FastBreak 28 Mei 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Jalur Pendakian Gunung Merapi Dibuka

Jalur pendakian ke Gunung Merapi akhirnya mulai dibuka setelah diturunkannya status Gunung Merapi dari waspada menjadi normal sejak Jumat (23/5) pukul 16.00. Hanya saja, pendakian belum diperbolehkan sampai ke puncak.

Relawan Jaring Informasi Lingkar (Jalin) Merapi, Mujianto, Selasa (27/5) menjelaskan, berdasar rekomendasi dari  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas pendakian sudah diperbolehkan.

Namun hanya sampai ke pasar bubar saja, yang berjarak sekitar satu kilometer dari puncak Merapi. Hal itu untuk menghindari adanya korban jika tiba-tiba muncul hembusan, atau letusan minor. “Pendakian ke puncak belum diperbolehkan. Sebab hembusan atau letusan minor masih bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Mujianto saat dikonfirmasi.

Senin kemarin, sejak pendakian sudah dibuka, juga sudah ada rombongan pendaki lokal yang naik ke pasar bubar. Rombongan itu naik dari pos pendakian New Selo. “Mereka hanya mendaki selama satu hari, sudah turun Selasa hari ini. Kami berharap semua pendaki dapat mematuhi rekomendasi dari BPPTKG,” tambahnya.

Pihaknya saat ini telah menyosialisasikan kepada warga dan sejumah pihak, termasuk mahasiswa pecinta alam terkait kondisi terkini Gunung Merapi terbaru. Belakangan, sudah tidak terdengar suara gemuruh ataupun dentuman dari puncak Merapi.

Namun pemantauan terus dilakukan pihaknya. Ronda malam pun masih terus dilakukan warga. Selain untuk mempersiapakan diri menghadapi Merapi, juga untuk keamanan kampung setempat.

suaramerdeka.com

==========================================================

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 28 Juni

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 27 Juni 2014 petang. Pada tanggal itu, hilal atau bulan diprediksi sudah terlihat meski baru setengah derajat. Sesuai kalender Islam, hari baru dimulai dari Maghrib. Maka Muhammadiyah dipastikan melakukan salat tarawih pertama pada Jumat malam, 27 Juni 2014. Sementara puasa hari pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2014.

“Penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah dengan pemerintah kemungkinan akan berbeda. Tergantung dari penetapan Departemen Agama yang biasa melakukan pengamatan hilal pada tanggal 28. Tergantung tanggal 28, bisa sama. Tapi kalau bulan belum terlihat, maka bisa jadi pemerintah menetapkan 1 Ramadan tanggal 29 Juni,” kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, AM Jumai, Selasa (27/5).

Dijelaskan, jika pada 27 Juni bulan tak terlihat dengan kasat mata atau mata telanjang bulan pasti tak terlihat. Itu berarti melalui metode rukyat, 1 Ramadan oleh pemerintah jatuh tanggal 29. Berarti tarawihnya tanggal 28 malam. Bukan malam 28.

Seperti biasa, metode penghitungan Muhammadiyah dilakukan dengan hisab. Bulan baru ditetapkan bukan berdasarkan kemunculan wujudnya yang bisa dilihat mata telanjang. Waktu zaman Rasulullah SAW belum ada teropong. Sehingga tak ada pilihan, bulan harus dilihat dengan mata telanjang.

“Tapi sekarang kan kalau dilihat dari teknologi infra merah, sudah bisa terlihat. Beberapa kyai dan ulama berpendapat, yang mau dilihat bukan wujud hilal, tapi ruyat (kemunculan, red) hilal. Hilal sudah ada tapi belum terlihat. Menghitung dengan melihat bisa berbeda. Mestinya sudah ada bulan, sudah tampak. Tapi kalau mendung terjadi, bisa saja bulan tak terlihat. Menurut hadist, jika kamu tak melihat, maka lengkapi Bulan Syaban menjadi 30. Jadi bagi kita berharap puasa mau yang tanggal 28 atau 29 Juni yang penting didasari pada keyakinan yang hakiki dan saling menghormati bukan malah memojokkan yang berbeda, dalam ijtihad bila salah pahala satu jika benar pahala dua, yang penting tidak membohongi umat agar tidak kuwalat dikemudian hari,” papar Jumai.

suaramerdeka.com

===========================================================

Juni, Liga Nusantara DIY Digelar

Gelaran Liga Nusantara wilayah Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY) bakal dimulai Juni mendatang. Hanya lima klub yang berpartisipasi di ajang yang digelas Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY itu.

“Ada enam tim se-DIY yang kami undang manager meeting pekan lalu. Tapi hanya lima yang hadir dan menyatakan kesanggupannya ikut kompetisi,” jelas Sekretaris Umum (Sekum) Asprov DIY, Dwi “Mbah Putih” Irianto, Selasa (27/5).

Kelima tim yang ambil bagian yakni Persig Gunungkidul, Persikup Kulon Progo, Protaba Bantul, Sleman United dan Rajawali Gunungkidul. Sementara satu tim lainnya, Gunungkidul Handayani merupakan satu-satunya tim yang tak hadir memenuhi undangan Asprov. “Handayani tak hadir dan memilih mundur karena terkait finansial. Tapi kami belum tahu pernyataan mundur resmi mereka,” ungkapnya.

Menggunakan format kompetisi penuh dengan sistem home and away, Liga Nusantara wilayah DIY akan dimulai pertengahan Juni. Di akhir kompetisi, dimana tim juara akan mewakili Asprov DIY untuk maju ke babak play off.

Di babak play off memperebutkan tiket tingkat nasional, juara Liga Nusantara DIY akan diadu dengan juara Liga Nusantara wilayah Jateng, Jabar, Banten atau Jatim. “Nanti juara dari itu akan mewakili Pulau Jawa untuk maju ke tingkat nasional,” jelas dia.

Mbah Putih mengungkapkan dengan menggunakan sistem kompetisi penuh tanpa home tournament seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, setiap pekannya dirancang miminal pertandingan berlangsung sepekan tiga kali. Dengan format seperti itu Agustus kompetisi diperkirakan akan selesai.

“Kompetisi penuh seperti ini tentunya juga berguna untuk tim. Sebab tim peserta yang biasanya melakukan persiapan mendadak terus ikut kompetisi dan tim dibubarkan jika tak lolos ke babak selanjutnya, tidak akan terjadi. Kalau seperti itu tak bagus untuk pembinaan tim,” papar dia.

Peserta Liga Nusantara sendiri merupakan tim-tim dahulunya berkompetisi di Divisi Satu dan Dua Liga Indonesia yang dilebur menjadi satu. Jika musim lalu, di dua divisi itu tidak boleh menggunakan pemain profesional dan kelompok umur, maka di Liga Nusantara ini pemain profesional juga boleh memperkuat tim. “Sebab di Liga Nusantara tak dibatasi usia pemain,” tandas Mbah Putih.

suaramerdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 18 =