Perlu Revolusi Agar Indonesia Tidak Hancur

News

Campus Reporting News, 13 November 2012

Perlu ada gerakan revolusi yang besar dari stakeholder yang ada di Indonesia ini, baik dari kalangan akademisi, politisi, agamawan, budayawan maupun profesi lain agar Indonesia tidak terpuruk menuju kehancuran. Karena selama ini, ekonomi bangsa Indonesia, politik, hokum dan semua sektor lain, sudah tergerus kepentingan kapitalis. Padahal prinsip ekonomi global yang kapitalis sendiri, sejatinya sudah tidak relefan diterapkan di AS maupun Eropa yang kini mengalami krisis. Pendapat tersebut mengemukakan, dalam launching dan bedah buku karya Effendi Siradjuddin yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pusham UII. Dikatakan Direktur ECONIT, Dr.Hendri Saparini, tatanan ekonomi global tidak adil dan menyimpang dari konstitusi bangsa Indonesia. Sehingga sangat aneh jika pemerintah Indonesia masih mengadopsi tatanan global itu. Hal senada juga dikemukakan sosiolog UGM, Prof. Dr. Heru Nugroho yang mengakui, konflik tidak hanya sekedar masalah ekonomi, sosial atau budaya saja. Namun selama ini yang terjadi karena life style dari masyarakat sendiri. Pernyataan vulgar dikemukakan staf pengajar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA yang mengakui, demokrasi jangan dipasrahkan kepada rakyat semata. Jika demokrasi diserahkan kepada rakyat, maka yang terjadi adalah transaksional yang terjadi seperti didalam pemilu atau pilkada saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 3 =