FastBreak 9 Juni 2014 jam 14.00

FastBreak

Unisi Radio Jogja : FastBreak

Kontrak Freeport di Tambang Emas Papua Habis 2021, Nasib di Tangan Presiden Baru

freeport

Masa kontrak PT Freeport Indonesia dalam mengelola tambang emasnya di Grasberg, Papua akan habis pada 2021 mendatang. Apakah pemerintah akan memperpanjang kontrak tersebut?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung menjelaskan, kewenangan apakah perpanjangan kontrak tambang Freeport di Papua akan menjadi kewenangan pemerintah baru mendatang.

“Jadi kewenangan bukan pada pemerintah sekarang. Jadi pemerintah yang akan datang atau pemerintah yang akan datang lagi,” jelas pria yang akrab disapa CT ini, saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).

Menurut CT, Freeport masih belum bisa mengajukan perpanjangan kontrak pengelolaan tambang emasnya di Papua. Karena sesuai peraturan, perusahaan tambang baru bisa meminta perpanjangan kontrak 2 tahun sebelum kontraknya habis atau pada 2019.

“Yang pertama dari awal sudah saya katakan, bahwa berdasarkan peraturan yang ada bahwa perpanjangan kontrak Freeport baru akan dilaksanakan 2 tahun sebelum kontrak itu berakhir. Kontraknya berakhir 2021. Paling cepat perpanjangan akan dilakukan tahun 2019,” imbuhnya.

CT mengatakan, terkait dengan renegosiasi kontrak karya Freeport, saat ini pembahasan masih terus dilakukan pemerintah, dan banyak poin yang dibahas.

“Jadi tidak benar. MoU-nya sekarang tetapi bukan perpanjangan. Perpanjangan bukan pemerintah yang sekarang. Kalau konten tunggu selanjutnya ya,” jelasnya.

detik.com

====================================================

Bandara Utama Pakistan Diserang, 21 Orang Tewas

Kaum militan bersenjata berat melancarkan serangan ke bandara tersibuk Pakistan di kota Karachi yang terletak di selatan negara itu, Minggu (8/6/2014) malam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 10 gerilyawan, dalam sebuah pengepungan selama enam jam yang kemudian bisa dilumpuhkan tentara pada Senin dini hari.

Sejumlah ledakan dan suara tembakan terdengar saat para penyerang, beberapa mengenakan seragam militer, bertempur melawan pasukan keamanan dalam salah satu serangan paling berani selama beberapa tahu terakhir di kota terbesar Pakistan itu. Pihak berwenang mengatakan semua militan, berjumlah 10 orang, tewas dan bahwa sedikitnya 11 mayat termasuk personel keamanan dan dua warga sipil telah diterima Rumah Sakit Jinnah, rumah sakit utama kota itu.

Direktur Rumah Sakit Jinnah, Seemi Jamali, mengatakan 11 mayat yang merupakan sembilan tentara dan dua warga sipil telah dibawa ke rumah sakit itu, bersama dengan potongan dua mayat tak dikenal lainnya. Sebanyak 21 orang lainnya terluka, katanya kepada kantor berita AFP.

“Perkembangan terbaru: lokasi telah dibersihkan. Tidak ada kerusakan pesawat, kebakaran yang terlihat di foto-foto itu bukan pesawat tetapi bangunan, dan sekarang sudah dipadamkan. Semua aset penting utuh,” kata juru bicara militer Mayor Jenderal Asim Bajwa lewat kicauan di Twitter.

Serangan tersebut memaksa penutupan Bandara Internasional Jinnah tetapi Bajwa mengatakan bandara itu akan siap untuk melanjutkan operasi pada hari ini.

Serangan tersebut akan meningkatkan kekhawatiran baru tentang situasi keamanan Pakistan yang rapuh dan pertanyaan tentang bagaimana kaum militan dapat menembus bandara yang melayani salah satu kota terbesar di dunia.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun serangan itu terjadi saat perundingan antara Pakistan dan Taliban yang dimulai awal tahun ini mengalami jalan buntu.

Sejumlah pejabat mengatakan, orang-orang bersenjata itu masuk dari setidaknya dua sisi bandara, yaitu di terminal haji dan bagian engineering dekat terminal lama yang tidak lagi digunakan, pada sekitar pukul 11.00 malam hari Minggu. Berbekal senjata, granat dan peluncur roket, mereka bentrok dengan pasukan keamanan bandara, polisi, paramiliter dan kemudian pasukan komando. Asap pun terlihat mengepul dari bandara saat kebakaran berkobar dekat sejumlah pesawat yang diparkir di landasan.

Seorang wartawan AFP di bandara menyaksikan tiga ledakan “besar”. Sejumlah pejabat intelijen di lokasi kejadian yakin bahwa ledakan itu berasal dari para pelaku bom bunuh diri yang meledakkan bahan peledak mereka.

“Saya mendengar suara tembakan yang berlangsung sengit dan kemudian melihat para teroris menembaki pasukan keamanan. Saya tidak tahu lebih dari itu,” kata saksi mata Sarmad Hussain, karyawan maskapai perbangan Pakistan International Airlines (PIA). “Terima kasih Tuhan saya masih hidup, ini sangat menakutkan,” katanya kepada AFP.

Syed Saim Rizvi, yang berada di dalam pesawat di landasan pacu, berkicau di Twitter, “Ledakan dasyat!!! Saya tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, baku tembak mulai lagi, kepanikan terjadi di dalam pesawat!!”

Seorang juru bicara PIA, Mashud Tajwar, mengatakan bahwa dua penerbangan domestik menuju Karachi telah dialihkan ke bandara terdekat.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu tetapi serangan serupa di masa lalu telah diklaim oleh militan Taliban yang bangkit melawan negara Pakistan tahun 2007 dalam sebuah pemberontakan yang telah merenggut ribuan nyawa. Kelompok bersenjata Taliban menyerang pangkalan angkatan laut Mehran tahun 2011, yang terletak tiga kilometer dari bandara itu, menghancurkan dua pesawat Orion buatan AS dan menewaskan 10 personel dalam pengepungan selama 17 jam.

Taliban dan sejumlah militan lainnya yang menggunakan seragam melakukan seragan serupa di markas militer Pakistan di kota Rawalpindi pada 2009. Serangan itu menyebabkan 23 orang tewas termasuk 11 tentara dan tiga sandera.

Serangan kali ini akan mendapat perhatian pada keputusan kontroversial pemerintah untuk bernegosiasi dengan Taliban ketimbang menggunakan kekuatan yang lebih besar untuk menangani mereka. Pemerintahan Perdana Menteri Nawaz Sharif mulai bernegosiasi dengan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) pada Februari lalu. Negosiasi itu kemudian menghasilkan kesepakatan gencatan senjata yang mulai diberlakukan pada 1 Maret tetapi gencatan senjata itu berakhir lagi sebulan kemudian.

TTP muncul sebagai reaksi atas serangan pemerintah ke sebuah masjid radikal di Islamabad, tetapi aksi kekerasan kelompok Islam di negara itu mulai melonjak tahun 2004 setelah pengerahan tentara di daerah suku yang bergolak.

kompas.com

==========================================================

Lawan Hongkong, Timnas Indonesia U-18 Pesta Gol

Tim nasional Indonesia U-18 menang 5-0 atas Hongkong pada pertandingan lanjutan penyisihan Grup B Asian Schools Football U-18 Championship di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (8/6/2014).

Indonesia mampu unggul cepat berkat golĀ  Indra kelana pada menit kelima. Andreas Ado menambah keunggulan Indonesia lewat gol yang diciptkannya pada menit ke-25. Gol Andreas itu, melalui tendangan sudut sempit dari kanan gawang lawan. Sekitar 14 menit kemudian, giliran Gilang Ekarosa yang menceplsokan bola ke gawang Hongkong.

Tim besutan Maman Suryaman ini berhasil menambah dua gol melalui aksi Sandi Pratama pada menit ke-55 dan Ihsan Wahyu pada menit ke-90.

Maman Suryaman berpendapat, timnya tampil percaya diri sehingga mampu meraih kemenangan besar.

“Anak-anak sudah tidak grogi lagi di lapangan. Mereka bisa bermain lepas, dan hasilnya permainan tim jadi bagus, serta tampil maksimal,” kata Maman.

Selanjutnya, Indonesia akan menantang Thailand pada pertandingan selanjutnya di Stadion Manahan Solo, Selasa (10/6/2014). “Kami sudah menang dua kali dan mengincar menjuarai di Grup B,” tutur Maman.

kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =