Perguruan Tinggi Harus Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

News

Campus Reporting News, 5 Juli 2013

Masuknya Indonesia kedalam Komunitas Ekonomi ASEAN yang direncanakan mulai tahun 2015 akan berdampak pada persaingan yang semakin ketat diberbagai sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan. Hal ini dikarenakan akan ada banyak tenaga kerja asing yang dapat masuk dan bekerja di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan adanya kesiapan dari sumber daya manusia Indonesia agar dapat bertahan dalam arus persaingan tersebut.

Sebagai salah satu institusi pencetak sumber daya manusia berkualitas, Badan Pengembangan Akademik (BPA) UII merasa tergerak untuk meningkatkan standar kompetensi para lulusannya. Dalam rangka tersebut diselenggarakanlah Workshop “Evaluasi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)” yang digelar pada Rabu (3/7) di Gedung Moh. Hatta, kampus terpadu UII. Tampak hadir dalam workshop para dosen dari berbagai program studi dan pimpinan fakultas di lingkungan UII. Hadir sebagai pemateri adalah Dr. Megawati Santoso, anggota Tim Pengembangan Pendidikan Tinggi, Dirjen DIKTI – Kemendikbud.

Dr. Megawati memaparkan bahwa diperlukan standardisasi kualifikasi nasional bagi lulusan perguruan tinggi di Indonesia baik dari jenjang diploma, sarjana S-1, master S-2, hingga doktor S-3. “Hal ini akan sangat penting untuk mempersiapkan kualifikasi lulusan perguruan tinggi di Indonesia agar bertahan menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa di Indonesia, terdapat 18.000 program studi yang dikelola oleh lebih dari 3.000 perguruan tinggi. Namun sangat disayangnya belum semua program studi ini telah memenuhi kualifikasi nasional yang telah tetapkan.”

Beliau berharap ke depannya pendidikan di perguruan tinggi akan diarahkan untuk lebih berorientasi pada pengembangan potensi yang menonjol pada mahasiswa yang disesuaikan dengan kompetensi yang diinginkan oleh dunia kerja. “Dengan hal ini diharapkan kampus akan mencetak lulusan dengan keahlian yang lebih kompetitif di pasar sesuai dengan bidang ilmunya sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing”, tandas Megawati.

Sementara itu Wakil Rektor III UII, Ir. Bachnas, M.Sc menekankan bahwa dosen bukan robot yang hanya mengajar. “Tapi hendaknya mereka juga perlu untuk terus mengupdate informasi dan memperluas wawasan.” Ia menambahkan, bahwa sangat penting bagi dosen untuk memiliki kepekaan dalam menyikapi perubahan yang terjadi di dunia luar dan menyampaikannya kepada mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − five =