FastBreak 27 Mei 2013 jam 17.00

FastBreak

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan memantau harga sejumlah bahan pokok di Pasar Beringharjo, Senin (27/5) pagi. Ia berkeliling di pasar terbesar di Yogyakarta tersebut dan sempat berdialog dengan sejumlah pedagang yang ada.

Dari pemantauannya, Gita mendapati harga daging sapi masih cenderung tinggi sekitar Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu di wilayah DIY. Harga itu masih lebih murah dibandingkan harga daging di kawasan Jabodetabek yang mencapai kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Nanti sore saya akan ketemu Menteri pertanian untuk mencari solusi agar harga-harga di pasaran lebih terjangkau dan pasokannya cukup,” ucap Gita kepada wartawan di sela-sela kunjungannya.

Usai mengunjungi Pasar Beringharjo, rombongan Gita Wiryawan akan menemui Wakil Gubernur DIY di Pura Pakualaman dan langsung bertolak ke Jakarta kembali di hari yang sama.
________________________________
Dari total 765.531 siswa yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, 133.604 siswa dinyatakan lolos seleksi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia SNMPTN 2013 Akhmaloka dalam konferensi pers di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (27/5/2013) sore.

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah siswa yang paling banyak lulus SNMPTN, diikuti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Riau. Jumlah siswa dari Jawa Timur yang dinyatakan lolos SNMPTN 2013 mencapai lebih dari 20.000 siswa. DKI Jakarta sendiri hanya duduk di peringkat kedelapan.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah siswa yang lolos SNMPTN pada tahun ini melalui jalur tertulis naik sekitar 323,27 persen. Hal ini disebabkan pemerintah mengubah kuota penerimaan mahasiswa. Tahun ini, pemerintah menetapkan penerimaan mahasiswa minimal 50 persen melalui jalur tertulis atau SNMPTN 2013, 30 persen melalui seleksi tertulis, dan 20 persen melalui jalur mandiri.

Dalam keterangan pers, Akhmaloka mengatakan bahwa para siswa yang lolos SNMPTN ini belum dapat dikatakan diterima oleh PTN yang bersangkutan. Pasalnya, kelulusan baru akan sah jika PTN sudah melakukan verifikasi terhadap data akademik dan kemampuan ekonomi dari siswa yang dinyatakan lolos.

“Kalau kami lihat, kami baru menyebutnya, siswa yang terseleksi. Jadi, belum bisa disebut diterima di PTN karena nanti masih ada hal-hal lain yang perlu diklarifikasi,” katanya.
________________________________
Lima belas tahun sejak zaman Orde Baru berakhir, pengamat Indonesia dari Australia mencatat sistem era Reformasi gagal membasmi korupsi.
Bulan Mei ini menandai 15 tahun sejak Soeharto lengser dari posisi kepresidenannya di tengah protes pro-demokrasi di Jakarta, kerusuhan dan penyerangan terhadap etnik Tionghoa di beberapa kota dan krisis ekonomi yang hampir melumpuhkan Asia Tenggara. Sejak itu, Indonesia meninggalkan zaman Orde Baru dan memasuki era Reformasi dan menjadi negara yang perekonomiannya menduduki peringkat 16 di dunia.
Tapi perdebatan mengenai apakah rakyat Indonesia menjadi lebih baik atau lebih buruk setelah Soeharto lengser masih terus hangat.
Dr Marcus Mietzner, dosen senior Studi Asia Pasifik dari Universitas Nasional Australia, telah banyak melakukan penelitian mengenai pemerintahan dan dunia politik Indonesia. Menurutnya,
“Kalau kita melihat fakta-faktanya dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin menurun, tidak ada tanda-tanda bahwa zaman ini lebih buruk dibandingkan zaman Soeharto. Pada saat yang sama, kebebasan politik dan sipil itu jauh lebih tinggi dibandingkan zaman Soeharto.”
“Tentunya ada beberapa orang merasa ada nostalgia. Tapi kalau melihat faktanya, tidak ada tanda-tanda seperti itu.”
Salah satu kritikan Mietzner adalah bahwa era reformasi gagal membasmi korupsi.
“Salah satu kegagalan dari sistem pasca Soeharto adalah tidak berhasil menurunkan tingkat korupsi…namun menurut saya tidak ada kenaikan juga. Korupsi tetap sama, cuman sekarang fokus korupsinya kan pindah dari eksekutif ke legislatif sehingga terlihat lebih terbuka.”
“Tentunya yang kita harapkan bahwa ada penurunan, sayangnya itu belum terjadi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 1 =