FastBreak 9 Januari 2014 jam 17.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Polri terus berbenah menyiapkan pengamanan Pemilu, 9 April mendatang. Salah satunya dengan membeli perlengkapan keaman dan persenjataan dari luar negeri.

“Kita ini menghadapi event (acara) yang besar, ada peralatan-peralatan yang harus dibeli untuk diperbarui seperti ‘water canon’ dan sebagainya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Kamis (9/1/2013).

Namun, Boy belum memastikan adanya pembelian senjata senilai Rp640 miliar dari Korea Selatan tersebut. “Saya belum dengar infonya. Memang dalam menghadapi pemilu, lebih butuh banyak senjata. Saya mesti cari tahu dulu pada penyelenggaranya, yaitu Sarpas, prosesnya sampai dimana perlu kita cari tahu dulu,” tegas dia.

Konfirmasi ini sekaligus menjawab pernyataan Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebut bahwa Polri akan membeli sejumlah peralatan berat dari Korea Selatan senilai USD64 juta atau sekira Rp640 miliar.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyarankan Polri sebaiknya membeli senjata produk dalam negeri seperti yang diinstruksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia menilai PT Pindad sudah mumpuni dalam memproduksi alat-alat berat, seperti panser, kendaraan taktis, dan kendaraan tempur lainnya.

Neta menyebutkan ada empat paket peralatan berat yang akan dibeli pada 2014 yang merupakan bagian dari enam paket Kredit Ekspor (KE), seperti pengadaan Kendaraan Taktis (Rantis) senilai Rp340 miliar, Pengadaan APC Multi Fungsi senilai Rp100miliar, pengadaan Peralatan Brimob senilai Rp100 juta dan Pengadaan Armoured Water Cannon (AWC) Rp100 miliar.
____________________________________________________

Tiga buah patok batas lahan bandara di wilayah Pedukuhan Sidorejo, Desa Glagah, Kecamatan temon, urung dipasang tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2), Selasa (7/1) sore. Pasalnya, ratusan warga pedukuhan setempat menghadang tim dengan berkumpul di sekitar jalan pedukuhan yang akan dilalui.

Informasi dihimpun, aksi warga berkumpul di jalan terjadi ketika tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, BPN, dan PT Angkasa Pura itu memasang patok di wilayah Pedukuhan Kretek yang berbatasan langsung dengan Sidorejo. Tidak terjadi peristiwa keributan dalam aksi tersebut. Tim lantas mengurungkan kegiatannya.

Namun, hingga Rabu (7/1/2014) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, warga masih berkumpul di sekitar jalan. Pasalnya, mereka khawatir kecolongan jika ternyata pemasangan patok dilakukan pada malam hari. Pun hingga berita ini diturunkan, warga masih berkumpul-kumpul secara berkala. Tokoh masyarakat Sidorejo, Suyatno (63), mengatakan aksi tersebut hanya spotan dilakukan warga secara bersama-sama ketika mendengar kabar ada pematokan di pedukuhan sebelah dan akan berlanjut ke wilayah Sidorejo.

Menurutnya, aksi tersebut bukan bentuk perlawanan pada pemerintah. Melainkan, warga yang juga tergabung dalam paguyuban Wahana Tri Tunggal tersebut sedang berusaha mempertahankan hak miliknya berupa tanah. “Warga tidak rela kalau hak miliknya diserobot. Kami katakan diserobot karena tidak ada siapapun yang permisi pada warga mau mematok. Ngga ada pejabat atau siapapun yang minta izin pada pemilik tanahnya,” kata Suyatno.

Dia mengatakan, aksi berkumpul di jalan penghubung antar pedukuhan itu akan tetap dilakukan warga hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Karena, hal itu dilakukan atas spontanitas warga yang ingin mempertahankan tanahnya.
Dia juga belum tahu bagaimana reaksi masyarakat jika tim pemasang patok itu datang lagi ke Sidorejo. Namun ditegaskannya, warga akan tetap bersiaga seperti itu. “Kita lihat saja nanti situasinya, saya tidak bisa bicara bagaimana,” ujarnya.

Tokoh lainnya, Mardi suwito (76), mengatakan warga hingga kini masih tidak merelakan lahannya untuk dijadikan lokasi pembangunan bandara tersebut. Karena itu, mereka tak ingin ada yang memasang patok sembarangan di wilayah tersebut. Apalagi, jika patok dipasang tanpa seperizinan dari pemilik tanah. “Warga siap menjaga jika ada pejabat datang lagi mau masang patok. Warga akan bersiaga dan menolak patok,” kata dia.

