FastBreak 8 Agustus 2014 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja: FastBreak

Hari Ini, MK Gelar Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres

mk (1)

Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini akan menggelar sidang lanjutan gugatan hasil Pilpres 2014 oleh kubu Prabowo-Hatta. Sidan lanjutan ini dilakukan setelah pasangan nomor urut 1 tersebut memperbaiki gugatannya.

Berdasarkan jadwal yang terpampang situs Mahkamah Konstitusi, sidang dengan pokok perkara ‘Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014’ akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, Jumat (8/8/2014). Agenda sidang adalah mendengarkan jawaban termohon (KPU), pihak terkait (tim Jokowi-JK) dan meminta keterangan Bawaslu.

Selain itu, pihak pemohon (Prabowo-Hatta) juga diminta memberikan bukti tertulis.

“Sekaligus saat itu majelis minta pemohon sampaikan bukti tulisan,” kata Ketua MK Hamdan Zoelva saat sidang perdana di Gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Dalam sidang perdana yang lalu, seluruh hakim menyoroti banyaknya kesalahan penulisan dalam berkas laporan termasuk sistematika penulisan tim Prabowo-Hatta. Gugatan tersebut diperbaiki dan diserahkan kembali ke MK pada Kamis (7/8).

detik.com

================================================================================

PT KAI Lakukan Pengetatan Boarding System

PT KAI (Persero) mengindikasikan adanya upaya penipuan dari modus operandi percaloan tiket KA pada arus balik. Upaya penipuan tersebut dilakukan dengan memanipulasi KTP untuk menipu calon penumpang KA pembelinya.

“Atas indikasi tersebut kami melakukan pengetatan boarding system dan pengetatan pemeriksaan tiket berlapis di perjalanan KA. Karena beberapa stasiun masih ada yang belum steril sehingga oknum penumpang masih coba-coba lewat jalan lain selain melalui boarding pass,” kata Bambang S Prayitno selaku Manager Humas Daop 6 PT KAI Yogyakarta, Kamis (7/8/2014).

Hal ini, kata Bambang, dilakukan untuk ketertiban bertransportasi dan pemberantasan percaloan secara terus menerus agar tidak merugikan pengguna jasa KA.

Bambang pun menjelaskan modus operandi percaloan sekarang adalah menipu pengguna jasa KA dengan tiket yang identitasnya tidak sesuai dengan yang bersangkutan, sehingga akan hangus dan tidak dapat digunakan untuk melakukan perjalananan.

“Kalau dulu beli tiket di calo walaupun mahal berlipat ganda masih bisa digunakan, sekarang tidak bisa lagi. Ini kami lakukan agar masyarakat bisa lebih tertib. Ticketing system yang kami berlakukan antara lain reservasi tiket H-90, bebas asap rokok, dan kapasitas angkut hanya 100 persen atau sesuai tempat duduk yang tersedia. Sehingga pengguna jasa KA tetap nyaman,” kata Bambang.

Kasus ticketing mulai tanggal 3/8/2014 hingga 4/8/2014 merupakan hasil dari pemeriksaan kesesuaian identitas dengan tiket KA Ekonomi Progo dari Stasiun Lempuyangan tujuan Pasarsenen. Ada 12 calon penumpang yang terpaksa diturunkan pada kesempatan pertama, karena kedapatan memiliki identitas yang tidak sesuai dengan yg tertera di tiket. Ada pula dua orang yang kedapatan mencoba menggunakan KTP palsu dengan merekayasa foto.

“Ternyata antara foto dengan usia yang tertera tidak sesuai, di foto usianya jauh lebih muda dari tahun kelahirannya. Ini ditemukan ketika boarding pass di stasiun dan yang bersangkutan malah kabur ketika akan di giring ke ruang kepala stasiun,” tutur Bambang.

Sementara itu di Stasiun Yogyakarta juga ada 4 calon penumpang terjaring pada gate boarding karena tak sesuai identitas dengan nama pada tiket yg tertera.

tribunjogja.com

================================================================================

Ketua FPI DIY-Jateng Resmi Ditahan Polda DIY

Ketua FPI DIY-Jateng, Bambang Tedi alias BT resmi ditahan di markas Polda DIY pada Rabu (6/8) pukul 22.00. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Krimsus), Kombes Kokot Indarto memaparkan, tindakan itu merupakan upaya yang dilakukan Polda DIY untuk proses penyidikan yang sedang berlangsung saat ini.

“Penahanan berkaitan demi kepentingan pemeriksaan, keamanan barang bukti, serta menghindari tersangka melarikan diri,” jelasnya.

Langkah tegas polisi itu berkaitan bahwa BT tidak koorperatif dalam proses pemeriksaan yang sebelumnya telah dua kali dipanggil untuk hadir di Polda DIY. Kokot memaparkan pihaknya dengan membawa surat penangkapan mendatangi rumah BT di dusun Perenggawe, Balecatur, Gamping Sleman, Rabu pagi.

Akan tetapi pada saat penangkapan BT mengelak dengan alasan sakit. Dari sana, penyidik mendatangkan dokter dari kepolisian, dan keputusan dokter BT dinilai layak untuk dimintai keterangan dan dinyatakan sehat.

“Kami sampai mendatangkan ambulans, akan tetapi BT lebih memilih memakai mobil pribadi untuk ikut bersama kami ke Polda,” ungkapnya.

Kasus ini berawal dari laporan polisi oleh Rico Joe atau RJ, pada tanggal 22 april 2014. Kasusnya adalah mengenai penipuan jual beli tanah yang dilakukan oleh BT, sehingga RJ harus menderita kerugian sebesar Rp11,5 miliar

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, kepolisian telah melakukan pemanggilan saksi sebanyak 28 orang,” ujar Kokot.

Selain itu pihak penyidik juga telah melakukan penyitaan barang bukti berupa surat perjanjian sebanyak lima lembar, kiitansi bukti penerimaan uang 21 lembar, surat kesepakatan jual beli satu lembar, surat pembatalan satu lembar, grose salinan akte tiga lembar, grose salinan akte pembatalan tiga lembar.

tribunjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − five =