FastBreak 4 Agustus 2015 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

 

Program “Wonderful Indonesia” Masuk Rangking Dunia

indo

Program “country branding” Indonesia yang mengusung tagline “Wonderful Indonesia” masuk peringkat 47 branding terbaik dunia versi Travel and Tourism Competitiveness Index World Economic Forum (WEF).

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan, upaya dan program yang dilakukan pemerintah dalam mempromosikan “country branding” tersebut mulai menunjukkan hasil menggembirakan.

“Saya menyambut baik ada peningkatan ranking yang signifikan dalam hal country branding dari peringkat di atas 140-an menjadi peringkat 47 tahun ini dari 144 negara,” kata Arief di Jakarta, Senin (3/8).

Lebih lanjut Menpar mengatakan, pihaknya bertekad terus menggencarkan program promosi country branding melalui pencantuman logo Wonderful Indonesia dalam berbagai kesempatan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kempar, I Gde Pitana, mengatakan, hal ini menjadi salah satu bukti usaha Indonesia dalam mempromosikan “branding” telah membuahkan hasil.

“Artinya, kita perlu ‘awareness’ supaya country branding Wonderful Indonesia semakin dikenal dunia,” katanya.

Pitana mengatakan, WEF sebenarnya telah mengumumkan pemeringkatan branding itu beberapa waktu lalu dengan sejumlah indikator yang dinilai.

Sejumlah penilaian secara keseluruhan mencakup penilaian daya saing pariwisata secara umum di antaranya 4 sub indeks dengan 13 indikator di antaranya nation branding, alam, budaya, kebersihan, dan lain-lain.

Dengan kata lain, “country branding” merupakan salah satu yang dinilai WEF dalam hal penilaian daya saing pariwisata suatu negara.

Pitana menambahkan, Indonesia akan semakin mengoptimalkan promosi pariwisata terutama di level internasional.

“Sejak beberapa bulan lalu kita tayangkan di channel-channel internasional branding kita, jadi walaupun sampai saat ini belum optimal tapi anggaran untuk promosi 50 persen di antaranya untuk branding,” kata Pitana.

Pitana mengatakan, pihaknya akan melakukan pembenahan di berbagai komponen yang masih dinilai lemah oleh WEF agar daya saing pariwisata Indonesia semakin membaik secara umum.

beritasatu.com

=================================

Kemeristekdikti Akan Mediasi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, akan melakukan mediasi dengan dunia usaha agar arah kerja sama riset antara perguruan tinggi (PT) dan dunia usaha tertata jelas.

Nasir memyebutkan saat ini ada banyak PT dan dunia usaha yang menjalin kerja sama tanpa ada informasi kepada Kemrisetdikti, sehingga pihaknya tidak dapat menghitung berapa banyak pengeluaran, dan bagaiamana pola kerja sama yang terjalin.

“Saat ini ada sebagain dunia usaha dan PT yang tidak terbuka bahwa mereka menjalin kerja sama riset. Nah, ini yang menjadi masalahnya,” kata Nasir di Jakarta, Senin, (3/8).

Nasir menambahkan, dengan melakukan mediasi guna mengasakan legalisasi kerja sama riset, kerja sama publikasi, dan kerja sama untuk mendirikan hak paten. Tujuannya agar industri membayar sebuah paten, karena sekarang yang terjadi banyak industri yang mengunakan sumber daya PT, namun tidak pernah diinformasikan dengan baik.

Contohnya, perusahan A, perisetnya dari PT, namun tidak melaporkan jika dia merupakan periset dari PT. Ke depannya akan kita legalkan. Mulai dari berapa bayaran, jumlah perisetnya, karena saat ini baru 24 persen alokasi dana yang diberikan oleh industri, tutur Nasir.

Dia menambahkan, sejak (9/4) di Serpong, Tengerang, BPPT telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 27 industri untuk melakukan kerja sama pengembangan riset dengan perguruan tinggi.

Untuk jumlah peniltian , Nasir mengaku, saat ini telah ribuan penelitian yang dilakukan. Namun pihaknya, tetap pada fokus pengembangan bidang kesehatan, farmakologi, pangan, teknologi informasi, dan dirgantara.

“Pokoknya, yang berhubungan dengan PT. Tujuannya jika pada saat riset tersebut dapat dikomersialkan, dunia industri juga dapat mensuplai dana untuk pengembangan riset pada PT selanjutnya,” katanya.

Guru besar di bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting ini mengatakan, riset yang akan dilakukan saat ini bergerak dari hilir ke hulu. Contohnya, pada bidang kesehatan nanti akan ada penelitian dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) untuk biofarma.

Hal itu, katanya, karena biasanya riset dilakukan oleh peneliti PT. Namun sekarang telah ada penggabungan antara Riset dan Dikti. Maka, menghimpun dari hili ke hulu untuk dapat menemukan semua pasar yang cocok. Riset hulu ke hilir yang telah dijalankan tetap terus berjalan.

Nasir menyebutkan, Jepang merupakan salah satu negara yang telah menerapkan riset dari hilir ke hulu yang sangat kuat.

beritasatu.com

================================

PSSI Pastikan Indonesia Absen di ASEAN Super League 2016

ASEAN Super League 2016 tidak akan bisa dinikmati oleh para penggemar sepakbola tanah air, karena Indonesia dipastikan tidak akan bisa ikut dalam ajang tersebut. Hal ini diungkapkan sendiri oleh wakil ketua umum PSSI, Hinca Pandjaitan.

Hinca memastikan takkan ada wakil Indonesia di ajang ASEAN Super League 2016. Keputusan itu diambil setelah 12 anggota Komite Eksekutif PSSI, beserta Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI mengadakan rapat di kantor PSSI di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 3 Agustus.

Hukuman yang diberikan FIFA kepada PSSI-lah yang membuat mereka tak bisa berbuat banyak guna ikut berkompetisi. Apalagi, karena hukuman tersebut, PSSI juga tak bisa berkomunikasi dengan AFF selaku otoritas tertinggi di kawasan sepakbola Asia Tenggara.

“PSSI memastikan takkan berpartisipasi dalam ASEAN Super League 2016 karena status Indonesia saat ini sedang disuspensi oleh FIFA. Jika Sanksi FIFA dicabut sebelum pelaksanaan ajang itu, kita masih bisa ikut,” kata Hinca kepada wartawan, Senin, 3 Agustus.

ASEAN Super League 2016 akan diikuti 20 tim dari 12 negara anggota ASEAN. Tim Australia akan ikut ambil bagian dalam ajang ini karena sejak 2013 Negeri Kanguru tersebut resmi menjadi anggota AFF.

wowkeren.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 13 =