FastBreak 30 Juli 2015 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Bulan Depan, 10 Atlet Timnas Melaju Ke Italia

dayung

Pada kejuaraan internasional di Milan, Italia 19-23 Agustus 2015, Timnas dayung Indonesia akan diperkuat 10 atlet.

“Ada 10 atlet yang siap dikirimkan mengikuti kejuaraan di Milan. 10 atlet itu terdiri dari empat kano dan enam pedayung kayak. Saya salah satunya yang dipercaya memperkuat timnas di Italia,” kata pedayung Sulsel, Anwar Tarra saat dihubungi dari Makassar, Rabu (29/7/2015).

Peraih medali perak SEA Games 2015 itu menjelaskan selain dirinya, pedayung kanoing yang juga siap berlaga yakni dari Marzuki (Sultra), Muhammad Yusuf (Jawa Barat) serta pedayung asal Jawa Timur.

Sedangkan untuk pedayung kayak, kata dia, hingga kini belum ditetapkan karena masih akan menjalani seleksi sebelum menentukan enam nama yang akan memperkuat timnas di ajang internasional tersebut.

Terkait peluang di ajang itu, dirinya cukup percaya diri meski mengakui akan menghadapi lawan yang berat dari sejumlah negara. Seluruh atlet saat ini juga terus fokus mengikuti pelatnas di Jatiluhur, Jawa Barat.

Mengenai pemanggilan dirinya memperkuat timnas dayung, atlet yang juga berstatus PNS di lingkup Pemprov Sulsel itu mengaku bersyukur. Dirinya juga berkomitmen mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi memberikan prestasi maksimal bagi bangsa dan negara.

“Kami terus fokus memaksimalkan kemampuan agar bisa bersaing dan berprestasi di kejuaraan nanti. Kami juga berharap dukungan dan doa agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” kata peraih 11 medali SEA Games 2013.

Pelatih Dayung Sulsel, Baso Akbar menyatakan selain Anwar, ada beberapa atlet Sulsel yang juga dipercaya memperkuat timnas di sejumlah kejuaraan yakni Dedi Irianto, Syahrul Saputra dan Sulfianto.

Untuk Dedi Irianto dan Syahrul Saputra sebelumnya memperkuat Indonesia pada ajang bertajuk “Macao International Dragon Boat Races 2015” di Macau, akhir Juni 2015. Sedangkan Sulfianto akan tampil di kejuaraan junior se- Asia di Chunju, Korea Selatan 2015.

Kondisi itu membuat dirinya selalu menjadi andalan Sulsel khususnya di kejurnas antar-PPLP. Pihaknya juga berharap keterlibatan Sulfianto di pelatnas ikut meningkatkan motivasi atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Kami tentu bersyukur banyak atlet kita yang mendapat panggilan memperkuat timnas. Kami berharap pengalaman atlet akan membantu tim meraih prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar 2016,” ujarnya.

harianjogja.com

=================================

Abu Gunung Raung Meluas dan Menyebar Hingga Probolinggo

Hujan abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Raung masih terjadi dan menyebar hingga ke sejumlah wilayah daerah barat daya dari gunung itu termasuk ke Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Hujan abu vulkanik dari kegiatan Gunung Raung itu menyebar hingga enam wilayah Kecamatan di Kabupaten Probolinggo terutama di Kecamatan Paiton, Pajarakan, Banyu Anyar, Dringu, Pakuniran, dan Kraksaan bahkan abu vulkanik tersebut hingga ke Kota Probolinggo,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Jayadi, Rabu (29/7/2015).

Ia mengatakan, Gunung Raung masih berstatus siaga, sehingga masyarakat diimbau harus berhari-hati atas penyebaran abu vulkanik tersebut karena mengandung silika tajam, sehingga membuat lebih iritatif di mukosa selaput mata dan pernapasan dan dikhawatirkan orang yang terpapar abu ini bisa terkena radang mata atau radang pernapasan.

“Penyebaran abu raung ini sangat membahayakan untuk kesehatan, terutamanya untuk anggota tubuh seperti mata dan radang pernafasan karena abu raung tersebut mengandung silika tajam yang dapat membuat lebih iritatif di mukosa selaput mata dan pernapasan jika dihirup secara terus menerus,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan agar masyarakat sebisa mungkin di rumah terutama jika masih terjadi hujan abu. Apabila masyarakat ingin keluar rumah, maka sebaiknya menggunakan masker, dan jika naik motor, maka mata harus dilindungi dengan memakai kaca mata atau memakai helm yang tertutup.

“Imbauan penggunaan masker ini diutamakan bagi warga yang berpotensi alergi dan sebelumnya sudah memiliki keluhan pada saluran pernapasan karena dikhawatirkan partikel abu yang sangat halus ini bisa masuk ke paru-paru ketika bernapas, sehingga apabila paparan terhadap abu cukup tinggi, maka gangguan pernafasan,” jelasnya.

Sampai saat sejauh ini, ia menambahkan masih belum ada laporan dari masyarakat terkait peningkatan keluhan saluran napas. Meskipun belum ada laporan, pihaknya kini sudah menyiagakan semua sumber daya yang dimiliki BPBD untuk membantu masyarakat.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo, Mudzakir mengatakan ada pengaruh abu vulkanik dari semburan Gunung Raung ke tanaman tembakau yang terkena abu vulkanik gunung raung, karena kualitas tembakaunya akan mengalami penurunan, sehingga tidak dapat digunakan dengan baik.

“Kondisi paling parah dari tembakau yang terkena abu raung adalah di Kecamatan Paiton yang mana tempat tersebut menjadi sentra tembakau di Kabupaten Probolinggo, namun kami masih menunggu hingga pertengahan bulan Agustus untuk mengetahui berapa hasil produktivitas tembakau karena sekarang masih dalam masa tanam,” tandasnya.

tribunjogja.com

==================================

Bantul Resmi Siaga Darurat Kekeringan

Kabupaten Bantul dipastikan memasuki siaga kekeringan menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati Bantul terkait siaga bencana kekeringan.

Dengan surat resmi itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul kini hanya tinggal menunggu turunnya bantuan dana siaga bencana dari Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) melalui BPBD DIY.

Diakui Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto, untuk tahun ini, pihaknya mengajukan bantuan sebesar lebih dari Rp2 miliar. Bantuan itu didasarkannya pada hasil pemetaan titik rawan bencana kekeringan di Bantul.

“Totalnya ada 48 dusun dari 7 kecamata¬† se-Bantul,” ujarnya kepada Harian Jogja, Selasa (28/7/2015) siang.

Dari total 48 dusun itu, setidaknya ada 16 dusun yang diakuinya paling mendesak mendapatkan bantuan. Keenambelas dusun itu masing-masing terletak di tiga wilayah administratif kecamatan, yakni Dlingo, Imogiri, dan Piyungan.

Hanya saja bantuan yang dimaksudkannya kali ini lebih bersifat jangka panjang. Itulah sebabnya, ia justru menganggap dusun atau desa yang memiliki sumber air namun tak memiliki sarana dan prasarana pengelolaannya lah yang ia kategorikan mendesak.

Hingga kini, baru ada satu dusun yang sudah mengajukan bantuan dropping bersih, yakni dusun Geger, Desa Seloharjo, Pundong. Permohonan dropping air bersih itu diterimanya beberapa hari yang lalu. “Dan kami sudah merealisasikannya dengan mengirimkan 2 tanki air bersih setotal 10.000 liter,” ujarnya.

Diakuinya, jumlah itu jelas tak cukup untuk melayani seluruh jumlah jiwa terdampak kekeringan yang mencapai 115 jiwa di empat RT. Pasalnya, ukuran standar kebutuhan air minum manusia adalah sekitar 2.500 liter per hari per orang.

Itulah sebabnya, selama bantuan belum turun dari BNPB DIY, pihaknya akan berupaya memaksimalkan dropping air untuk daerah-daerah yang mengajukan permohonan dropping air.

Untuk tahun ini, anggaran dropping air dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sengaja ditingkatkannya menjadi Rp50 juta dari tahun 2014 yang hanya Rp30 juta. Hal ini dilakukannya lantaran masa kemarau untuk tahun ini diperkirannya akan jauh lebih panjang. “Ditambah lagi karena adanya dampak badai El Nino,” ujarnya.

Dikatakannya, mulai Kamis (29/7/2015) mendatang, pihaknya akan secara intensif melakukan pembahasan dengan pihak-pihak terkait untuk menyikapi siaga kekeringan ini.

Selain Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul sebagai penyedia air bersih, pihaknya akan berkoordinasi secara lebih intens dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta Badan Ketahanan Pangan dan Petugas Penyuluhsn (BKP3) Bantul.

harianjogja.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =