Persepsi, Mispersepsi, dan Diapusi

Jogja Dab!

Unisi Radio Jogja: Jogja Dab!

DSC07418

Persepsi, Mispersepsi, dan Diapusi, merupakskn tema yang diangkat Klub DIY Menonton (KDM) dalam acara Pemutaran Film dan Diskusi KDM#3, Senin (25/4) kemarin.

Acara yang berlangsung di Loop Station Yogyakarta ini udah kali ketiga dilaksanakan. Sebanyak empat film diputer, masing-masing diantaranya yaitu Ambyar (2015)  karya Jeihan Angga, Menuk (2013) oleh Bobby Prasetyo, Peronika (2004) karya Bowo Leksono, dan terakhir Tikus (2013) arahan Khusnul Khitam.

Setelah pemutaran film, diskusipun berlangsung cukup menarik dengan menghadirkan sutradara dari masing-masing film pendek. Namun sayang, Bowo Laksono (Peronika) berhalangan hadir.

Salah satu film yang cukup menarik perhatian malam itu adalah Ambyar yang berdurasi 30 menit. Selaku sutradara, Jeihan Angga mengatakan bahwa proses pembuatan filmnya butuh mengakali berbagai hal. Mengingat  take video juga  dilakukan di tempat yang terbuka dan kendala alam pun tak terelakan.

Selian itu, film Tikus yang hanya 7 menit juga berhasil membuat penonton terbahak dengan ending yang  twist dengan openingnya. Disinilah makna dari persepsi, mispersepsi, dan diapusi tergambar jelas.

Well, Klub DIY Menonton sendiri merupakan acara pemutaran film yang didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY dan merupakan program kolaboratif oleh Yuk Nonton!, SiMAMAT, Paguyuban Filmmaker Jogja, dan SAAP Think & Creat.

Dengan slogan  Durability! Sustainability! Long Live Alternative!  secara berkelanjutan  selama 2016 KDM akan melangsungkan 12 sesi pemutaran film dengan tema besar “Peristiwa, Sinema dan Wacana”.

[teks: Efli | editor: Ulinaizna]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =