FastBreak 31 Juli 2015 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Liverpool Siap Lepas Balotelli

baloteli

Liverpool dikabarkan siap melepas Mario Balotelli pada musim panas ini.

Hal itu dibuktikan dengan keinginan The Reds untuk mendengarkan segala jenis tawaran yang melayang ke pemain Italia tersebut.

Masa depan Balotelli akan segera terjawab di musim panas ini.

Menurut laporan ESPN, keputusan Liverpool untuk melepas Balotelli adalah karena mereka sudah mengamankan jasa Roberto Firmino dan Christian Benteke.

Kabar ini tentu menjadi sesuatu yang ditunggu bagi klub peminat Super Mario.

Sebelumnya sudah ada Sampdoria yang berencana menampung jasa pemain 24 tahun tersebut.

Bahkan, Lazio menjadi yang terbaru sebagai klub peminat eks pemain AC Milan tersebut.

Karier Balotelli di Liverpool terbukti mandek setelah bergabung pada awal musim lalu.

Balotelli tercatat hanya mampu mencetak sebiji gol dari total 16 laga bersama klub Merseyside tersebut.

tribunjogja.com

=================================

Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogro Beroperasi Tahun Depan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pelabuhan Tanjung Adikarto di Kulonprogo dapat dioperasikan mulai awal 2016.

Menurutnya, jika pengerukan kolam pelabuhan dan alur sungai yang sedang dilakukan selesai, kapal berbobot 30 gross ton dapat segera masuk dan tertampung di pelabuhan itu.

Pemda DIY tahun ini juga telah mengucurkan dana untuk pembangunan didukung pusat untuk penganggaran fisik pelabuhan yang berada di muara Sungai Serang wilayah Karangwuni Wates tersebut.

“Anggaran sudah ada, jadi pengerukan alur sungai dan kolam pelabuhan harus selesai 2015 ini,” katanya, usai acara syawalan di Kulonprogo, Kamis (30/7/2015).

Perihal penahan gelombang yang dianggap kurang panjang, menurutnya, bukan masalah. Pasalnya, masalah tersebut dapat diselesaikan pada tahap berikutnya.

Yang terpenting, menurut Sultan, pelabuhan dapat beroperasi lebih dulu.

“Nanti kan masih akan ada fasilitas pendukung, lihat dulu daya tangkap ikan seperti apa. Nanti akan menarik investor,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengatakan penyelesaian pengerukan kolam pelabuhan ditarget pada 15 Desember 2015. Hal itu sudah sesuai jadwal pekerjaan.

“Desember selesai, Januari 2016 harus beroperasi,” katanya.

Adapun kapal milik Kulonprogo, menurutnya, berbobot 30 GT dan 40 GT. Namun saat ini kapal itu dititipkan di luar daerah.

Jika nanti pelabuhan Tanjung Adikarto beroperasi, kapal tersebut akan dan harus sudah kembali ke Kulonprogo. “Rencananya Januari kapal pulang Kulonprogo,” katanya.

Sementara, kesiapan SDM para nelayan saat ini dimatangkan.

Hasto mengatakan setidaknya 40 nelayan Kulonprogo pernah dilatih dan magang di luar daerah. Ke depan, pemkab akan mendatangkan mentor atau pelatih nelayan ke Kulonprogo.

tribunjogja.com

=================================

Pemkot Bakal Seleksi PKL Alun-alun Utara

Meski gelombang penolakan relokasi PKL dan larangan parkir di Alun-alun Utara masih terus bergulir, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta konsisten untuk terus melakukan penataan tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

Haryadi mengatakan meski beberapa pihak menolak adanya upaya relokasi dan larangan parkir tersebut, namun lebih banyak pihak yang menginginkan halaman depan Keraton Yogyakarta lebih tertata seperti saat ini.

Ia juga menyebutkan akan melakukan proses seleksi bagi PKL yang akan menempati lapak-lapak baru yang disediakan oleh pemerintah.

“Instruksi dari Gubernur DIY sudah jelas, dan kami akan konsisten dalam melaksanakan hal tersebut,” kata Haryadi, Kamis (30/7/2015).

Haryadi juga mengakui, tempat yang disediakan untuk relokasi memang tidak mencukupi untuk seluruh PKL yang ada di kawasan Alun-alun Utara.

Para perwakilan PKL mengklaim ada sekitar 500 pedagang yang menggantungkan nasibnya untuk berjualan di sekitar Alun-alun Utara, sedangkan tempat yang disediakan hanya 200 di Pekapalan dan Kandang Macan.

Untuk itulah, proses seleksi berdasarkan kriteria tertentu perlu dilakukan.

“Satu hal yang harus dipahami, jangan berpikir tempatnya kurang tapi lebih tepat terbatas. Oleh karena itu kriteria harus ditentukan,” ujar Haryadi.

Kriteria tersebut seperti misalnya dapat dari segi legalitas, jenis, dan manfaat barang dagangannya.‎

Aspek legalitas menurutnya sangat penting untuk dimasukkan dalam kriteria bagi pedagang untuk menempati lapak baru.

Haryadi pun menegaskan masih akan membahas apa saja kriteria tersebut dengan Pemda DIY.

Sebab program revitalisasi Alun-alun Utara tak hanya tugas dari Pemkot Yogyakarta saja, melainkan juga bersama dengan Pemda DIY dan Keraton Yogyakarta.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 2 =