FASTBREAK 8 JUNI 2017

FastBreak

Polri Kembangkan Aplikasi Pemantau Mudik Lebaran Berbasis Digital

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sedang mengembangkan sebuah aplikasi peta pemantau mudik yang diberi nama Intelligent Traffic Analysis (Intan). Aplikasi berbasis digital ini akan memberikan informasi secara lengkap mengenai jalur mudik yang terkoneksi dengan CCTV, pos-pos terpadu Polri, hingga rekayasa lalu lintas. Tujuannya, untuk membantu para pemudik memantau kepadatan volume kendaraan di sepanjang jalur mudik.

Kasubag Analisis Pengembangan Sistem Teknologi Korlantas Polri, Ajun Komisaris Besar Ronald Rumondor menjelaskan, sejauh ini aplikasi Intan masih dalam proses pengembangan. Targetnya, aplikasi tersebut bisa dirilis pekan depan, atau H-10 sebelum lebaran.

“Berbeda dengan aplikasi seperti Google Maps atau Waze. Aplikasi Intan buatan kita lebih detail dan akurat,” ucap Ronald, di Bogor, Rabu (7/6/2017).

Ronald menambahkan, kelebihan peta mudik digital ini dapat memudahkan pemudik mengetahui jalur mana saja yang rawan macet dan rawan kecelakaan. Kata Ronald, Intan baru bisa diunduh bagi pengguna ponsel berbasis Android.

“Kami terus koordinasi dengan semua pihak untuk melengkapinya. Aplikasi ini juga akan memudahkan kami mengatur lalu lintas selama mudik,” tuturnya.

Ia berharap, aplikasi tersebut bisa menjadi solusi mengurangi kemacetan selama arus mudik dan balik lebaran. Targetnya, dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.

“Progresnya tinggal 10 persen. Kami sedang penyempurnaan dan melengkapi data yang dibutuhkan,” kata dia.

Sementara itu, tim teknis pengembang aplikasi Intan, Doni Hernawan menyebut, pihaknya sudah setahun lalu melakukan riset untuk membuat aplikasi peta digital tersebut. Sambung Doni, kehadiran Intan dilatarbelakangi kejadian macet panjang arus mudik di Tol Brebes (Brexit) 2016 lalu.

“Aplikasi peta ini dibuat untuk bisa mengarahkan penggunanya melalui jalur sesuai kondisi dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan kepolisian,” ungkap Doni.

kompas.com

===============================================================

Thailand Klaim Jadi Tuan Rumah MotoGP 2018

Komite Olahraga Thailand (SAT), Selasa (6/6), mengklaim sudah mencapai kesepakatan dengan pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, untuk menjadi salah satu tuan rumah MotoGP 2018.

Dikutip dari Bangkok Post, kesepakatan antara SAT dengan Dorna tercapai di sela GP Italia di Sirkuit Mugello, akhir pekan lalu. Thailand akan menggunakan Sirkuit Internasional Buriram untuk menggelar MotoGP musim depan.

MotoGP Thailand rencananya akan digelar sepanjang 5-7 Oktober 2018. Balapan akan digelar sebelum GP Jepang, Australia, dan Malaysia, yang lebih dikenal dengan triple header.

Hingga kini Dorna belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait GP Thailand. Namun, pihak SAT yakin perusahaan asal Spanyol itu akan segera mengeluarkan pernyataan resmi.

Thailand merupakan salah satu negara yang memperebutkan satu tempat di kalender MotoGP 2018. Thailand bersaing dengan Indonesia, Kazakhstan, dan Finlandia. MotoGP 2018 diyakini akan memiliki 20 seri balapan.

Thailand akan menjadi negara ketiga asal Asia Tengggara yang pernah menjadi tuan rumah MotoGP, setelah Malaysia dan Indonesia. Namun sejak 1997, Malaysia merupakan satu-satunya tuan rumah MotoGP di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia sendiri hingga saat ini tidak memiliki masa depan yang jelas untuk menggelar MotoGP. Padahal pemerintah melalui Kemenpora sudah mencapai kesepakatan awal dengan Dorna. Tapi, hingga kini pihak Indonesia tidak bisa memberi kepastian terkait sirkuit yang akan digunakan.

Setidaknya ada tiga tempat yang saat ini berpeluang menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia: Palembang (Sumatera Selatan), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Sentul (Bogor).

cnnindonesia.com

==========================================================

Siapkan Jalur Mudik-Arus Balik, Dishub Kulonprogo Prioritaskan Pemasangan LPJU

Program 100 hari kerja yang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo cenderung berkaitan dengan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. Percepatan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) menjadi salah satu prioritas.

Kepala Dishub Kulonprogo, Nugroho mengatakan, pemasangan LPJU akan dilaksanakan pada lebih dari 300 titik tahun ini. Sebanyak 257 titik menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo, 40 titik dengan dukungan APBD DIY, dan 40 titik lagi yang mendapatkan alokasi dari pusat.

Sebenarnya, kebutuhan LPJU di Kulonprogo mencapai 20.000 unit sedangkan yang terpasang baru sekitar 2.000 unit. Meski masih jauh dari kata ideal, Pemkab Kulonprogo terus berusaha memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap.

“Pada 100 hari kerja ini, prioritas kita selesaikan dulu yang pakai APBD kabupaten,” ungkap Nugroho, Selasa (6/6/2017).

Nugroho menjelaskan, LPJU baru dipasang di ruas jalan strategis yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Dia berharap fasilitas tersebut dapat membantu mencegah kecelakaan lalu lintas yang rawan terjadi akibat kurangnya penerangan di jalan.

“Menjelang Idul Fitri, kami juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk ruas jalan utama di wilayah Sentolo, Wates, dan Temon,” ujar Nugroho.

Nugroho menambahkan, Dishub Kulonprogo juga berupaya mendukung promosi wisata kepada masyarakat luas. Pihaknya akan memasang informasi singkat mengenai lokasi wisata andalan Kulonprogo di semua halte. Kegiatan tersebut dilakukan beriringan dengan pemasangan info trayek angkutan umum di lokasi yang sama.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sektor perhubungan di Kulonprogo untuk lima tahun mendatang. Sistem transportasi umum perlu didesain agar lebih mendukung konektivitas antardaerah. Dia lalu meminta Dishub Kulonprogo aktif berkoordinasi dengan Dishub DIY serta PT Angkasa Pura I dan PT KAI terkait pengaturan lalu lintas di kawasan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan sekitarnya nanti.

Menurut Hasto, pengembangan sistem transportasi dilakukan demi memfasilitasi kepentingan promosi potensi daerah serta mempermudah pelayanan sosial kepada masyarakat. Kendati begitu, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada wilayah perkotaan. Pengembangan sistem transporasi juga dilakukan di wilayah pinggiran, seperti Samigaluh.

“Akan dibangun terminal transportasi umum dan terminal transit wisatawan di Samigaluh,” kata Hasto.

harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − sixteen =