FastBreak 8 Januari 2014 jam 10.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Timnas U-19 mengakhiri training center (TC) di Kota Batu, Selasa (7/1/2014). Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri memboyong anak asuhnya menuju Yogyakarta naik kereta api (KA) di Stasiun Malang Kota. 29 pemain ini diboyong untuk melakoni TC tahap kedua di Yogyakarta. Menurutnya, TC tahap kedua ini untuk membentuk kerangka tim.

Pelatih asal Padang ini menambahkan sesuai list AFC, setiap kontestan hanya bisa mendaftarkan 23 pemain. Berarti akan ada enam pemain yang harus dicoret. Menurutnya, tim pelatih memang akan mencoret pemain sesuai kebutuhan. Tapi, belum dapat dipastikan kapan pencoretan akan dilakukan.

Dalam tahap pembentukan kerangka tim ini, bisa saja ada pemain yang ikut seleksi lagi. Tapi, standrt yang ditetapkan kepada pemain seleksi sama dengan standart sebelumnya. Menurutnya, pemain yang tidak memenuhi standart dipastikan akan tereliminasi, termasuk pemain sudah lolos seleksi tahap sebelumnya. “Atau bisa saja tidak ada pencoretan sampai beberapa jam menjelang pendaftaran,” tambahnya.

Perlu diketahui, Timnas U-19 memulai TC di Kota Batu sejak 9 November 2013 lalu. TC ini awalnya diikuti 40 pemain yang terdiri dari pemain yang memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2013, dan beberapa pemain seleksi baru. Sebelum mengakhiri TC, tim pelatih mencoret 11 pemain karena tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.
______________________________________________________

Gugatan yang dilayangkan pihak Rachmawati Soekarnoputri terkait larangan penayangan film ‘Soekarno’ ditolak majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penolakan tersebut dilakukan majelis hakim dengan mencabut putusan sementara tertanggal 11 Desember 2013 dan menyatakan film ‘Soekarno’ tetap bisa diputar karena tidak terbukti mengandung dua adegan yang dipermasalahkan putri proklamator tersebut.

Penetapan dibacakan Ketua Majelis Hakim Suwidya saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2014) melalui penetapan nomor 93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 7 Januari 2014. Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum PT Trivar dan Hanung Bramantyo selaku sutradara film ‘Soekarno’, Rivai Kusumanegara, menyatakan apresiasinya.

Menurutnya hukum telah memberi perlindungan bagi karya seni yang dibuat dengan itikad baik. “Sejak awal klien kami berniat mengangkat kebesaran sang proklamator. Sehingga adegan-adegan (yang dipermasalahkan) tersebut tidak ada dalam film ‘Soekarno’, yang notabene telah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF),” kata Rivai, Selasa (7/1/2014). “Semoga dengan adanya penetapan final ini, kesimpangsiuran di masyarakat berakhir dan seluruh masyarakat dapat menikmati karya seni anak bangsa yang dibuat dengan melibatkan 3.000 artis atau figuran dari berbagai suku bangsa,” tambahnya.

Sedangkan kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Turman Panggabean, belum dapat dikonfirmasi. Saat nomor teleponnya dihubungi beberapa kali, nomor tersebut tidak aktif. Adapun putusan pengadilan membahas pelaksanaan dan argumentasi para pihak atas Penetapan Sementara tertanggal 11 Desember 2013, yang sebelumnya memerintahkan penghentian penayangan film ‘Soekarno’, khusus pada adegan tangan polisi militer berkali-kali menampar Soekarno hingga terjatuh dan adegan popor senjata ke wajah Soekarno.

Penetapan tersebut merupakan putusan final yang berkekuatan hukum tetap yang tidak dapat dilakukan upaya hukum apapun, sebagaimana ketentuan Peraturan Mahkamah Agung RI (Perma) nomor 5 tahun 2012. Penetapan final tersebut intinya membatalkan Penetapan Sementara tanggal 11 Desember 2013 dan tidak lagi memerintahkan penghentian penayangan film ‘Soekarno’. Artinya film tersebut bisa tetap beredar luas di masyarakat.

Hal-hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim menolak penghentian pemutaran film ‘Soekarno’ yang diajukan kubu Rachmawati, satu diantaranya adalah film tersebut terbukti tidak mengandung kedua adegan yang dilarang oleh Penetapan Sementara pada tanggal 11 Desember 2013 lalu.
_______________________________________________________

Pemerintah kembali memperpanjang masa berlaku kartu tanda penduduk non-elektronik. Kartu KTP “lama” ini masih akan berlaku hingga akhir 2014.

“Masih ada e-KTP yang belum dicetak meski data penduduk yang bersangkutan sudah direkam,” kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Selasa (7/1/2014). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2012, batas akhir pelayanan KTP non-elektronik adalah 31 Desember 2013.

Gamawan mengatakan perpanjangan waktu berlaku KTP non-elektronik ini merupakan implikasi dari UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. UU ini merupakan perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006.

UU Nomor 24 Tahun 2013 mengatur bahwa penyediaan dana untuk pengadaan e-KTP baru akan masuk dalam APBN-P 2014. Ketentuan ini merupakan bunyi pasal 87B UU yang baru disahkan pada 24 Desember 2013 tersebut. “Sementara yang ingin membuat e-KTP terus bertambah,” ujar dia.

Gamawan memperkirakan anggaran untuk pengadaan tersebut juga baru akan ada sekitar Juni atau Juli 2014. “Kalau tidak ada uangnya, lalu dengan apa kami cetak (e-KTP)?”

Sebelumnya, Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan secara Nasional, menyatakan Pemerintah menetapkan 31 Desember 2013 sebagai batas akhir pelayanan KTP non-elektronik.

Peraturan Presiden tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2011 yang mematok batas waktu penggunaan KTP non-elektronik adalah 31 Desember 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =