Hukum di Indonesia Bak Sinetron Televisi

News

Campus Reporting News, 23 Juli 2012

Sepanjang setahun terakhir, hukum di Indonesia bak kisah sinetron televisi. Panggung meja hijau rajin menampilkan aktor yang beragama Islam, namun terjerat berbagai kasus hukum dan  berbagai kasus miris lainnya, yang silih berganti seolah tanpa ada akhir episodenya. Mulai dari kasus pembunuhan, kasus ditemukannya ladang ganja berhektar-hektar di Aceh, kota yang disebut sebagai serambi Makkah, dan kasus korupsi yang kian menggurita di Indonesia. Fakta tersebut menandai bahwa nilai-nilai keislaman  kurang terinternalisasi dengan baik pada diri muslim khususnya dan oknum yang terindikasi kasus-kasus hukum tersebut pada umumya. Hal demikian disampaikan Rektor UII. Prof. Dr. Edy Suandy Hamid, M.Ec di Masjid Baitul Qohar UII. Diakui Rektor, dengan mengutip Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185 bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan petunjuk bagi kemaslahatan umatnya, baik di dunia dan akhirat. Allah juga telah menggariskan berbagai hal antara yang hak dan yang bathil. Akan tetapi karena mungkin kurang diimplementasikan dengan baik, akibatnya masih banyak di antara umat Islam yang terjerumus dalam kubangan kebathilan. Oleh karena itu, seperti dikemukakan Rektor, Momentum Ramadhan ini sudah selayaknya menjadi media untuk introspeksi diri yang kemudian disusul dengan usaha untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT sehingga mampu melangkah ke jalan yang disebut sirotol mustaqim atau jalan yang lurus dan benar. Nilai positif yang terkandung dalam puasa Ramadhan, menurutnya juga harus diinternalisasikan dan implementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Berpuasa seyogyanya tidak hanya dijadikan rutinitas guna menggugurkan kewajiban bulan Ramadhan,  namun nilai yang terkandung dalam berpuasa tersebut harus diamalkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × four =