagai “zaman keemasan” intelijen sinyal.

Peta NSA, yang diterbitkan oleh surat kabar Belanda NRC Handelsblad semalam, menunjukkan bahwa Amerika Serikat mempertahankan cengkraman pada saluran komunikasi Trans-Pasifik dengan fasilitas intersepsi di pantai Barat Amerika Serikat dan di Hawaii serta Guam, menekan semua lalu lintas kabel di Samudera Pasifik serta hubungan antara Australia dan Jepang.

Peta itu menegaskan bahwa Singapura, salah satu pusat telekomunikasi yang paling signifikan di dunia, adalah “pihak ketiga” yang  bekerja dengan “Five Eyes” dan memegang kunci penting.

Pada bulan Agustus, Fairfax Media melaporkan bahwa lembaga intelijen elektronik Australia, Defence Signals Directorate (DSD), dalam kemitraan dengan intelijen Singapura sepakat memanfaatkan kabel SEA-ME-WE-3 yang melintas dari Jepang melalui Singapura, Djibouti, Suez, dan Selat Gibraltar ke Jerman Utara.

Sumber-sumber intelijen Australia mengatakan kepada Fairfax bahwa Divisi Intelijen Departemen Pertahanan Singapura bekerja sama dengan DSD dalam mengakses dan berbagi komunikasi yang dibawa oleh kabel SEA-ME-WE-3 serta SEA-ME-WE-4 yang berjalan dari Singapura ke selatan Prancis.

Akses ke saluran telekomunikasi internasional utama ini difasilitasi oleh operator milik pemerintah Singapura SingTel dan telah menjadi elemen kunci dalam ekspansi intelijen dan hubungan pertahanan Australia-Singapura selama 15 tahun terakhir, kata dokumen itu.

Indonesia dan Malaysia disebut-sebut telah menjadi sasaran utama untuk kolaborasi intelijen Australia dan Singapura sejak 1970-an. Sebagian besar lalu lintas telekomunikasi dan Internet di Indonesia disalurkan melalui Singapura.
_____________________________________________________

Pada saat namanya disebut Dahlan Iskan dalam rapat pimpinan BUMN di Galangan II Dokumen Koja Bahari, Tyas spontan mengaku kaget. Bahkan Tyas mengaku belum memberitahukan kepada kedua orangtuanya saat mengambil peluang menjadi Direktur Utama. “Saya nggak sempat telepon orangtua,” ujar Tyas.

Barulah sesaat setelah mengambil keputusan bersedia menjadi Dirut, Tyas menghubungi keluarganya di Jombang, Jawa Timur. Kedua orangtua Tyas pun mendukung anak pertamanya bisa mengemban tugas negara. “Dari keluarga, alhamdulilah selalu mendukung,” ungkap Tyas.

Sang ayah, Abdul Rohim, menasihati Tyas agar kelak sebagai pemimpin tidak boleh sombong, dan harus percaya diri. Ayahnya yang bekerja sebagai guru di Jombang, pun meminta Tyas bekerja sepenuh hati, tidak boleh ada penyesalan. “Kalau jalankan tugas harus benar dan ikhlas. Jangan tinggi hati, tapi jangan juga rendah diri,” ucap Tyas mengutip kata-kata ayahnya. “Kalau memang tugas, saya harus siap menjalankan,” papar Tyas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Dahlan Iskan memilih seorang perempuan muda, berusia 28 tahun bernama Laily Prihatiningtyas sebagai direktur utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Candi Boko, Kamis pekan lalu. “BUMN akan memiliki Dirut baru umurnya 28 tahun dan wanita di perusahaan tersebut,” ujar Dahlan Iskan, ketika itu.

Alasan Dahlan memilih Tyas sebagai Direktur Utama PT Borobudur karena ia pintar. Dahlan bermaksud menunjukkan anak muda bisa menjadi pemimpin negara. “Dia mampu karena pintar sekali, dan ini juga sebagai sinyal kepada generasi muda bahwa BUMN enggak segan-segan mengangkat generasi muda,” ungkap Dahlan. Laily Prihatiningtyas terpilih menjadi Direktur Utama BUMN setelah bekerja beberapa tahun di Kementerian BUMN. Dia merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan mengambil gelar S-1 di Universitas Indonesia. Laily kemudian melanjutkan studi S-2 di Belanda. “Laily sebelumnya dari orang Kementerian BUMN. Sekarang anak muda bisa menjadi direktur,” jelas Dahlan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 5 =