FastBreak 3 Juni 2014 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Park Ji-sung Bantu Sepak Bola Indonesia

Mantan gelandang tim nasional Korea Selatan, Park Ji-sung, mengaku akan mendonasikan seluruh hasil dana pertandingan amal timnya dengan Indonesia All Star ke Indonesia. Dana itu, kata dia, untuk membantu perkembangan sepak bola usia muda di Tanah Air.

Park Ji-sung menggelar laga amal bertajuk Asian Dream Cup 2014 melawan Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (2/6/2014). Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Indonesia All Star 3-2.

Kemenangan Indonesia All Star ditentukan oleh gol Ramdani Lestaluhu pada menit ke-12, Ismed Sofyan (40) dan Tantan (45). Sementara itu, sepasang gol Park Ji-sung and Friends dikemas oleh Tese Chong (10 dan 43).

“Semua uang dari pertandingan ini akan didonasikan ke Jakarta untuk anak-anak muda agar bisa berlatih, perbaikan lapangan dan beberapa hal lagi yang bisa kami bantu. Kami profesional dan ingin menunjukkan yang bisa kami bantu untuk sepak bola Indonesia,” ungkap Ji-sung seusai pertandingan.

Terkait jalannya pertandingan, Ji Sung mengaku senang karena rekan-rekannya dan tim Indonesia All Star bermain baik. Mantan gelandang Manchester United itu pun memuji seluruh gol yang diciptakan oleh kedua tim.

“Pertandingan ini menyenangkan dan saya menikmatinya. Yang paling penting semua juga bisa menikmati laga ini dan tidak ada yang cedera. Gol semuanya tercipta dengan bagus,” kata Park Ji-sung.

Sementara itu, pesepak bola nasional yang menjadi anggota Indonesia All Star, Ponaryo, mengaku senang bisa ikut serta dalam pertandingan tersebut. Meski diikuti oleh beberapa artis, ia menilai, laga itu penting untuk membangun animo sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Untuk laga amal ini sangat bagus, terlepas untuk lihat artis Korea atau sepak bola. Manajemen tim nasional tidak hanya teknis, tetapi juga menambah animo sehingga pendukung yang datang semakin banyak sehingga menjadi lebih semarak dan sepak bola kita makin berkembang,” tutur Ponaryo.

http://jogja.tribunnews.com/

=============================================================

Abbas dan Hamas Sambut “Berakhirnya” Perpecahan di Palestina

Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menyambut “berakhirnya” perpecahan di Palestina saat sebuah pemerintahan baru berdasarkan kesepakatan persatuan antara pemimpin di Tepi Barat dan Gaza dilantik, Senin (2/6/2014).

“Hari ini, dengan pembentukan sebuah pemerintah konsensus nasional, kami mengumumkan berakhirnya sebuah perpecahan Palestina yang telah sangat merusak kesatuan kita,” kata Abbas di markasnya di Ramallah setelah kabinet baru dilantik. “Halaman hitam dalam sejarah (rakyat Palestina) ini telah berubah selamanya, dan kami tidak akan mengizinkannya untuk muncul kembali,” katanya.

Para penguasa Hamas di Gaza juga menyambut pemerintahan baru itu sebagai sebuah kesatuan bagi “semua rakyat Palestina” setelah kabinet itu, yang terdiri dari para politisi independen, diambil sumpahnya. “Kami menyambut pemerintahan konsensus nasional, yang mewakili semua rakyat Palestina,” kata Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, kepada kantor berita AFP.

Pemerintahan baru itu, kata dia, merupakan “sebuah titik balik … yang memungkinkan kami menyatukan upaya Palestina untuk menghadapi pendudukan Israel”.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang didominasi Partai Fatah pimpinan Abbas, menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi yang mengejutkan dengan kelompok saingannya Hamas pada 23 April lalu yang bertujuan untuk mengakhiri perpecahan internal Palestina yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesepakatan itu memberi waktu lima minggu kepada masing-masing pihak menunjuk “pemerintahan independen” sementara yang terdiri dari para teknokrat, demi membuka jalan bagi pemilu dalam waktu enam bulan.

Hamas menang telak dalam pemilihan parlemen terakhir pada 2006. Namun Uni Eropa dan Amerika Serikat menolak untuk menjalin hubungan dengan gerakan Islam itu hingga kelompok itu meninggalkan cara kekerasan, mengakui Israel dan menerima sejumlah kesepakatan di masa lalu .

Perwakilan dari faksi-faksi yang bertikai itu telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan untuk menyelesaikan keretakan yang berubah menjadi kekerasan ketika Hamas mengusir Fatah dari Gaza dalam bentrokan mematikan pada 2007.

http://internasional.kompas.com/

==================================================================

Telur Ayam Picu Inflasi Yogya 0,05 Persen

Kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,05 persen selama Mei 2014. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi April 2014 yang tercatat 0,07 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,16 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, J Bambang Kristianto mengatakan dari perhitungan yng dilakukan komoditas terbesar yang mempengaruhi perubahan inflasi pada Mei 2014 adalah telur ayam ras, daging ayam ras, apel, dan sabun mandi. Sedangkan komoditas yang menghambat inflasi adalah cabai merah, cabai rawit, beras, jeruk dan nangka muda.

“Perubahan harga yang terjadi karena fluktuasi luas panen yang diikuti oleh fluktuasi produksi pada akhirnya mempengaruhi tingkat inflasi,” kata Bambang dikantornya, Senin (02/06/2014).

Bambang menuturkan melimpahnya hasil panen cabai pada sentra produksi menjadikan harga cabai di pasar tradisional maupun pasar modern mengalami penurunan harga yang cukup tinggi. Dalam waktu tertentu, harga komoditas cabai dapat mengalami naik turun yang cukup besar, harganya bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi, sebaliknya juga dapat mengalami kemerosotan yang tajam.

Bambang menambahkan lima kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan yaitu kelompok bahan makanan jadi, minman, rokok dan tembakau yang naik 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,02 persen, kelompok kesehatan naik 0,94 persen. Sementara kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,17 persen dan kelompok transport,komunikasi dan jasa keuangan naik 0,02 persen.  “Sebaliknya kelompok bahan makanan dan sandang mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,18 persen dan 0,11 persen,” imbuhnya.

Bambang mengingatkan memasuki Juni ini diperkirakan akan terjadi lonjakan permintaan, terlebih berbarengan dengan masa libur sekolah, tahun ajaran baru dan menjelang puasa. Untuk itu agar kebutuhan terutama komoditi pangan bisa ditambah maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi.

http://krjogja.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 7 =