Camat Temon, Djaka Prasetya, membernarkan bahwa tim P2B2 mengurungkan niat untuk memasang patok tanah di Sidorejo setelah warga menghadang di jalan. Dirinya juga mengatakan, hingga Rabu (8/1/2014) sudah ada 19 buah patok terpasang dari total 22 buah. Patok tersebut terpasang di lima desa yang menjadi lokasi bandara yakni Palihan, kebonrejo, Jangkaran, Sindutan, dan Glagah. “Rencana semula ada 20 patok yang akan dipasang tapi lalu ditambah dua untuk patok ujung runaway bandara di Sindutan dan Glagah. Hanya Sidorejo saja yang belum dipasang patok,” kata dia di sela mendampingi tim B2P2 wi wilayah pantai Glagah.

Atas reaksi warga Sidorejo tersebut, Djaka mengatakan pihaknya akan melakukan upaya pendekatan pada tokoh-tokohw arga setempat. Namun, dia tak bisa memastikan kapan patok akan selesai dipasang di wiayah tersebut. “Ya pelan-pelan, yang pentng bisa tercapai. Wilayah lainnya kan juga sudah terpasang dan ngga ada apa-apa,” kata dia.
____________________________________________________

Bus wisata masa kini, apalagi yang bertingkat untuk membawa wisatawan secara rombongan, baik dari manca negara maupun lokal, fasiltasnya semakin hebat. Setara dengan pesawatan terbang Boeing 737. Semua itu demi kenyamanan penumpangnya. Bus wisata seperti itulah yang ditawarkan oleh PT. Karoseri Nusantara Gemilang (KNG)  melalui produknya yang dibedri nama Maxi Miracle.

Untuk membuktikannya KNG mengajak KompasOtomotif  melihat dan merasakan langsung seluruh fasilitas bus tingkat tersebut sebagai penumpang. Rute perjalanan,, Jakarta-Sentul. KNG mengatakan karoseri bus 2 lantai berikut interior buatan Indonesia ini menawarkan kabin yang lega, fasilitas entertainment terbaik dengan layanan dan kenyamanan kelas “VIP”.

Sosok Mircle terlihat lebih panjang dan tinggi dari bus antar kota yang beroperasi di Indonesia. Menurut T. Indarto, General Manager KGN,  bodi  dengan panjang 13,5 m, tinggi 3,96 m dan lebar 2,5 m, dibuat di atas sasis R73 MAN, asal Jerman. Salah satu kelebihannya, ruang kabin lebih luas, untuk  lantai atas dan bawah.

Sofa
Seperti hotel, pertama kali masuk, bus penumpang langsung berada di area “lounge”. Tata ruangnya didesain mirip ruang tamu, berikut sofa besar berlapis kulit sintesis, TV, pemutar CD/DVD, dapur ringkas, dan WC. “Di sini penumpang bisa melepas ras jenuh, bercengkrama sambil berkaroke,” komentar Indarto.

Seluruh ruang penumpang terpisah dari kabin pengemudi. Jalur komunikasi dilakukan lewat interkom.

Nyaman
Ruang atas, menyediakan 20 bangku penumpang yang disusun mewah seperti pesawat terbang.

Setiap jok dilengkapi fasilitas pijat, busa tebal dan empuk, monitor 7 inci, lampu baca, serta lubang untuk mengisi batera gadget atau ponsel pintar. Jika ingin beristirahat, sandaran jok bisa direbahkan dengan menekan tombol.

“1 kursi dengan seluruh fasilitas itu harganya Rp 18 juta. KNG menjamin setiap penumpang mendapat kenyamanan kelas wahid,” tegas Indarto.

Tanpa Wiper
Selama perjalanan, kaca besar di sekeliling lantai atas menawarkan sensasi pemandangan yang berbeda, terutama di bagian depan. Sayangnya kaca depan tidak dilengkapi “wiper”, pandangan berkurang bila hujan.

Operasional
Meski masih prototipe, Miracle sudah siap diproduksi dan digunakan tahun ini. Sebagai gambaran, Miracle menggunakan mesin diesel commonrail 12 liter bertenaga 466 PS berikut transmisi ZF Tipmatic, 12-percepatan milik MAN.

Firdaus Rachman, Product Manager Duta Putera Sumatera, distributor merek MAN, mengatakan konsumsi bahan bakar bus ini 4 kpl di jalan tol dan 2,9 km/l kombinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 7 =