Tingkat Kemacetan Meningkat 45%, Yogya Perlu Perbaiki Kualitas Angkutan Umum

News

Campus Reporting News, 8 Maret 2013

Kemacetan di ruas jalan perkotaan DIY semakin lama semakin tidak terkendali. Kemacetan kini tidak hanya terlihat manakala menjelang liburan panjang saja, namun sudah terjadi setiap hari pada jam sibuk. Dari seluruh ruas jalan utama perkotaan Yogyakarta saat ini tingkat kemacetan setiap harinya sekitar 7 persen. Diperkirakan tingkat kemacetan ruas jalan ini akan meningkat 45 persen pada tahun 2023. “Perlu diambil langkah serius, 10 tahun lagi kemacetan hampir terjadi di setengah ruas jalan utama Yogyakarta,” terang pengamat transportasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ahmad Munawar, M.Sc., Rabu (6/3).

Guru Besar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik ini berpendapat bahwa penambahan panjang jalan dan fly over di daerah perkotaan justru akan memicu pertumbuhan kendaraan pribadi yang semakin meningkatkan kemacetan.
Menurutnya solusi utama yang bisa diambil untuk mengatasi kemacetan DIY adalah perbaikan angkutan umum. Namun menurut pengamatannya, kondisi rata-rata angkutan umum di DIY saat ini sangat memprihatinkan. Transportasi massal Trans Jogja yang menjadi tumpuan perbaikan angkutan umum diakuinya tidak berkembang seperti direncakan sebelumnya. “Sampai sekarang jumlahnya saja tetap tidak bertambah,” ungkapnya.

Selain itu kondisi angkutan umum yang ada saat ini semakin lama makin tidak terawat dan banyak yang sudah tidak layak jalan. Ditambah jumlah penumpang yang semakin sedikit dan seringnya angkutan melakukan ngetem, dan sering terjadinya kecelakaan. Untuk mengatasi kemacetan beliau berharap adanya usaha penyelamatan angkutan umum harus segera dilaksanakan sehingga perlu ada dukungan regulasi dan finansial dari pemprov DIY.

Dia juga mengusulkan perlu dikembangkan segera angkutan umum yang terintegrasi dan memenuhi standar pelayanan minimal di seluruh wilayah DIY. Dia menyebutkan dari hasil survei kondisi transportasi perkotaan, sekitar 81 persen kendaraan lebih banyak diisi oleh kendaraan pribadi dimana sepeda motor menempati porsi paling banyak yakni 74 persen. Sedangkan kendaraan kendaraan berupa bus hanya 10 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =