[Review] Batman v Superman: Dawn of Justice

Latar

Unisi Radio Jogja: LATAR

Batman-v-superman-dawn-of-justice-Amazing-HD-550x409

Film yang ditunggu-tunggu oleh penggemar superhero DC, “Batman v Superman: Dawn of Justice”, akhirnya rilis juga di bioskop Indonesia kemarin. Banyak yang merasa puas setelah menonton film tersebut, namun ada juga yang merasa kurang greget. Supaya kamu tidak penasaran, berikut jadiBerita berikan sedikit ulasan mengenai film tersebut.

Film dibuka dengan adegan satu adegan yang sungguh tak asing buat para penggemar komik, yakni ulasan masa lalu Bruce Wayne. Bagian ini dibuka dengan gaya khas sutradara Zack Snyder, efek dramatis slow-motion. Lewat adegan ini, ada kesan bahwa film ini lebih merupakan milik Batman ketimbang Superman.

Adegan berlanjut dengan pertempuran Superman melawan General Zod, yang terdapat dalam film “Man of Steel”, hanya saja dari sudut pandang Bruce Wayne. Artinya, satu adegan dramatis muncul di dua judul film berbeda, dari perspektif berbeda. Ini adalah konsep superhero yang bahkan belum pernah disuguhkan oleh Marvel Cinematic Universe.

Di film ini, Batman seperti mendapat porsi lebih. Batman di sini tampak seperti Batman dalam “The Dark Knight Rises”, tak kenal ampun dalam memberantas musuh-musuhnya. Berbagai peralatan serta gaya bertarung Batman di film ini dirasa mampu membuat para penggemar berdecak kagum. Ditambah lagi dengan munculnya peralatan canggih Batman, seperti Batmobile.

Ada pun penampilan Superman di film ini sarat dengan drama yang menimbulkan perasaan miris. Sang pahlawan yang sudah berjuang menyelamatkan manusia, ternyata banyak diprotes dan dibenci. Sementara umat manusia lainnya justru terlampau memujanya bagai sesosok dewa bahkan Tuhan.

ALUR CERITA

Kini kita akan bahas mengenai alur cerita. Di sepanjang cerita, pertarungan antara keduanya didasari oleh alasan yang terasa cukup klise. Tanpa bermaksud spoiler, alasan tersebut justru menimbulkan kesan bahwa amarah dari masing-masing pihak kurang tergambarkan dengan maksimal. Superman tidak menyukai cara Batman menghukum kriminal. Sementara kebencian Batman bersumber pada cara bertarung Superman yang terkesan semaunya.

Banyak yang berharap perseteruan antara Batman dan Superman berakhir dengan adegan super greget. Setelah disaksikan, harus diakui bahwa amarah dari kedua superhero yang terasa minim ini berpotensi membuat para penonton yang bukan fans komik ini hanya bisa mengernyitkan dahi.

Selain Batman dan Superman, Wonder Woman berperan penting dalam memberikan daya tarik baru. Di sini aktris pemeran Wonder Woman, Gal Gadot, sukses memberikan kesan misterius terhadap karakternya yang bernama asli Diana Prince itu.

Lantas bagaimana dengan monster Doomsday yang bisa dilihat di dalam video trailer yang rilis sebelumnya? Momen kemunculannya barangkali menjadi yang paling seru dalam film ini. Wonder Woman ikut beraksi melawannya, sehingga kita bisa menyaksikan cikal bakal adegan Justice League yang membuat para pecinta komik meloncat-loncat kegirangan.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, “Batman v Superman: Dawn of Justice” lebih menyorot adegan drama masing-masing karakter dengan khas “Watchmen” yang juga disutradarai Zack Snyder. Sehingga, porsi action yang seolah dijanjikan lewat judulnya tidak terlalu banyak.

Sebagai film superhero, “Batman v Superman: Dawn of Justice” tidak terlalu mengecewakan para penggemar film superhero dan adaptasi komik. Meskipun begitu, penonton umum bisa jadi bakal memiliki komentar sebaliknya, karena masih terdapat hal yang tidak mereka mengerti yang tidak terungkap dalam filmnya.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa tonton sendiri filmnya di bioskop. Film ini diperuntukkan untuk remaja dan dewasa, jadi jangan ajak anak-anak menonton film ini, agar keributan seperti halnya film “Deadpool” sebelumnya tak lagi terjadi.

jadiberita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 1 =